
Tak terasa pernikahan Mentari dan Aris sudah berjalan tiga bulan lama nya, selama ini Mentari terus menerus mengalah dalam rumah tangga mereka.
Aris yang dulu menyayangi Mentari kini sudah mulai berubah,dia banyak membela keluarga nya dari pada Mentari, mungkin karena tiap hari ibu nya mengoceh karena hidup susah,dia Ingin mendapatkan menantu kaya raya seperti istri Danu sahabat Aris sewaktu SMA.
"Itu kamu lihat suaminya Dina kerja nya naik turun mobil nggak seperti kamu Ris yang cuma bisa ngojek saja"oceh Ibu Aris
"Iya mas coba mbak Dina jadi ipar ku pasti aku bisa naik Pajero nya" celetuk Inayah
"Aku dan ibu bisa shopping sepuasnya,ibu lihat nggak kemarin mertua nya mbak Dina itu bu lewat di depan rumah make perhiasan banyak, sudah seperti toko mas berjalan" ujar Laila ikut menimpali
"Iya La,ibu juga lihat Dina bawa mertua nya ke pasar, coba ibu jadi mertua nya pasti bahagia ya,ini boro-boro mau di ajak belanja di belikan daster aja nggak pernah" sindir Ibu Aris
Mentari yang baru selesai menjemur pakaian tak sengaja mendengar obrolan sang mertua dan ipar nya.
"Wajah nya mbak Dina glowing banget ya bu, pasti perawatan nya mahal ya,suami nya pun yang dulu hitam ikutan glowing" ujar Inayah
"Iya na kalau uang banyak apapun bisa saja terjadi, kalau si Aris yang dulunya putih sejak ngojek malah makin hitam" ucap Sang ibu dan di anggukki Inayah serta Laila
"Seperti nggak ada yang urus kamu mas" sindir Laila
__ADS_1
Mentari hanya menggeleng kan kepala nya pelan,jangan kan mengurus suami nya untuk dirinya saja Mentari tak lagi memperhatikan, fokus nya justru pada keluarga suaminya.
"Istri kamu sampai sekarang nggak ngisi ya Ris!! apa jangan-jangan dia mandul" tuduh ibu Aris
"Mungkin belum di kasih bu"
"Kalian sudah menikah tiga bulan lebih lo Ris,dulu ibu satu bulan menikah sudah isi"
"Setiap orang ya berbeda bu,kami juga masih tiga bulan,belum tiga tahun" jawab Aris dingin
Sebenarnya bukan Mentari tak pernah telat datang bulan tapi karena kesibukannya terlalu padat membuat Mentari lelah dan hanya telat 3-4 hari.
"Nanti aku coba bicara bu sama Mentari" jawab Aris
Hari ini memang hari Libur di toko roti tempat Mentari bekerja ada jatah libur dua kali untuk semua karyawan secara bergantian dan itu di hari Minggu.
Mentari sudah merapikan seluruh rumah dia berniat untuk main ke panti karena selama nikah tak sekalipun Mentari datang melihat panti nya di karenakan kesibukan selama ini.
"Kamu mau kemana?" tanya Aris yang melihat Mentari sudah rapi,tak biasa nya Libur dari toko Mentari berpakaian rapi, biasanya dia hanya mengenakan Daster lusuh.
__ADS_1
"Aku mau izin ke panti mas" jawab Mentari
"Suami di rumah malah istri mau keluyuran,kalau libur jualan itu di rumah Tari,temani suami jangan pikirkan nya keluyuran terus" sahut ibu mertua nya
"Bu,aku sudah lama tidak ke panti"jawab Mentari
"Apa untungnya kamu ke panti itu Tari, yang ada uang Aris yang habis buat beli jajanan anak panti itu"
"Astaghfirullah bu,aku juga punya uang bu" ucap Mentari tak terima
"Ck..... seberapa besar nya gaji karyawan roti seperti mu itu, untuk membelikan daster saja tidak akan cukup" ketus ibu Aris
"Mas" panggil Mentari berharap Aris membela nya
"Sudah lah jangan bertengkar,kamu tidak usah pergi ganti pakaian mu" ucap Aris membuat Mentari kecewa, belakang ini Aris sudah terlihat ketus pada dirinya
Mentari sedikit menghentak kan kaki nya lalu masuk kembali ke kamar.
"Kamu lihat itu Ris, istri mu sudah bisa melawan sekarang,baru saja menjadi karyawan roti sudah berani dia,kamu harus lebih bisa di atas nya Ris, tinggal kan dunia ojek online mu itu,cari pekerjaan lain"
__ADS_1
"Sudah lah bu jangan di perpanjang kepala ku pusing melihat kalian terus saja tidak akur begini" jawab Aris segera pergi meninggalkan ibu nya.