
Mentari pagi tampak malu-malu menerbitkan sinarnya, cuaca dingin membuat siapa saja akan menarik selimut mereka kembali untuk mengarungi mimpi indah.
Kicauan merdu dari suara burung membuat Mentari membuka mata nya perlahan,di lirik nya jam sudah pukul 7 pagi, ponsel nya beberapa kali berdering tapi tak di hiraukan oleh Mentari,dia tau kalau pagi-pagi begini hanya Bram yang akan menghubungi nya bukan bermaksud tak ingin segera membalas tapi kebiasaan Bram jika mentari membalas dia akan melakukan VC sementara tampilan Mentari baru bangun tidur.
Mentari menguap beberapa kali lalu mengambil ponselnya,di buka nya pesan masuk lalu tersenyum kecil.
"Selamat pagi sayang, selamat beraktivitas,jika sudah bangun hubungi kakak, kakak rindu dengan suara kamu" isi pesan Bram
Padahal baru semalam mereka bertemu tapi tetap saja Bram tidak bisa jika tak mendengar suara kekasih nya ini.
Mentari meletakkan kembali ponsel nya lalu segera berjalan ke kamar mandi untuk membersihkan diri.
***
"Pagi pa,ma" sapa Bram tersenyum kecil
"Pagi " sahut bu Azizah sedangkan papa Bram hanya mengangguk kecil
"Bram senin ini ada proyek di Jakarta,kamu harus segera kesana sekalian datangi om Harja dan katakan pada Om Harja kalau proyek di Bali di tunda sampai kamu menikah"
"Menikah!"
__ADS_1
"Iya,biar sekalian bisa bulan madu ke sana" sahut Papa Bram lagi
"Terserah papa yang jelas aku tidak mau menikah dengan Jenny" jawab Bram tegas,kali ini dia harus lebih tegas pada papa nya,dia ingin menjelaskan kalau di hatinya hanya ada Mentari bukan perempuan lain.
"Bram... apa-apa kamu! jangan bertindak bodoh Bram, sudah berapa kali papa katakan kalau Jenny calon istri yang terbaik untuk mu"kesal Papa Bram
"Baik menurut papa belum tentu baik menurut ku pa, karena Aku tau siapa keluarga nya,dan aku bahkan tau sepak terjang keluarga nya,jika masalah ini selesai segera papa pasti akan menyesal sudah pernah mencoba menjodohkan ku pada Jenny "
"Bram!!!"
"Pa...cukup" potong Bu Azizah,dia tau siapa Bram,anak nya tidak akan mungkin menolak jika tidak memiliki alasan jelas,bu Azizah ingin mencoba berbicara dari hati ke hati pada Bram putra semata wayangnya itu.
"Tapi ma-"
Papa Bram segera pergi saat Bram hendak pergi juga bu Azizah menahan nya.
"Nak,siapa perempuan itu?" tanya bu Azizah
"Maksud mama?"
"Siapa perempuan yang sudah membolak-balikkan hati mu saat ini Bram,mama tau kamu nak! kamu tidak akan pernah menentang jika tidak ada alasan yang kuat"
__ADS_1
"Ma,aku punya pilihan sendiri" aku Bram
"Siapa?"
"Mentari" jawab Bram membuat Bu Azizah mengernyitkan dahi nya
"Mentari ma, perempuan yang dulu sering mama datangi saat di panti,aku menyukai nya"
"Kamu menyukai anak panti?" tanya Bu Azizah terkejut dan diangguki Bram pelan
"Kamu yakin Bram?"
"Ma, sudah lama aku mencintai Mentari ma,tapi aku harus menuruti semua kemauan papa untuk kuliah di luar negeri,dan saat ini aku ingin kembali pada Mentari ma karena dia sudah kembali pada ku"
"Lalu Jenny?"
"Ma, keluarga Jenny jahat,aku punya bukti untuk semua kejahatan nya,tapi aku belum bisa jelaskan sekarang ma,aku hanya berharap mama setuju dan aku akan segera menikahi Mentari setelah permasalahan ini selesai"
"Bram,mama belum bisa menalar semua nya,mama masih belum kenal siapa itu Mentari meskipun dulu kita sering ke panti"
"Aku akan kenal kan mama dan Mentari lebih dekat lagi tapi belum sekarang ma,aku masih ada beberapa urusan yang harus di selesaikan"
__ADS_1
Bram mencium pipi mama nya lalu segera pamit.
"Jangan pulang malam Bram,mama masih butuh bicara " pekik Bu Azizah saat Bram pergi meninggalkan nya