Mentari Tanpa Sinar

Mentari Tanpa Sinar
Mesra


__ADS_3

Sebulan setelah pernikahan Bram membawa Mentari untuk datang berkunjung ke kantor nya,ini untuk yang pertama kali nya sang nyonya menginjakkan kaki di kantor Bram.


Perusahaan Mentari di kelola oleh Arga kakak nya dan Arga pun sudah melaksanakan pernikahan dengan Veni seminggu yang lalu.


"Vera tolong siapkan makan siang dan salad buah untuk istri saya,oh ya untuk minuman nya air mineral dan capuccino hangat" pesan Bram pada sang sekretaris


"Sayang,kamu pulang duluan atau nunggu aku?" tanya Bram pada sang istri yang sedang membuka majalah fashion


"Nunggu kamu aja kak,nanti mama minta kita mampir ke rumah,mama mau di bawain bolu nanas di toko roti langganan nya" sahut Mentari mengalihkan pandangannya ke arah Bram


"Oke" jawab Bram


Tak lama ketukan pintu membuat sepasang suami istri ini melihat ke arah pintu masuk.


"Masuk" jawab Bram


Aris berdiri di depan pintu saat hendak masuk mata nya dan Mata Mentari bertemu pandang membuat jantung nya berdegup kencang.


"Ada apa?" tanya Bram berusaha bersikap santai meskipun ada rasa tidak suka melihat tatapan Aris


"Pak, ini berkas yang bapak minta Minggu lalu, bapak bisa cek ulang sebelum menandatangani nya" ucap Aris

__ADS_1


"Nanti saya berikan pada Vera kamu boleh keluar " jawab Bram dan diangguki Aris,jika di renah kantor di wajibkan Aris memanggil bapak meskipun mereka bersahabat.


Saat hendak keluar Aris sempat memberikan senyuman pada Mentari dan itu terlihat orang Bram.


"Sayang kamu membalas senyuman nya?" tanya Bram bangkit dari kursi nya dan mendekati Mentari.


"Kak, tidak ada salah nya kak ramah pada karyawan kamu"


"Bukan begitu aku hanya takut Aris malah baper lagi"


"Yang jelas bukan aku yang baper,udah ah jangan membicarakan dia, membuat mood ku buruk saja"


"Aku hanya takut sayang,takut kamu pergi untuk kedua kali nya" Aku Bram sambil memeluk Mentari


"Lalu jika ada yang lebih dari aku kamu mau?" tanya Bram


Mentari berpikir sejenak dan tersenyum kecil


"Kalau ada boleh juga "Jawab nya bercanda membuat Bram mengeratkan pelukannya lagi membuat Mentari sedikit sesak


"Kak..lepas bisa mati aku!!!"

__ADS_1


"Nggak akan di lepas,enak saja kamu mau berpaling dari aku,nggak akan bisa" jawab Bram mencium pipi Mentari berkali-kali


"Kak geli ah" rengek Mentari manja


Bram sudah berhasil menyelinap kan tangan nya di dalam kaos Mentari dan meremas benda kenyal yang menjadi kesukaan nya ini.


"Aww......geli sayang" pekik Mentari


"Tok....tok...." ketukan pintu membuat kemesraan suami istri ini harus berakhir


"Masuk" jawab Bram


Ternyata sang sekretaris membawa kan makanan.


"Letakkan di atas sana Ve,kamu boleh pergi" ujar Bram dan diangguki oleh perempuan bernama Vera ini.


"Makan dulu sayang biar ada tenaga saat kena serangan fajar nanti" goda Bram membuat Mentari tersenyum kecil.


****


"Tari kenapa kamu seolah-olah tak mencintai ku lagi Tar,kenapa hati ku sakit melihat kamu menjadi istri orang lain" kesal Aris

__ADS_1


Padahal semalam Aris ingin sekali mengikhlas kan Mentari tapi di saat bertemu pandang Aris benar-benar menginginkan Mentari kembali pada nya, apalagi melihat Mentari yang sangat cantik sekarang tak ada lagi yang kurang dari perempuan itu.


Aris meremas rambut nya kasar merasa putus asa saat ini.


__ADS_2