
“Kami pergi mah, pah.” Pamit Gilang dan Marsya bersamaan.
Hari ini Gilang dan Marsya akan pergi ke tempat wisata terpopuler yang ada di Perancis.
Setelah kemarin tiba dan beristirahat penuh, Nyonya Baskara menyuruh mereka untuk pergi menikmati waktu berdua di kota ini.
Mereka hanya menyetujui perintah Lily karena tidak ingin membuat seorang Nyonya Baskara itu curiga dengan mereka.
“Ya, pergilah. Buatlah istri mu senang hari ini.” Kata Nyonya Baskara. Gilang mengangguk sebagai tanda bahwa ia mengerti.
Sedari tadi Marsya hanya diam dan kadang sesekali tersenyum menanggapi pertanyaan sang mertua.
***
“Masuk.” Perintah Gilang pada Marsya untuk memasuki mobil yang akan mereka gunakan menuju tujuan mereka.
Marsya pun berjalan menuju pintu samping mobil saat Marsya akan membuka pintu bagian belakang, Marsya berhenti setelah mendengar ucapan Gilang.
“Siapa yang menyuruhmu duduk di belakang? Apa kau pikir aku ini supirmu?” Hardik Gilang.
“Maaf tuan.” Jawab Marsya dengan suara yang sangat pelan.
“Cepat masuk, sebelum mama melihat kita.” Kata Gilang lagi. Marsya pun berjalan pindah ke kursi depan samping Gilang.
Mobil pun berlalu meninggalkan halaman mansion menuju arah tempat wisata itu berada.
Mereka akan mengunjungi Menara Eiffel yang menjadi ikon wisata di kota itu.
__ADS_1
Sesampainya di sana, Gilang memarkirkan mobil mereka lalu turun di ikuti Marsya.
Tempat itu sudah ramai dengan pengunjung yang ingin menikmati keindahan dan berfoto di Menara Eiffel.
Drtt.. drtt.. drtt
“Kau pergilah melihat-lihat. Terserah kau mau berfoto atau apapun.” Kata Gilang sambil berlalu meninggalkan Marsya untuk menerima panggilan telpon yang entah siapa penelponnya.
Marsya yang di tinggalkan pun bingung ingin pergi kemana, karena jujur ini adalah kali pertamanya pergi ke tempat seperti ini.
Dengan ragu-ragu Marsya memberanikan diri pergi mendekat ke arah menara itu untuk sekedar berfoto sebagai kenang-kenangan nya nanti ataupun sekedar melihat keindahan sekitar yang tidak mereka jumpai di Indonesia.
“Huft.” Masya menghembuskan nafas kasar, merasa bosan dengan keadaan sekarang.
Karena lelah berdiri terus, akhirnya Marsya memilih berjalan mencari bangku yang ada untuk duduk, kehamilan ini membuat dirinya cepat sekali merasa lelah.
Marsya duduk di bangku taman yang ada disitu, memperhatikan orang-orang yang tampak serasi bersama pasangan mereka entah itu sekedar bercerita dan tertawa maupun berfoto bersama.
Marsya berharap suatu hari nanti seiring dengan berjalannya waktu Gilang bisa berubah, ia juga berharap pernikahannya dapat bertahan seumur hidup.
Tapi semua harapan itu ia kembalikan lagi pada Yang Diatas, Tuhan yang mengatur segala sesuatunya.
Sementara dirinya sibuk memperhatikan kerumunan orang-orang yang berlalu lalang.
Dirinya di buat kaget saat ada seseorang yang memegang pundak kirinya.
Hal itu refleks membuat Marsya berbalik untuk melihat orang tersebut.
__ADS_1
“Kamu.” Ucap Marsya yang merasa heran melihat laki-laki yang saat ini berada di sampingnya, bahkan lelaki itu sekarang beralih duduk di samping Marsya.
“Hai Sya, kebetulan sekali kita bertemu lagi. Bahkan di negara orang pun kita masih bisa bertemu secara tidak sengaja seperti ini.” Kata pria itu sambil cengegesan tidak jelas.
“H..Hai. Hehe iya. Sedang apa kamu disini?” Balas Marsya sedikit canggung.
“Oh emm itu, aku ada urusan pekerjaan disini. Tapi karena hari ini lagi free jadi aku menyempatkan diri untuk sekedar jalan-jalan di tempat ini.” Jawab Leo. *Ya jika dari kalian ada yang menebak pria itu adalah Leo, selamat kalian dapat jempol author hahaha.*
“Kamu sendiri, sedang apa disini? Apa kamu datang bersama majikan kamu? Tapi mengapa perutmu seperti kelihatan lebih besar dari pertama kali kita bertemu?” Tanya Leo lagi.
“I..iya saya datang bersama majikan saya, mereka sedang libur keluarga jadi saya di suruh ikut oleh mereka. Saya memang sedang mengandung sekarang” Jawab Marsya gugup, takut tiba-tiba Gilang datang menghampirinya.
Marsya pun tidak tahu suaminya itu sedang berada di mana sekarang, ia juga bingung harus mencari dimana keberadaan suaminya itu.
“Apa itu artinya kamu sudah menikah? Lalu di mana mereka? Majikan dan suamimu sekarang” Tanya Gilang lagi.
“Mereka sedang berfoto disana. Sedangkan suami ku bekerja di kampung” Jawab Marsya sambil menunjuk ke sembarang tempat.
“Oh. Ya sudah ayo hampiri mereka, siapa tau aku pun mengenal majikan mu itu.” Ujar Leo, yang membuat Marsya membulatkan matanya.
“Mmm, sepertinya itu tidak perlu. Saya permisi Leo, takut akan di cari oleh majikan saya.” Jawab Marsya sambil buru-buru beranjak dari tempatnya, berjalan menuju arah yang tadi ia tunjuk sembarangan.
Tanpa Marsya dan Leo sadari, ada sepasang mata yang sedang memperhatikan mereka dari kejauhan dengan mengepalkan tangannya, merasa sangat marah dengan apa yang ia lihat tadi.
❤️
Hai readers tersayang author, terima kasih untuk doanya semuanya🙏
__ADS_1
Jangan lupa vote, like dan komen ya biar author tambah semangat❤️
Skefo : Episode berikutnya akan up jam 1 siang