Mrs. Gilang Baskara

Mrs. Gilang Baskara
Ch.17


__ADS_3

Gedung Baskara Group.


Gilang tengah berkutat dengan berkas-berkas yang menumpuk di atas mejanya.


Tok..tok..tok..


“Masuk.” Teriak Gilang dari dalam.


“Maaf pak, di luar sudah ada client yang ingin menemui anda untuk membicarakan masalah kerja sama proyek hunian yang ada di kota Y” Ujar Doni memberitahu.


“Persilahkan dia masuk.” Jawab Gilang.


Doni beranjak dari tempatnya, ia lalu mempersilahkan client tuannya itu untuk masuk.


“Tuan sudah menunggu anda di dalam.” Ujar Doni mempersilahkan tamu itu masuk.


“Terima kasih sekertaris Doni.” Jawab pria itu.


Pria itu lalu berjalan masuk ke dalam ruangan presdir.


“Selamat siang pak Gilang.” Sapa pria itu.


“Ya. Silahkan duduk pak Bramasta.” Ujar Gilang mempersilahkan tamunya untuk duduk.


“Jadi bagaimana pak, apa anda tertarik dengan kerja sama yang kami ajukan?” Tanya pria yang di panggil Bramasta itu.


“Berkas yang kalian ajukan telah saya baca, sepertinya ini akan menjadi hal yang bagus untuk kedua belah pihak.” Jawab Gilang.


“Jadi bagaimana pak Gilang? Apa anda setuju dengan hal yang kami tawarkan?”


“Ya, saya setuju. Kalian bisa mengantarkan berkas tentang kontrak kerja sama itu besok.” Jelas Gilang.


“Baiklah pak Gilang. Senang bisa bekerja sama dengan anda.” Kata pria itu, sambil menjabat tangan Gilang.


Setelah pembicaraan kerja sama itu selesai, pria itu kemudian pamit undur diri dari ruangan.


Gilang lalu berjalan berdampingan untuk mengantar clientnya itu ke depan.


Sesampainya di depan ruangan “Doni antar pak Bramasta sampai di bawah.” Perintah Gilang pada Doni yang sejak tadi sudah berdiri menyambut client tuannya.


“Mari pak Bramasta, saya antar.” Doni mempersilahkan.


Sebelum melangkah pergi pria itu sekali lagi pamit pada Gilang “Saya permisi pak.”


“Ya, silahkan.” Kata Gilang.


Setelah melihat client nya pergi, Gilang berjalan masuk kembali dalam ruangannya untuk meneruskan pekerjaannya yang sempat tertunda tadi.


***


Sementara di mansion.


Marsya dan bibi baru saja turun dari taksi yang mengantarkan mereka.


Sesampainya di dalam rumah “Non Marsya mau bibi buatkan jus?” Tawar bi Suci.


“Boleh bi. Nanti jus nya di antarkan ke taman belakang ya bi. Marsya mau ke kamar dulu ganti baju.” Jawab Marsya, kemudian berjalan menuju kamar miliknya.


Sedangkan bibi berjalan menuju dapur untuk membuatkan minuman sehat buat nyonya nya yang sedang hamil itu.

__ADS_1


Di dalam kamar, Marsya mengambil pakaian santai nya dari dalam lemari dan memakainya.


Setelah selesai berganti pakaian, Marsya kemudian beranjak menuju taman belakang yang sekarang menjadi tempat favoritnya di mansion ini.


Bersamaan dengan itu, bibi juga terlihat berjalan menyusul Marsya.


“Ini non jus nya.” Sambil meletakan nampan yang berisi minuman dan beberapa cemilan sehat yang tadi bibi siapkan “Bibi juga buat beberapa cemilan sehat yang baik untuk kandungan non Marsya.”


Saat bibi akan beranjak kembali menuju dapur, Marsya menahannya.


“Bibi temani Marsya ya di sini. Bibi juga boleh makan cemilan-cemilan ini sambil bercerita sama Marsya ya ya.” Pinta Marsya sambil menampakkan wajah memelasnya.


“Non Marsya membuat bibi merasa bukan seperti pembantu disini.” Kata bi Suci sambil kembali duduk di samping Marsya.


Memang benar bi Suci merasa dirinya bukanlah pekerja di tempat ini karena sering di perlakukan spesial oleh Marsya.


“Bibi jangan ngomong kayak gitu, Marsya sudah menganggap bibi sebagai ibu Marsya juga. Bibi mengingatkan Marsya pada ibu Marsya yang ada di kampung.” Ujar Marsya sambil mengelus bahu bi Suci.


“Dan non Marsya mengingatkan bibi pada anak bibi yang entah sekarang ada di mana.” Kata bi Suci, wajahnya tiba-tiba berubah menjadi sedih.


“Memang anak bibi tidak pernah mengabari bibi sekedar untuk menanyakan bagaimana kabar bibi sekarang.” Tanya Marsya yang merasa iba pada bi Suci.


“Dia sudah tidak pernah memberi kabar sejak dirinya telah menikah dan merantau ke kota orang bersama suaminya.” Jelas bi Suci.


“Bibi boleh anggap Marsya sebagai anak bibi jika bibi mau.” Ujar Marsya sambil tersenyum pada bi Suci.


