
"Sayang ini uang belanja besok mas mau di masakan yang enak-enak ya" ucap Aris memberikan uang 100 ribu untuk Mentari
"Memang nya selama ini masakan aku nggak enak mas?" tanya Mentari
"Enak!!! kamu masak selalu enak tapi mas ingin yang spesial"
Mentari melihat uang 100 ribu itu dengan pikiran panjang, bagaimana mau masak enak sedangkan harga sembako saat ini saja sudah melonjak tinggi, tidak mungkin dia membeli ayam hanya untuk dirinya dan Aris bagaimana dengan penghuni lain nya.
Mentari hanya menghela nafas panjang lagi-lagi harus dia yang menombok nya.
****
"Mbak Tari....." pekik Inayah
"Mana dress bunga pink yang aku minta mbak cuci kemarin?" tanya Inayah, belum sempat Mentari menjawab sang mertua sudah memanggil
"Tari ..tolong dong setrika kan baju ibu,hari ini ada arisan!!"
"Iya bu" jawab Mentari
"Mbak...mana baju ku,aku mau pergi"
"Sebentar Na,mbak juga mau bekerja"jawab Mentari
"Bukan urusan ku mbak" ketus Inayah membuat Mentari menghela nafas panjang,baru sepekan menjadi istri Aris sudah membuat Mentari lelah dengan rutinitas sehari-hari nya, hampir semua pekerjaan rumah dia yang kerjakan seperti pembantu.
__ADS_1
"Sayang, jaket mas di mana?" tanya Aris
"Sebentar Mas aku sedang setrika baju" sahut Mentari.
Menyelesaikan semua pekerjaan membuat Mentari benar-benar kewalahan sang mertua dan adik ipar mulai bertumpu pada diri nya.
"ini mas jaket nya"
"Terimakasih" ucap Aris tersenyum kecil
"Mas sudah sarapan?" tanya Mentari
"Sudah,ayo berangkat" ajak Aris
"Sebentar mas aku bungkus bekal dulu" ujar Mentari berlari ke dapur.
"Bu... lauk nya mana?" tanya Mentari pada sang mertua
"Tadi Laila kemari,dia nggak sempet masak jadi di bungkus nya untuk Rahman lagian nggak ada lagi yang mau makan kan" ujar Ibu Aris membuat Mentari terdiam lemas,dia masak hari ini untuk Aris dan bekal dirinya tapi malah sang adik ipar yang membungkus makanan nya.
"Kamu keberatan?"
"Nggak bu, Alhamdulillah kalau habis"jawab Mentari cepat
"Aku pamit kerja dulu ya bu" ucap Mentari menciumi punggung tangan sang mertua lalu segera keluar
__ADS_1
"Ayo mas berangkat" ajak Mentari dan di anggukki Aris
Ingin rasanya menitikkan air mata tapi percuma tidak akan merubah keadaan,Aris tidak akan mau pindah dari rumah ibu nya karena dia merasa belum mampu untuk menghidupi Mentari.
"Semangat kerja nya mas,aku masuk dulu" ujar Mentari menyalami punggung tangan Aris lalu segera masuk
Ingin rasanya berbagi kisah dengan teman-teman nya yang lain tapi ini aib rumah tangga nya membuat Mentari harus menyimpan nya sendiri.
***
"Ina kamu jangan tau nya keluyuran terus,coba kerja biar bisa bantu-bantu ibu" ucap Aris pada adik perempuan nya ini
"Mas,aku itu sedang berusaha cari kerja saat ini tapi belum ada yang cocok mas"
"Kerja apa saja Na yang penting halal setidaknya untuk kamu sendiri dulu,agar ibu tidak terlalu berat"
"Mas keberatan memberikan ibu dan aku uang selama ini?"
"Bukan nya keberatan na,tapi mas sudah memiliki istri lagi pula penghasilan mas mengojek tidak terlalu besar na, kamu juga sudah dewasa sudah bisa bekerja"
"Ris kamu semenjak menikah malah jadi perhitungan begitu apa istri kamu tidak boleh memberikan uang pada ibu dan Inayah?" ucap ibu Aris kesal
"Bukan begitu bu, justru Mentari tak pernah sekalipun menanyakan uang ku,dia menerima berapa pun yang aku berikan tapi aku juga ingin menabung Bu untuk masa depan kami"
"Makanya dari dulu sudah ibu ingatkan, menikah dengan orang kaya Ris agar hidup kuta tidak susah,kamu malah menikah dengan ayah panti ya begini lah jadi nya kita sama-sama susah" ucap ibu Aris
__ADS_1
"Kamu Na jangan mau menikah dengan lelaki pengangguran atau pun miskin,cari yang kaya raya agar kehidupan kita lebih baik" oceh ibu Aris
Aris hanya menghela nafas panjang mendengar ucapan ibu nya.