Mentari Tanpa Sinar

Mentari Tanpa Sinar
Cucu


__ADS_3

"Kalau begitu, kamu percaya saja pada kakak,papa dan mama pasti akan setuju"


"Bagaimana aku bisa percaya hingga detik ini aku belum di pertemukan dengan keluarga kakak"


"Sayang, setelah semua ini selesai kakak janji akan menemukan kamu dengan mama, seperti nya ada yang sudah nggak sabar nih ketemu Camer" goda Bram


"Bukan begitu,aku hanya takut kak jika hubungan kita tidak di setujui karena kamu dan Jenny sampai saat ini masih berstatus tunangan"jelas Mentari sedikit cemberut,saat ini pasangan kekasih ini tengah asik mengobrol di balkon apartemen mereka.


"Makanya aku harus menyelesaikan permasalah ini dulu sayang agar nanti kamu bisa hadir di keluarga ku tanpa adanya penolakan" jawab Bram


"Tapi sepulang nya di sini kakak akan coba bicarakan ini pada mama terlebih dahulu ya?" bujuk Bram


"Aku yakin Mama kamu gak akan setuju kak" Keluh Mentari mengingat status dirinya janda


"Jika memang begitu kita berjuang bersama untuk mendapat ijinnya. Batu saja bisa retak jika terus ditetesi air, pasti hati mama lama-lama juga akan luluh. Tinggal kamu pintar-pintar saja mencari perhatiannya nanti setelah kalian berkenalan, Tunjukkan pada mama jika kamu layak menjadi istri kakak."


"Gimana caranya?" tanya Mentari ingin tahu.


"Gampang..kamu bisa datang kerumah saat kakak ke kantor, Kamu bisa menemani mama,atau bisa masak bersama misalnya membuatkan makanan kesukaannya,kakak yakin lama-lama mama akan luluh."


"Ya kalau luluh, kalau enggak?" tanya Mentari ragu.

__ADS_1


"Kita bisa pakai cara kedua."


"Apa itu?" tanya Mentari lagi penasaran.


"Kakak yakin kamu tidak akan setuju karena kamu tidak percaya pada kakak. Kakak juga agak ragu sih. Tapi dengan cara ini, mama dan papa walau dengan terpaksa, pasti mau merestui kita. Bagaimana? Mau?" Tatapan Bram lekat ke wajah Mentari yang terlihat bingung


"Bagaimana?" tanya Bram lagi


"Apa?"


"Cucu!!"


"Gila" kesal Mentari memukul lengan Bram pelan


"Ogah, ya kalau kita nikah kalau nggak? rugi di aku dong hamil tanpa suami" jawab Mentari segera bangkit dari duduk nya dan masuk kedalam


"Ayo lah sayang" bujuk Bram


"Jangan macam-macam kak,aku teriak lo" ancam Mentari


"Teriak keenakan sayang" goda Bram lagi

__ADS_1


"Sana, kembali ke apartemen kakak,Mesum....!!!!"usir Mentari


"Sayang, biasa nya kakak juga tidur di sini"


"Pikiran kakak mulai aneh"


"Hahaha....kakak bercanda sayang,kamu ketakutan sekali"


Mentari menghela nafas panjang


"Kalau kita nikah tanpa restu orang tua ku memang kenapa? Lelaki kan gak butuh wali sayang jadi kita bisa saja menikah bukan"


"Memang," sahut Mentari Menarik napas. "Tapi, kakak mau menjadi anak durhaka? mama membesarkan kakak dari kecil hingga tumbuh dewasa,tak akan ada yang bisa membalas jasa nya kak,jika aku di beri kesempatan untuk memiliki mama pasti semua perkataan nya akan aku turuti"


"Menuruti permintaan mereka dengan menikahi Jenny"


"Jika itu memang membuat nya bahagia kenapa tidak"


"Berarti, kamu gak menyayangi kakak,kamu tidak mencintai kakak!!" Terasa berat dada Bram mengatakan nya


Tangan Mentari bergerak pelan mengusap pipi Bram. "Aku mencintai kamu kak,tapi aku tak bisa jika di hadapan dengan pilihan orang tua karena kakak tau sendiri aku kekurangan kasih sayang orang tua,aku tidak akan mampu melawan semua itu kak,aku tak punya kekuatan menentang keputusan keluarga kakak" jelas Mentari

__ADS_1


Bram menangkap tangan Mentari dan mencium nya berkali-kali.


"Sayang,jika itu terjadi kita berjuang bersama ya,kakak tidak mau kita berpisah lagi,kakak butuh kamu di samping kakak untuk menyakinkan papa dan mama,cukup sudah perpisahan selama ini sayang tidak untuk yang kedua" mohon Bram dan di anggukki Mentari perlahan


__ADS_2