Mentari Tanpa Sinar

Mentari Tanpa Sinar
Hancur


__ADS_3

"Alhamdulillah ya kak sekarang kamu dan Veni bisa bersama lagi,apa kamu akan melanjutkan pernikahan kalian yang sempat tertunda?"tanya Mentari


"Kakak mau fokus dulu dengan kesembuhan Veni,Mal lalu dengan misi kita setelah itu pernikahan kamu dan Bram karena tidak baik kalian selalu bersama tapi belum menikah" jawab Arga membuat Mentari menatap Bram


"Kakak saja dulu"


"Apa kamu tidak ingin segera menikah?"


"Iya" jawab Bram cepat dan di beri tatapan melotot oleh Mentari


"Kenapa sayang,memang kita akan menikah bukan? ingat Mal janji mu setelah masa Iddah kita menikah " ujar Bram membuat Mentari menutup mata nya,dia ingin Arga dan Veni yang menikah duluan agar kesan nya dia tak melangkahi kakak nya ini meskipun terkesan terlambat.


"Mal,Bram sudah tidak sabar untuk menikah,jika masa Iddah mu selesai langsung saja biar kakak yang menjadi wali nya"


"Iya sayang, setelah itu baru kita hadiri pernikahan Arga dan Veni di Jakarta,agar mereka semua tau kalau kita sudah menikah"


"Terserah kalian,aku juga tidak bisa membantah" jawab Mentari berjalan ke arah kamar nya


"Ngambek!!!" ujar Arga memberikan kode pada Bram


Bram hanya menghela nafas panjang,dia sangat berharap pernikahan nya dan Mentari segera di laksanakan setelah urusan mereka beres.


****


Harja meremas surat panggilan dari pengadilan, bagaimana mungkin kasus ini bisa secepat itu naik,dia masih mencari pengacara handal


"Hubungi pak Retno pa, minta dia hilangkan barang bukti nya" ujar Mia


"Retno tidak mau bekerja sama dengan kita ma,Ntah apa yang sudah di berikan anak itu pada Retno hingga dia memihak pada Mentari"

__ADS_1


"Cari pengacara lain yang lebih hebat dari Retno!"


"Aku sudah menghubungi semua pengacara yang aku kenal tapi mereka menolak,aku bingung ma"


"Lalu kita harus bagaimana?" tanya Mia kesal


"Ntah lah kepala ku pusing ma"


"Pa,mama tidak mau jika jatuh miskin,apa kata orang-orang nanti lalu bagaimana nasib anak kita Jenny pa!"


"Ma...papa juga tidak mau jatuh miskin,jadi tolong Stop mengeluh,papa juga sedang cari cara untuk semua ini jangan justru menambah beban pikiran papa"marah Harja


Mia menghancurkan semua peralatan di atas meja hias nya dia bingung saat ini kenapa keluarga nya bisa hancur seketika.


"Ma,,jangan begini!!! "


"Lalu bagaimana lagi pa, bagaimana cara menghadapi semua ini" kesal Mia


"Kamu gila ma, perusahaan bagaimana? tidak mungkin di tinggal kan begitu saja"


"Tarik semua uang di perusahaan pa dan semua uang kita di bank aman kan,kita pindah keluar negri agar tak ada yang bisa menemukan kita,kita bisa coba memulai usaha di sana" pinta Mia


Harja segera menghubungi orang kepercayaan nya untuk meminta semua uang perusahaan tapi tidak bisa,dia segera mengecek kartu ATM nya ternyata di blokir.


"Bagaimana ini bisa terjadi"marah Harja, berulang kali dia mencoba tapi tetap tidak bisa


"Apa yang terjadi pa?" tanya Mia


"Pihak Bank memblokir semua kartu kita ma,dan kantor juga tidak bisa mengeluarkan uang"jelas Harja

__ADS_1


"Kenapa bisa begitu?"


"Ntah lah,di mana letak salah nya ini,besok papa harus segera ke Bank"


****


"Terima kasih pak atas bantuannya" ujar Bram melalui sambungan telepon


"Siapa kak?" tanya Mentari yang melihat Bram tersenyum setelah menutup ponselnya


"Pak Retno,dia sudah memblokir semua akses uang untuk Harja.


"Bagaimana bisa?"


"Saat ini kasus nya sudah naik ke pengadilan dan beberapa hari lagi akan ada pemanggilan, pasti Harja akan mengamankan semua aset nya karena dia sudah bisa menebak kalau dia kalah di persidangan jadi pak Retno segera meminta Bank memblokir semua untuk Harja dengan aduan penipuan" jelas Bram


"Kenapa dulu kamu tidak terpikir ke sana kak?"


"Tidak sembarang orang bisa melakukan nya sayang, apalagi pak Retno sudah punya bukti kuat untuk kasus ini dan di tambah lagi dengan peran papa Veni,dia juga membantu pak Retno menyiapkan beberapa pengacara handal"


"Jadi dia tidak punya kesempatan lagi kak"


"Seperti nya begitu sayang,kita tinggal tunggu kegilaan apa yang akan terjadi pada bu Mia atau jangan-jangan Jenny juga ikut gila" ucap Bram terkekeh kecil


"Kamu lupa kalau Jenny itu masih tunangan mu kak, secepat nya putus kan dia kalau tidak mau karir mu yang berdampak buruk"


"Iya,aku akan menemui Jenny besok bersama Arga,kamu tunggu di apartemen saja,aku ingin Arga juga ikut menjelaskan semuanya agar jika Jenny syock ada yang membantunya"canda Bram lagi membuat Mentari menggeleng kan kepala nya.


****

__ADS_1


Terima terus menjadi pembaca setia saya... mampir di cerita terbaru saya Bukan Simpanan dengan alur cerita lebih greget lagi ya...Ramai kan di sana jangan lupa like dan komentar positif nya


🙏🙏


__ADS_2