“Ya. Bibi merasa beruntung dipertemukan dengan orang baik seperti non Marsya.” Kata bi Suci.


Marsya memeluk bi Suci sambil mengelus punggung wanita paruh baya itu, menyalurkan pelukan hangat seorang anak yang mungkin selama ini bi Suci rindukan.


Diperlakukan seperti itu membuat bulir-bulir kristal menumpuk di bawah mata bi Suci.


“Sudah sedih-sedihnya bi, lebih baik bibi makan juga buah-buahan ini agar bibi bisa tetap sehat di masa-masa tua bibi sekarang.” Kata Marsya berusaha mencairkan suasana yang mellow tadi.


Bibi hanya tertawa, lalu meraih salah satu potongan buah dan melahapnya.


Mereka berdua terus bercerita tentang banyak hal hingga tak terasa langit telah berubah menandakan sore hari.


Marsya dan bibi kemudian beranjak ke kamar masing-masing untuk membersihkan diri sebelum pergi menyiapkan makan malam nanti.


***


Hidangan telah siap di atas meja makan.


“Bi, kok mas Gilang belum pulang ya jam segini. Kan biasanya juga pulang sore.” Kata Marsya bertanya-tanya.


Atau mas Gilang sedang pergi menemani nona Elena. Batin Marsya.


Masih teringat jelas di benaknya tentang perkataan Elena tadi di rumah sakit.


“Berpikiran positif saja non, mungkin saja saat ini tuan Gilang sedang banyak kerjaan hingga belum pulang.” Ujar bibi berusaha menenangkan Marsya yang terlihat berpikir.


“Lebih baik sekarang non Marsya makan dulu, kasihan bayi yang ada di dalam perut non Marsya yang saat ini pasti menunggu asupan dari non Marsya.”


“Bibi benar, sebaiknya Marsya sekarang makan. Lagian mas Gilang juga pasti tidak peduli pada ku.”


“Bibi juga makan ya, temani Marsya makan disini.” Kata Marsya lagi.


***

__ADS_1


Sementara di kantor Gilang masih berkutat dengan berkas-berkas yang sudah mulai berkurang tumpukannya.


Ia terlalu fokus ingin menyelesaikan pekerjaannya yang menumpuk agar besok ia bisa sedikit melonggarkan peregangan otot di tubuhnya, hingga Gilang tidak memperhatikan waktu.


Doni pun sama, ia masih berada di meja kerjanya memantau dan menyusun jadwal-jadwal pertemuan tuannya untuk beberapa hari ke depan.


Mereka bekerja hingga tak terasa waktu menunjukkan pukul 10 malam.


Pekerjaan Gilang telah selesai, ia lalu merapikan mejanya yang sedikit berantakan akibat ulahnya.


Ia duduk bersandar mengistirahatkan diri sejenak sebelum beranjak pulang.


Beberapa menit berlalu.


Gilang beranjak dari kursi, meraih jasnya lalu berjalan keluar.


“Doni, sudah malam. Kau bisa pulang.”


“Baik Tuan.” Doni lalu membereskan mejanya.


Ia pun berjalan mengikuti langkah tuannya menuju lift.


Di dalam lift.


“Mungkin besok aku akan terlambat ke kantor, aku ingin tidur lebih lama besok. Kau bisa menyusun ulang jadwal ku di pagi hari pindahkan menjadi siang.” Ujar Gilang pada Doni.


“Baik Tuan.”


Ting.


Lift terbuka. Gilang dan Doni menuju kendaraan mereka yang terparkir di halaman kantor.


Gilang langsung menancap gas meninggalkan lingkungan kantor menuju mansion miliknya.


***


Sementara di mansion.


“Hooamm.” Bibi menguap.


Marsya yang melihat itu pun merasa kasihan, sedari tadi bibi menemaninya untuk menunggu Gilang pulang.


Entah mengapa Marsya merasa sangat ingin menunggui suaminya pulang dan melihat wajah suaminya sebelum ia tertidur.


“Bibi tidurlah, Marsya tidak apa-apa menunggu sendirian disini.” Ujar Marsya.


“Tapi non ..” Bi Suci ingin membantah tapi langsung Marsya potong “Tidak apa-apa bi, bibi masuklah. Marsya akan sangat marah kalau bibi memaksakan diri menemani Marsya di sini, sedangkan bibi pasti sudah sangat lelah ingin beristirahat.” Kata Marsya tidak ingin di bantah.


“Baiklah. Non Marsya jika sudah mengantuk pun, istirahatlah. Kasihan bayi yang ada di dalam.” Kata Bi Suci sebelum akhirnya menghilang di balik pintu kamarnya.


Marsya pun sebenarnya sudah sangat mengantuk ingin tidur, matanya terasa sangat berat. Tapi ia paksaan sebelum melihat wajah suaminya.


Detik berganti menit berganti jam.


Yang di tunggu belum juga datang, mata Marsya pun sudah tidak bisa di ajak kompromi, hingga akhirnya ia tertidur di atas sofa.


***


Author minta dukungannya ya readers lewat Vote like dan komen kalian semua🤗❤️

__ADS_1


__ADS_2