
"Makasih lo oleh-oleh nya sayang,jadi ngerepotin kamu"ujar Bu Azizah tersenyum manis saat sang menantu datang berkunjung membawakan bolu nanas kesukaan nya.
"Iya ma sama-sama" jawab Mentari memeluk sang Mertua
"Jadi kapan rencana nya kalian nginap di sini?"
"Belum bisa ma kami masih menikmati masa-masa pengantin baru" jawab Bram sambil memeluk sang istri erat, membuat Bu Aziziah sedikit cemberut pasalnya dia ingin mengajak menantu nya ini masak bersama dan ikut ke berbagai kegiatan sosialita nya
"Dari sini juga bisa kali Bram mama nggak bakalan usilin kalian"
"Bukan begitu ma,aku masih mau berduaan dulu sekarang ma biar cepat cucu mama jadi nya"jawab Bram membuat Mentari mencubit kecil pinggang suaminya ini
"Awww....sayang,sakit" rengek Bram membuat Mentari menggeleng kan kepala nya malu
"Ya sudah nggak papa yang jelas cucu mama semoga cepat jadi"
__ADS_1
"Amiiinn..."
"Do'a kan yang terbaik ya ma" sahut Mentari dan di anggukki Bu Aziziah
****
Tidak ada lagi kata yang lebih bahagia menurut Mentari saat ini, memiliki keluarga utuh dan seorang mertua yang sayang pada dirinya adalah anugerah terindah untuk Mentari mungkin ini semua balasan dari Tuhan karena penderitaan yang selama ini dia dapati,Bram begitu memanjakan nya.
Bram tak mengizinkan Mentari untuk pergi sendiri meskipun sedang lelah dia akan menemani sang istri dan semua kebutuhan Mentari selalu di penuhi oleh Bram,kini sepak terjang Bram di dunia bisnis pun makin berkembang pesat karena peranan sang kakak ipar yang selalu siap membantu nya kapan pun juga.
***
"Kembali pada Nita aja Ris" usul Joe
"Gila loe,ogah gue! Nita bukan perempuan baik-baik"
__ADS_1
"Emang nya loe baik"? tanya Joe
"Bukan gitu Joe, setidaknya perempuan yang lemah lembut kaya Mentari lah,jangan yang galak kaya' Nita, trauma gue"
"Seharusnya yang trauma itu Mentari bukan loe,kalau nggak loe cari gadis kampung lah yang kalem pasti banyak yang masih perawan"
"Gue belum bisa move on dari Mentari Joe,gue nyesel"
"Udah lah Ris,nggak bisa di sesali lagi! jadi nya nggak enak juga Ris kita ngumpul nya,kalau ada Loe nggak ada Bram,kalau ada Bram nggak ada Loe, berdamai dengan keadaan dong" bujuk Danu
"Lagian gue rasa bukan masalah loe masih cinta deh Ris,cuma masalah perasaan bersalah loe sama Mentari aja,gue yakin Mentari udah maafin lo" sahut Joe dan di anggukki Danu setuju karena Danu juga tau bagaimana perlakuan keluarga Aris pada Mentari selama ini.
"Gue nggak masalah ada Bram kalau kita kumpul" jawab Aris cepat
"Yang bikin masalah hati loe bro,bukan mata loe,Hati lo nggak bisa bohong! Move on bro pasti kita bisa kaya dulu lagi, Mentari udah milik Bram, sekarang loe coba terima kenyataan dan berlapang dada menerima semua nya,lupakan masa lalu,gue yakin Tuhan sudah mempersiapkan perempuan untuk loe, tinggal bagaimana loe memperlakukan nya nanti" nasehat Danu
__ADS_1
Ya kini pertemanan mereka seakan hambar karena Bram dan Aris tidak bisa bersatu lagi tapi sebisa mungkin Aris bersikap profesional saat di kantor.