
Tak terasa waktu berlalu Mentari pun tengah sibuk mempersiapkan pesta pernikahan nya dan Bram dia dan bu Azizah pun sudah saling mengenal dengan baik.
Awalnya bu Azizah menyangka Mentari meninggalkan suaminya karena Bram tapi salah Suaminya yang meninggal kan Mentari dan memilih menikah dengan perempuan lain.
"Seperti nya yang ini bagus Tar" ujar Bu Azizah saat memperlihatkan gaun pengantin warna gold dengan di hiasi mutiara membuat daya tarik baju tersebut menjadi sangat mewah dan Mentari juga menyukai nya.
Selesai memilih baju di butik Mentari dan bu Azizah mampir di salah satu kafe untuk siang.
Bu Azizah memesan beberapa menu spesial di restoran itu.
"Makan Tar,nanti kalau kurang di pesan lagi" ujar Bu Azizah
"Tar,maaf ya kemarin mama sempat menolak kamu,mama hanya takut karena kamu bercerai masih sangat muda, takut jika kamu berbuat demikian pada Bram nantinya apalagi sekarang status mu kaya raya,jujur mama takut punya menantu kaya,takut tidak bisa mengurus Bram" aku bu Azizah membuat Mentari mengerutkan keningnya
"Bukan nya Jenny juga kaya dulu nya ma?" tanya Mentari
"Mama tidak pernah menolak Tar hanya mama takut, Perjodohan Bram dan Jenny juga karena papa nya Bram yang minta bukan mama" jelas bu Azizah lagi
"Tapi sepertinya nya mama melihat cinta Bram yang tulus untuk kamu, bahkan dia rela menjalankan syarat apapun dari mama"
__ADS_1
"Do'a kan saja ya ma rumah tangga kami nanti bahagia" pinta Mentari tulus dan di anggukki Bu Azizah
Setelah makan siang mereka akhirnya pulang,Mentari tidur di rumah yang dia tempati bersama Bram dulu.
Saat mata Mentari akan tertutup karena lelah tiba-tiba ponsel nya berbunyi.
"Hallo kak?"
"Sayang,kamu di mana?"
"Sudah di rumah,ada apa?"
"Coba buka Wa nya tadi pihak Wo mengirim kan beberapa bentuk undangan pernikahan,kamu pilih yang mana kamu suka nanti kasih tau sama aku biar di cetak sama pihak Wo nya" ujar Bram
"Kenapa tidak bersemangat begitu sayang?"
"Hanya lelah kak,mama banyak sekali mengajak ku berbelanja"
"Ya sudah kalau begitu sebentar lagi aku pulang,sudah ya sayang I Love You" tutup Bram
__ADS_1
Mentari menghela nafas panjang dan menutup mata nya sejenak,dia masih belum yakin sepenuhnya kalau kekayaan nya sudah kembali bahkan Tuhan memberikan nya bonus menemukan Arga sebagai kakak kandung nya, perjalanan hidup nya yang cukup panjang bagi Mentari sempat menikah dengan Aris dan di khianati,andai saja lelaki itu bersabar menunggu Mentari kaya mungkin dia yang saat ini akan menjadi bos besar tapi Tuhan itu adil,dia tidak akan mempertemukan orang jahat dengan orang baik, karena pasangan yang baik adalah orang baik pula seperti dirinya dan Bram, berpisah sementara waktu hingga takdir membawa nya kembali bahkan sebentar lagi akan menjadi suami-istri.
"Lo mau nikah Bram?" tanya Joe serius
"Hmmmm.. kalian harus datang"
"Siapa? anak Jakarta itu?" tanya Joe lagi
"Bisa di bilang asli Jakarta tapi sudah lama di Semarang, CLBK" jawab Bram sedikit terkekeh
"Lihat foto nya bro" ujar Aris yang juga ikut bergabung
"Nanti saat di pelaminan, kejutan untuk kalian semua"
"Gue jadi penasaran tipe loe kaya gimana, secara hampir yang cantik-cantik di kantor nggak ada yang loe lirik" Ucap Joe penasaran
"Yang jelas dia cantik!"
"Kaya nggak?" tanya Danu ikut menimpali
__ADS_1
"Hmmmm.... lebih kaya dari gue" jawab Bram pelan membuat bulu kuduk Aris berdiri
"Waaw....hebat loe,jadi penerus gue" ujar Danu terkekeh kecil dan di ikuti yang lain nya.