
Beberapa hari setelah pembicaraan dari hati ke hati antara Marsya dan Gilang.
Hubungan mereka pun semakin baik dari hari ke hari, Gilang pun selalu menunjukkan perhatiannya pada Marsya terlebih kehamilan Marsya sudah menginjak bulan kesembilan yang artinya anak mereka akan segera hadir di dunia.
Dan hari ini Marsya berencana akan mengunjungi dokter Stella untuk mengecek kandungannya, sekaligus berkonsultasi tentang waktu melahirkan nanti.
***
Sambil mengecup kening Marsya “Sayang, aku berangkat ke kantor sekarang. Kamu baik-baik ya disini. Ingat jangan lakukan hal-hal yang sudah aku larang!” Ucap Gilang mengandung sedikit peringatan untuk Marsya.
Ya, Gilang semakin protektif pada Marsya akhir-akhir ini. Gilang melakukan itu semua karena ia tidak mau mengambil resiko jika terjadi sesuatu pada anaknya yang ada di perut Marsya.
“Iya mas, hati-hati.” Balas Marsya sambil menampilkan senyum manis agar suaminya itu semangat kerjanya.
“Oh iya mas, sebentar aku sama Bibi akan ke rumah sakit untuk konsultasi sekaligus mengecek kandungan ku.” Kata Marsya lagi.
“Iya pergilah, kalian hati-hati di jalan.” Jawab
Gilang yang sudah siap ingin pergi menuju mobilnya.
Tapi tiba-tiba Gilang menghentikan langkahnya
“Apa perlu aku menyuruh Doni untuk mengantar kalian sebentar?” Tanya Gilang kemudian.
“Tidak usah mas, aku dan Bibi akan naik taksi saja. Kasihan Doni jika harus bolak-balik mengantar kami.” Jawab Marsya cepat.
“Oh baiklah kalau begitu. Aku pergi sekarang ya.” Ucap Gilang sambil berlalu dari hadapan Marsya.
Setelah kepergian Gilang ke kantor, kini Giliran Marsya untuk bersiap-siap.
“Bi, siap-siap ya. Temani Marsya ke rumah sakit.” Ujar Marsya pada Bibi yang saat itu sedang berada di dapur.
“Baik Non.” Jawab Bibi.
Marsya pun kembali ke kamar untuk menganti pakaiannya.
***
Rumah Sakit Medika.
Bibi dan Marsya baru saja sampai di tujuan menggunakan taksi.
“Ayo Non, Bibi bantu.” Kata Bi Suci sambil membantu Marsya turun dari mobil.
“Makasih Bi.” Balas Marsya saat sudah turun dari mobil itu.
Mereka pun berjalan bersama menuju ruangan dokter Stella, kali ini Marsya tidak perlu menunggu antrian karena dirinya sudah membuat janji dengan dokter Stella bahwa ia akan datang hari ini.
“Pagi Dok.” Sapa Marsya dan Bibi bersamaan.
__ADS_1
“Pagi juga Bu Baskara.” Balas dokter Stella.
“Kali ini sama Bibi ya datangnya, saya pikir sama pak Gilang datangnya.” Kata dokter Stella basa-basi.
“Iya dok, suami saya hari ini kerja makanya datangnya sama Bibi.” Jawab Marsya.
“Oke Bu, kita periksa dulu ya.” Ucap dokter Stella mempersilahkan Marsya untuk naik ke ranjang perawatan untuk di periksa.
Dengan di bantu Bibi dan salah satu perawat, akhirnya Marsya bisa naik ke atas ranjang itu.
“Baik Bu, saya periksa ya.” Kata dokter Stella meminta izin Marsya.
Beberapa menit kemudian, pemeriksaan pun sudah selesai.
Marsya saat ini sedang duduk berhadapan dengan dokter Stella untuk melakukan konsultasi.
“Dari hasil pemeriksaan tadi hasilnya sangat bagus sekali, janinnya juga sehat di dalam.”
“Dan dari hasil perkiraan saya, Bu Baskara mungkin akan melahirkan sekitar 1 minggu lagi. Jadi saran saya, menjelang persalinan ini Ibu Baskara bisa lebih banyak bergerak lagi misalnya jalan-jalan santai di sekitaran halaman rumah, berendam atau berenang agar dapat mempermudah saat proses persalinan nanti.” Jelas dokter panjang lebar.
“Satu minggu lagi ya dok?” Tanya Marsya serasa tidak percaya, sekaligus gugup menanti waktu itu datang.
