Mentari Tanpa Sinar

Mentari Tanpa Sinar
membatalkan


__ADS_3

"Maaf kan aku Jen, pertunangan ini tidak bisa di lanjutkan lagi" ujar Bram membuat Jenny diam membeku


"Apa salah ku mas?" tanya Jenny menahan air mata nya,sekuat apapun dia Jenny tetap perempuan yang memiliki perasaan.


"Kamu tidak salah,aku yang salah dalam hal ini karena tidak bisa mencintai mu Jenn, pertunangan ini atas dasar paksaan papa ku bukan kemauan ku" aku Bram


"Kak Arga bantu aku" mohon Jenny menatap Arga yang duduk di sebelah Bram


"Maaf Jen,ini masalah hati kakak tidak bisa membantu mu,kakak hanya bisa mendo'akan yang terbaik untuk kamu"


"Mas,apa tidak bisa di bicarakan lagi,beri aku kesempatan mas, semua nya akan baik-baik saja"


"Maaf Jen, dari awal aku sudah memiliki pilihan lain tapi karena aku mencoba menuruti kemauan papa aku mau bertunangan dengan mu tapi makin ke sini aku tidak bisa lagi Jen,aku mundur!" jawab Bram membuat Jenny menitikkan air mata nya


"Mas...apa kamu tidak bisa memahami perasaan ku!" bentak Jenny


"Aku menyukai mu mas,kenapa kamu malah mencampakkan ku begini" isak nya


"Menikah pun percuma Jen,kamu akan lebih tersiksa hanya memiliki tubuh ku tapi tidak dengan hati ku" jelas Bram

__ADS_1


"Setidaknya aku bisa berada di dekat mu mas, tolong bantu aku saat ini,papa dan mamaku dalam posisi sulit"


Bram menggeleng kan kepala nya dia tak bisa berbuat apa-apa selain memutuskan hubungan ini.


Jenny sendiri bingung dari semalam papa dan mama nya terus bertengkar dan pagi ini dia mendapatkan kabar Bram memutuskan pertunangan mereka,apa yang sedang terjadi pada keluarga nya?


"Jen,jaga dirimu baik-baik kakak tidak akan kembali lagi ke sana, terimakasih untuk semua bantuan kamu,kakak yaki. suatu saat kamu akan menemukan pria yang lebih baik dari Bram atau bahkan kehidupan yang lebih bahagia dari ini" ujar Arga pada Jenny


"Kak,bantu aku menyakinkan mas Bram kak,aku tidak ingin berpisah" pinta Jenny tapi di jawab gelengan oleh Arga,dia tidak bisa apa-apa mengenai hati,jika memang Bram mencintai Jenny,Arga pun mendukung tapi saat ini hati Bram hanya untuk Mala adik kandung nya.


Arga dan Bram segera pamit meninggalkan Jenny yang duduk menangis sendiri.


***


"Lalu kapan kamu kembali ke Jakarta Bram?" tanya Arga


"Setelah pemanggilan nanti"


"Apa keluarga mu tidak akan marah kamu sudah membatalkan rencana pernikahan ini?"

__ADS_1


"Ga,,aku tau mama ku,dia memang menginginkan aku menikahi Jenny tapi aku tidak bisa! di situasi saat ini aku mengorbankan cinta ku untuk Mentari lalu menikahi Jenny sama saja aku memasukkan keluarga ku ke lubang buaya yang siap di terkam oleh pak Harja"jelas Bram dan diangguki Arga paham


"Untuk saat ini biarkan saja papa ku marah tapi setelah mendengar Harja menjadi tersangka pasti dia akan sujud syukur karena tidak jadi berbesanan" lanjut Bram lagi


****


"Bagaimana kak sudah selesai?" tanya Mentari Penasaran


"Sudah"


"Bagaimana Jenny?"


"Yang pasti kecewa dek, kamu juga tau kan Jenny tabiatnya keras, yang pasti dia tidak bisa terima di putuskan begitu saja tapi apa boleh buat kalau kamu mau memberikan Bram pada nya" goda Arga


"Memang nya dia barang apa pake di beri" ketus Mentari membuat Bram dan Arga tertawa kecil


"Mana tau kamu berbaik hati" canda Arga lagi


"Enak saja!! sudah ah aku mau masak untuk makan siang kita,capek ngomong sama kalian" marah Mentari membuat Bram dan Arga lagi-lagi tersenyum.

__ADS_1


__ADS_2