Mrs. Gilang Baskara

Mrs. Gilang Baskara
Ch.63


__ADS_3

Ini sudah tiga hari menghilangnya Marsya dari rumah sakit.


Gilang dan orang suruhannya sudah mencari hingga ke semua tempat namun belum juga mendapat kabar tentang keberadaan wanita itu.


Bahkan Gilang menyuruh orang suruhannya memantau rumah mertuanya yang ada di kampung tapi sepertinya Marsya memang tidak pulang kesana.


Marsya seperti ditelan bumi, ia seperti sudah merencanakan kepergiannya agar tidak terlacak.


***


Pagi itu Gilang terbangun karena mendengar dering ponselnya dari atas nakas.


Dengan cepat Gilang bangun dan meraih benda pipih itu, berharap yang menelpon adalah orang suruhannya yang sudah tahu dimana keberadaan istrinya.


Ternyata dugaannya salah, karena yang menelponnya saat ini adalah Doni.


“Bagaimana? Apa ada kabar tentang Marsya?” Tanya Gilang tanpa basa-basi.


“Maaf Tuan, ini bukan masalah tentang nona Marsya tapi ini masalah pekerjaan Tuan.” Jawab Doni dari seberang sana.


Mendengar masalah pekerjaan membuat semangat hidup Gilang seperti redup, bukan ini yang ia mau sekarang.


Dengan menghela napas panjang Gilang bertanya “Katakan.”


“Begini Tuan, saya sudah menangkap dalang yang menghasut warga saat itu. Dan orangnya saat ini sedang di tahan di gudang kantor.” Jelas Doni.


“Aku akan ke sana sekarang. Jaga dia, jangan sampai di kabur!” Balas Gilang dengan cepat.


Sebelum menuju ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya, Gilang pertama-tama menghampiri baby Ken yang masih lelap dalam tidurnya.


“Papa ke kantor sebentar ya sayang, doakan papa juga semoga bisa menemukan mama secepatnya.” Ucap Gilang sambil mengecup seluruh wajah baby Ken dengan gemas.


Setelahnya ia langsung beralih ke kamar mandi untuk segera membersihkan diri dan ke kantor.


***


Sementara di tempat lain, lebih tepatnya di sebuah kontrakan kecil.

__ADS_1


Seorang wanita terlihat baru saja bangun dari tidurnya, ia lalu melirik tempat disebelahnya mencari orang yang biasa tidur di sampingnya.


Sepertinya dia sudah bangun.


Wanita itu pun bangkit berdiri untuk mencari temannya yang sudah bangun terlebih dulu darinya.


“Udah bangun Sya?” Tanya salah satu wanita yang saat itu tengah berada di dapur untuk membuat sarapan.


“Maaf ya Din, aku bangunnya telat.” Jawab wanita yang tak lain adalah Marsya.


“Nggak papa. Mungkin kamu terlalu lelah menangis semalam, makanya seperti itu.” Balas Dina.


Ya, Dina adalah teman dekat Marsya saat masih bekerja di hotel dulu.


Karena bingung ingin kemana, akhirnya Marsya memutuskan untuk pergi ke rumah Dina untuk bersembunyi sementara waktu. Marsya tahu Gilang pasti akan mencarinya saat itu.


Selama tiga hari tinggal di kontrakan milik Dina, hampir setiap malam Marsya akan menangis karena merindukan bayi kecilnya itu. Dan Dina lah orang yang selalu menguatkan dan juga menghiburnya saat itu.


Dina sendiri sudah mengetahui permasalahan Marsya dan suaminya yang tak lain adalah Boss mereka dulu di hotel. Marsya sendirilah yang menceritakan hal itu, karena Marsya berpikir ia butuh orang untuk mendengar keluh kesahnya.


“Aku shift siang Sya.” Jawab Dina.


“Oh aku kira kamu libur.” Balas Marsya lagi sambil mulai membantu Dina yang sedang membuat bumbu sarapan saat tu.


Hening sekejap. Masing-masing sibuk dengan pekerjaannya di dapur.


Hingga Dina kembali membuka suara.


“Oh iya. Kamu serius mau pergi hari ini?” Tanya Dina tiba-tiba.


“Rencananya sih gitu Din. Aku juga tidak mungkin merepotkanmu terus-menerus.” Jawab Marsya.


Hari ini Marsya memutuskan untuk pulang ke kampung halamannya setelah menguatkan hatinya beberapa hari ini.


Marsya memutuskan akan menceritakan masalah rumah tangganya pada sang ibu, bahkan akan memberitahu pada ibunya bahwa ia dan Gilang telah bercerai.


“Tapi bagaimana kalau Boss menemukan mu.” Tanya Dina khawatir.

__ADS_1


“Tidak mungkin, karena aku yakin mereka pasti tidak akan mencari ku di tempat yang sama berulang-ulang.”


“Iya juga sih. Tapi kalau boleh aku sarankan Sya, lebih baik kamu pulang dan selesaikan masalah kalian baik-baik. Kasihan baby Ken Sya, anak itu masih begitu kecil untuk kamu tinggalkan.”


Mendengar ucapan Dina membuat Marsya kembali megingat anaknya itu.


Maafkan mama Ken.


Dina yang melihat wajah sedih Marsya jadi merasa tidak enak.


“Maafkan aku Sya, aku tidak bermaksud.” Ucap Dina dengan perasaat tidak enak hati.


Marsya hanya menganggukan kepala.


“Masalahnya memang tidak ada yang bisa diperbaiki lagi Din, tidak mungkin aku bertahan sama orang yang hatinya memang bukan untuk ku. Terlebih memang aku mendengar sendiri permbicaraan mereka.” Kata Marsya pelan.


“Semua keputusan ada ditangan mu Sya. Semoga saja memang ini jalan yang terbaik untuk kalian.” Ucap Dina menyudahi pembicaraan sensitif ini.


***


Sementara di mansion.


Gilang terlihat turun dengan baby Ken di gendongannya.


“Bi, aku akan ke kantor sebentar. Tolong mandikan dan jaga Ken.” Ucap Gilang sambil menyerahkan baby Ken pada Bi Suci.


“Baik Tuan.” Jawab Bi Suci sambil meraih Ken dalam gendongannya.


“Kalau begitu aku akan pergi sekarang.” Pamit Gilang pada Bi Suci.


Gilang langsung pergi dengan cepat keperusahaan, ia tidak sabar ingin bertemu dengan orang yang sudah sengaja bermain-main dengannya.


Sesampainya di perusahaan, Doni sudah menunggu di depan.


Mereka langsung menuju gudang tempat orang itu di sekap.


❤️

__ADS_1


__ADS_2