“Iya, dari perkiraan saya seperti itu. Namun HPL (Hari Perkiraan Lahir) ini juga kadang bisa lebih cepat dari waktu yang di perkirakan dan kadang juga bisa lebih lama.” Jawab dokter Stella.
“Tapi saran saya, lebih baik mempersiapkan di awal sambil menunggu waktu itu datang. Agar bisa mencegah kemungkinan yang akan terjadi.” Sambung dokter Stella, memberi saran.
“Iya baik dokter.” Balas Marsya.
Ia bisa melihat Marsya seperti takut dan gugup, dan itu hal yang wajar bagi Ibu yang akan melahirkan.
“Iya dok.” Sahut Marsya dengan senyum kaku di bibirnya.
Setelah melewati pemeriksaan dan konsultasi, Marsya dan Bibi pun pamit untuk pulang.
***
Marsya dan Bibi saat ini tengah menunggu taksi online yang sudah di pesan Marsya tadi.
“Bi, nanti Marsya akan singgah di kantor mas Gilang.” Kata Marsya.
“Iya terserah Non saja.” Jawab Bibi patuh.
Tidak lama kemudian, taksi yang di pesan Marsya sudah tiba.
Dengan perlahan Bibi membantu Marsya naik ke mobil itu. Setelah semua sudah siap, mobil pun berjalan menuju perusahaan milik Gilang.
***
Taksi berhenti di depan gedung Baskara Group.
__ADS_1
Bibi pun kembali membantu Marsya turun, saat Bibi ingin memapah Marsya masuk ke dalam halaman gedung.
Tiba-tiba Marsya menahannya.
“Bibi kembalilah ke mansion.” Ujar Marsya.
“Lalu nanti bagaimana dengan Non Marsya?” Tanya Bibi bingung.
“Nanti Marsya akan bersama mas Gilang, jadi Bibi tidak perlu khawatir.” Jawab Marsya dengan menampilkan senyum di bibirnya.
“Bibi takut Tuan akan marah Non, lebih baik Bibi antar ya sampai ke dalam. Barulah setelah itu Bibi akan pulang.” Tawar Bi Suci, ia takut jika membiarkan Marsya sendiri kesana tanpa pengawasan. Ia tidak mau kalau sampai Marsya kenapa-kenapa, dan Gilang yang akan marah padanya.
“Tidak perlu Bi, Marsya bisa kok.” Kata Marsya penuh keyakinan.
“Kalau Bibi takut mas Gilang akan marah. Bibi tenang saja, Marsya yang akan bilang pada mas Gilang kalau Marsya yang sudah suruh Bibi pulang duluan.” Sambung Marsya lagi.
Setelah berpikir agak lama, akhirnya Bi Suci menyetujui perintah Marsya.
“Baiklah Non, tapi hati-hati ya jalannya.” Kata Bibi dengan nada khawatir.
“Siap Bi, tenang saja.” Balas Marsya.
Bi Suci pun kembali ke mansion menggunakan taksi yang tadi mereka tumpangi.
Setelah kepergian Bibi, Marsya pun berjalan masuk ke halaman gedung dengan wajah berseri-seri.
Taksi tadi memang hanya berhenti di depan gedung, ia tidak sempat masuk ke dalam karena Marsya yang menyuruh sopir itu untuk berhenti di depan saja.
***
Dalam pikirannya Marsya saat ini, ia ingin mengetahui bagaimana reaksi Gilang saat melihatnya datang mengunjungi suaminya itu.
Dia pasti akan terkejut melihat ku. Batin Marsya bersorak senang.
Saat Marsya akan memasuki kawasan gedung, tiba-tiba ia mendengar suara seseorang yang sangat di kenalinya.
Itu suara mas Gilang. Pikir Marsya dalam hati.
Kebetulan saat itu kantor tampak sepi, karena merupakan jam kerja jadi seluruh karyawan saat itu sedang berada di ruangan mereka masing-masing.
Karena sepi, membuat Marsya bisa mendengar suara lelaki itu yang arahnya dari samping gedung dekat dengan taman kantor.
Karena penasaran Marsya pun berjalan ke sana. Tapi semakin dekat dengan tujuannya Marsya malah mendengar suara Gilang yang saat itu sepertinya sedang berbicara dengan seorang wanita.
Marsya semakin penasaran, maka itu dia mendekatkan jarak di antara mereka agar bisa mendengar apa yang sedang di bicarakan kedua orang itu.
Deg.
❤️
__ADS_1
Jangan lupa vote, like, dan komen ya🙏 Kasih bunga sekebon juga nggak papa🤗