Mentari Tanpa Sinar

Mentari Tanpa Sinar
hasil DNA


__ADS_3

Beberapa hari sudah berlalu hari ini Mentari,Bram dan Arga pergi ke rumah sakit di mana Mentari melakukan tes DNA kemarin, perasaan cemas meliputi Mentari dia takut jika hasilnya tidak sesuai harapan,lalu bagaimana tindakan selanjutnya.


Mentari meremas tangan Bram, terasa dingin.


"Semua akan baik-baik saja sayang" bisik Bram


Arga juga terlihat cemas,jika mereka bukan kakak adik apa yang harus dia lakukan?


"Mentari kumala dewi" panggil seorang perempuan membuat jantung Mentari hampir copot


Mentari berjalan pelan mengambil amplop putih bertuliskan lambang rumah sakit,dia duduk kembali di hapit oleh Bram dan Arga,Mentari melirik Arga lalu Bram bergantian.


"Buka Mal" ujar Arga


"Aku takut kak"


"Apapun hasil nya kamu tetap adikku" jawab Arga dan di anggukki Mentari, perlahan tangan nya membuka amplop tersebut dan membaca hasilnya dengan menghela nafas panjang.


"Kak" panggil Mentari menangis


Arga memeluk Mentari erat,dia juga merasa kan selama ini kasih sayang nya berbeda pada Mentari ternyata perempuan di samping nya ini adalah adik kandung nya.


"Terima kasih Tuhan kau sudah membuka jalan yang sebenarnya" isak Arga


"Kak...jangan pernah tinggalkan aku kak"


"Iya Mal, apapun yang terjadi kita bersama kita hadapi semua ini bersama,kita balaskan dendam orang tua kita" ujar Arga melepaskan pelukannya dan menghapus air mata Mentari

__ADS_1


"Bram jika kau benar-benar mencintai Mala jaga dia,jangan pernah sakiti dia karena akan ada aku yang membunuh mu jika kau menyakiti adik ku"


Bram menelan saliva nya saat mendengar ucapan Arga sedangkan Mentari tersenyum kecil,dia merasa bahagia karena akan ada penambahan pelindung untuk dirinya saat ini.


"Ayo kita pulang karena akan ada bahaya mengintai kita" ingat Bram, karena setiap gerak-gerik mereka akan ada yang mencari tau.


****


"Aaaarrrr......... hancur sudah" kesal Harja,satu persatu terbongkar sudah kebusukan nya selama ini.


"Kemana pergi nya anak bodoh itu" kesal Harja


"Pa, sebelum kita benar-benar hancur kamu katakan pada keluarga Bram untuk menikahkan Bram dan Jenny segera, tidak ada lagi kata tunda pa,jika tidak kita cari kan jodoh untuk Jenny yang lain"ucap Mia


"Ma,,saat ini Keluarga Bram juga tidak bisa memaksa Bram"


"Mana bisa begitu ma"


"Mereka sudah bertunangan pa,bisa saja bukan karena tujuan pertunangan untuk menikah"


"Tapi-"


"Jika kamu tidak mau,mama yang hubungi Bram" kekeh nya lalu pergi


***


"Sayang, Arga terus mengawasi kita" bisik Bram saat mereka sudah di apartemen, memang Arga tak memberikan ruang untuk Bram dan Mentari berduaan karena Arga tau kalau status adik nya itu masih masa Iddah.

__ADS_1


"Kita sulit bermesraan,kenapa dia tidak mau berdiam diri di apartemen sebelah" bisik Bram lagi


"Mana aku tau kak,kamu berani mengatakan nya?" balas Mentari berbisik dan di jawab gelengan oleh Bram membuat Mentari tertawa kecil


"Kenapa Mal?" tanya Arga


"Tidak,film nya lucu kak" jawab Mentari cepat


"Bram apa kamu tidak punya pekerjaan lain hingga menetap di Jakarta berminggu-minggu?" tanya Arga


"Perusahaan di handle oleh papa ku jadi aku bisa fokus untuk membantu Mentari"


"Keluarga mu kenal Mentari?" tanya Arga membuat Mentari terdiam


"Mama kenal"jawab Bram cepat


"Papa mu?"


"Belum,tapi akan secepatnya aku kenalkan setelah urusan ini selesai"


"Apa keluarga mu akan menerima Mentari,Bram dengan status nya?" tanya Arga lagi bukan bermaksud menyinggung Mentari tapi Arga harus benar-benar mengetahui semua nya agar adik nya ini tidak kecewa di kemudian hari.


"Tidak masalah karena aku yang mencintai Mentari jadi keluarga ku akan menerima nya"jawab Bram lagi, meskipun tidak begitu yakin Bram harus menyakinkan Arga terlebih dahulu


"Perjodohan mu dengan Jenny?"


"Jika masalah ini selesai aku yakin papa tidak akan memaksa ku menikahi Jenny karena keluarga Harja akan masuk penjara setelah ini"

__ADS_1


"Semoga saja semua ucapan mu benar Bram,aku hanya takut adik ku ini kecewa untuk kedua kalinya" jawab Arga lagi.


__ADS_2