
"Sebenarnya kalian nggak perlu bercerai juga Ris, masih bisa di perbaiki kok hanya saja harus saling menurun kan ego masing-masing" ujar Joe
"Joe bagaimana mau di perbaiki Nita terlalu egois,aku sudah beberapa kali berusaha mengalah! kamu tau sendiri kan jika Nita menginginkan sesuatu sulit di cegah"
"Padahal aku dengar istri mu yang dulu orang nya baik ya Ris tapi kamu malah menyia-nyiakan nya" timpal Danu dan di anggukki Aris
"Ya,ntah kenapa aku malah menyakiti nya berselingkuh dengan Nita yang jelas-jelas tidak baik,Nita hanya menang penampilan saja jauh berbeda dengan Mentari yang tulus hati nya"aku Aris
"padahal dia banyak berkorban untuk ku dulu Dan,aku yang bodoh" lanjut nya
"Sudah... penyesalan memang datang nya belakang bro,jangan larut dalam kesedihan, semangat!! bangkit lagi siapa tau dia masih mau menerima mu dengan kau buktikan kalau kau bisa berubah" ujar Danu memberikan semangat
"Awalnya aku pikir juga begitu Dan,aku ingin mengajak nya kembali karena sudah lama kami berpisah tapi Mentari tak kunjung melayang kan gugatan perceraian ke pengadilan tapi saat aku sudah bercerai dari Nita surat itu justru keluar dan Minggu depan untuk pertama kalinya kami di panggil" cerita Aris
"Berarti kalian akan bertemu di pengadilan?" tanya Danu dan diangguki Aris pelan
"Itu waktu yang tepat untuk mediasi Ris,ajak dia kembali jika memang kau merasa bersalah, tunjukkan kalau kau benar-benar ingin kembali" tunjuk Joe
__ADS_1
"Bagaimana jika dia tidak datang?" tanya Aris
"Itu derita loe Ris,tapi berdo'a saja siapa tau keajaiban berpihak pada mu" Ujar Joe sedikit terkekeh melihat penderitaan sahabat nya ini
***
"Kapan sidang nya?" tanya Bram
"Mungkin Minggu depan"
"Lalu persidangan nya?"
"Pengacara yang urus! atau mungkin kamu masih mau bertemu Aris" ucap Bram dengan nada cemburu
"Ngaco kamu kak!!"
"Jangan membuat ku menggila mal,aku tidak bisa kehilangan kamu lagi,aku tidak peduli Aris sahabat ku yang jelas dia sudah menyakiti mu" aku Bram membuat Mentari tersenyum kecil
__ADS_1
"Cukup sudah penderitaan yang di berikan Aris pada mu,aku yang akan menghapus semua nya,aku ingin kita segera menikah setelah masa Iddah mu berakhir"
Bram mendekat pada Mentari dan ******* bibir perempuan ini perlahan tanpa sadar Mentari mengikuti alur yang di ciptakan Bram keduanya bahkan tanpa sadar saling mengecup satu sama lain.
Sepasang kekasih ini tengah duduk gazebo taman yang ada di halaman rumah belakang.
Bram mengelus lembut paha Mentari dan menarik perempuan itu mendekat pada nya,Mentari sendiri tidak bisa memungkiri kalau dia juga berhasrat pad Bram, sentuhan tangan Bram seolah menghipnotis nya untuk pasrah.
kecupan Bram beralih ke leher Mentari membuat perempuan cantik itu mengeluarkan suara ******* yang membuat Bram tambah bernafsu,Bram menyelinap kan satu tangan nya masuk ke dalam rok yang di pakai Mentari membuat Mentari kaget,saat Mentari melihat bayangan bik Sur dia mendorong tubuh Bram seketika.
"Sayang...." panggil Bram kecewa, terlihat jelas mata nya sayu memohon pada Mentari untuk menyelesaikan nya tapi Mentari menggeleng.
"Kak,ada bik Sur" jawab Mentari kaku
"Aku masuk dulu untuk menyiapkan makan malam kakak,kakak mandi dulu" ucap Mentari gugup lalu berjalan ke arah dalam.
Memang bik Sur tidak melihat keduanya tapi Mentari tetap saja tidak enak jika Bik Sur memergoki mereka secara mereka belum sah menjadi suami-istri.
__ADS_1