Mrs. Gilang Baskara

Mrs. Gilang Baskara
Ch.62


__ADS_3

Malam hari di mansion milik Gilang.


Seharian itu Gilang tidak pernah keluar dari kamar, semua aktivitas ia lakukan di dalam.


Makan pun akan Bibi bawakan ke kamar majikannya itu.


Kalau Gilang hendak mandi, ia akan meletakkan baby Ken ke dalam box bayi agar putranya itu tetap aman.


Saat semua urusan mandinya selesai, ia akan kembali menaruh baby Ken ke atas tempat tidur miliknya dan berbaring bersama.


Sungguh aneh memang.


Saat Gilang tengah berkomunikasi dengan baby Ken, tiba-tiba pintu di ketuk dari luar.


Tok..Tok..Tok


“Anak papa tunggu sebentar ya.” Ucap Gilang pada baby Ken, meskipun bayi itu belum mengerti dengan apa yang Gilang katakan.


Ceklek.


Pintu terbuka, menampakkan Bi Suci yang sedang berdiri dengan nampan di tangannya.


“Permisi Tuan, ini makan malam Anda.” Ujar Bi Suci sambil menyerahkan nampan itu pada Gilang.


Gilang pun langsung menerima itu “Terima kasih Bi.”


“Sama-sama Tuan. Kalau begitu Bibi permisi dulu.” Pamit Bi Suci.


Setelah Bi Suci pergi, Gilang kembali menutup pintu kamar itu. Lalu berjalan menuju sofa yang ada di sana, meletakkan makanannya di atas meja dan mulai melahapnya.

__ADS_1


Meskipun selera makannya hilang semenjak Marsya pergi tapi demi Ken putranya, Gilang tetap makan agar setidaknya ia memiliki energi untuk menjaga Ken.


Setelah menyelesaikan makan malamnya, Gilang pun kembali menghampiri putranya itu di tempat tidur.


Lama Gilang berbaring sambil berbicara tidak jelas pada Ken, mengelus-elus pelan hingga bayi itu tertidur. Mungkin juga karena faktor kekenyangan setelah di berikan susu formula yang Gilang buatkan tadi.


Kasihan sekali kamu nak.


Gilang merasa hatinya seperti ditusuk ribuan jarum saat menyaksikan betapa lahapnya baby Ken menghabiskan susu formula yang ia buat tadi.


Sangat miris memang.


Seharusnya bayi mungil itu bisa menikmati ASI kalau saja Gilang tidak membuat kesalahan hingga Marsya pergi meninggalkan mereka.


Lelah bergelut dengan pikirannya, Gilang pun juga ikut tertidur sambil tangannya memeluk bayi kecil itu.


Tengah malam, saat semua orang sudah nyenyak dalam tidurnya.


Tiba-tiba saja Ken menangis dengan kencangnya hingga membuat Gilang yang berada di sampingnya terbangun.


“Ada apa sayang?” Tanya Gilang panik.


“Cup cup cup, sayang ada apa?”


“Anak papa haus ya.”


Gilang terus berceloteh sambil menepuk-nepuk pelan punggung Ken, agar bayi itu kembali tidur.


Tapi sepertinya usaha Gilang itu tidak berhasil karena baby Ken tetap saja menangis. Bahkan tangisannya lebih keras dari yang sebelumnya.

__ADS_1


“Tunggu sebentar ya sayang, papa bikin susu dulu untuk adek minum.” Ucap Gilang sambil beranjak dari tempatnya berbaring tadi.


Ia langsung menuju meja khusus yang menyediakan semua keperluan Ken disana, dari air panas, susu hingga dot dan alat untuk mensterilkan dot itu.


Dengan cepat Gilang melakukan pekerjaannya membuat susu. Setelah susu itu jadi, Gilang berjalan kembali menghampiri Ken.


Dan benar saja saat susu itu di berikan, Ken langsung diam. Mulutnya dengan cepat menghisap dot itu.


Ya Tuhan, aku tidak kuat melihatnya seperti ini.


Lagi dan lagi Gilang harus melihat pemandangan yang menyayat hatinya itu.


Air mata yang ia tahan sudah tidak dapat di bendung lagi. Rasa bersalah itu semakin besar di hatinya.


Hiksss …


“Sya, seharusnya kamu hukum saja aku. Tapi aku mohon jangan tinggalkan Ken seperti ini. Hikss …”


“Bayi ini tidak bersalah Sya, akulah yang salah. Aku mohon kembalilah.”


Tangisan pilu, menyayat hati memenuhi kamar itu. Tangisan penuh penyesalan dari seorang Gilang Baskara yang terkenal dingin dan tegas.


Mungkin tidak ada yang menyangka kalau boss dingin itu bisa menangis hingga seperti ini jika mereka tidak melihat langsung.


Memang sangat jarang bahkan tidak pernah mereka melihat Gilang menunjukkan perasaannya tentang apa yang ia rasakan di dalam hatinya.


Yang selalu mereka lihat selama ini adalah wajah datar tanpa ekspresi dari lelaki itu.


❤️

__ADS_1


__ADS_2