Mrs. Gilang Baskara

Mrs. Gilang Baskara
Ch.61


__ADS_3

Keesokan harinya, setelah pencarian panjang yang tidak membuahkan hasil.


Gilang berencana untuk tidak ke perusahaan hari ini demi menemani Ken yang rencananya sudah bisa pulang ke rumah. Sementara masalah yang ada di perusahaan Gilang serahkan pada Doni untuk ditangani.


Tentang masalah Marsya yang kabur kemarin, sempat heboh di kalangan perawat yang bertugas merawat baby Ken dan Marsya.


Tapi atas permintaan Gilang, berita itu tidak sampai tersebar di publik karena Gilang tidak mau semua orang tahu tentang masalah rumah tangganya. Ia tidak mau ada musuh yang menggunakan kesempatan ini untuk menjatuhkannya.


***


“Bi, apa semua barang sudah di bereskan semua?” Tanya Gilang yang baru saja kembali dari ruangan baby Ken untuk melihat bayi itu di mandikan.


“Sudah Tuan.” Jawab Bi Suci.


“Mungkin sebentar lagi suster akan datang membawa Ken kemari untuk di bawa pulang.” Ucap Gilang sambil mendudukan diri di sofa empuk itu.


Duduk dengan posisi tangan yang memijat kepalanya, Gilang berharap rasa sakit itu dapat berkurang.


Dimana kamu Sya.


Apa kamu tidak sayang pada bayi kecil itu.


Maafkan aku Sya, maafkan aku yang tidak jujur padamu, seharusnya saat itu aku mengatakan yang sebenarnya.


Sungguh aku menyesal Sya. Tolong kembalilah demi Ken, anak kita.


Gilang hanya dapat berandai-andai sekarang, kalau saja waktu itu ia jujur mungkin semuanya tidak akan seperti ini.


Nasi sudah menjadi bubur, yang Gilang perlu lakukan sekarang adalah mencari istrinya itu hingga ketemu dan menjelaskan semuanya tanpa ada yang di sembunyikan lagi.

__ADS_1


15 menit kemudian.


Tok .. Tok .. Tok


Bunyi ketukan pintu dari luar.


Bibi pun bergegas membukakan pintu itu.


Tampak dokter Stella dan satu orang perawat di sana.


“Tuan, anak Anda sudah bisa di bawa.” Ucap dokter Stella sambil menyerahkan baby Ken pada ayahnya.


“Terima kasih dok.” Balas Gilang.


“Saya turut prihatin atas masalah yang sedang terjadi pada keluarga Anda. Semoga Nyonya Baskara bisa di temukan secepatnya.” Kata dokter Stella iba.


“Ya, saya juga berharap seperti itu.” Sahut Gilang.


“Sama-sama Tuan.”


Bibi dan Gilang pun akhirnya pergi meninggalkan rumah sakit itu dengan baby Ken bersama mereka.


***


Mansion.


Sesampainya di mansion, Gilang langsung meraih baby Ken kedalam gendongannya dan membawa bayi itu naik ke kamar atas. Kamar utama miliknya dan Marsya.


Selama beberapa bulan tidak menempati kamar itu, rasanya tetap sama tidak ada yang berubah. Kamar itu tetap rapi dan bersih, dikarenakan Gilang yang meminta Bibi untuk tetap membersihkan dan merawat kamar itu.

__ADS_1


Dengan menghela napas berat “Sungguh, aku merindukanmu Sya.” Gumam Gilang putus asa.


Ini sudah hari kedua setelah Marsya pergi tapi belum ada kabar tentang wanita itu dari orang suruhannya.


Kini pandangan Gilang teralih pada bayi kecil mungil dalam dekapannya, rasa bersalah selalu hadir saat melihat putra kecilnya itu.


Maafkan papa Ken. Gara-gara papa sampai mama kamu pergi meningalkanmu seperti ini.


Semua salah papa, ya salah papa.


Mata Gilang berkaca-kaca menatap putra kecilnya yang tidak bersalah itu.


Dengan sepenuh hati Gilang menciumi seluruh wajah Ken, berharap Ken dapat merasakan penyesalannya karena telah membuat anak dan ibu itu terpisah.


Papa pasti akan menemukan mama mu secepatnya. Tekad Gilang dalam hati.


Perlahan papa muda itu berjalan menuju tempat tidur king size miliknya untuk meletakkan baby Ken di sana.


Sebenarnya ada box bayi di kamar itu yang sudah Gilang sediakan, tapi untuk sekarang Gilang ingin menemani Ken tidur.


Rasanya tidak tega membiarkan bayi mungil itu tidur siang sendirian, jadi Gilang berinisiatif untuk menemani putra kecilnya itu seharian di dalam kamar.


❤️


Author sengaja kasih End, soalnya votenya dikit amat☹️


Untuk 6 orang yang vote hari senin kemarin, author ucapkan terima kasih banyak ya🙏


Mau istirahat dulu deh.

__ADS_1


See ya👋


Author bakal balik up bab, setelah mood kembali😊


__ADS_2