
Terminal Bus.
Sambil menunggu, Marsya memutuskan ke toilet sebentar untuk buang air kecil.
Marsya terus berjalan mencari toilet yang ada di tempat itu tanpa tahu seseorang terus mengawasi nya dari jauh.
“Ternyata disana.” Setelah bertanya sana-sini, akhirnya Marsya menemukan toilet itu juga.
Marsya pun masuk ke dalam untuk menuntaskan rasa buang air kecilnya.
***
Gilang dan Doni baru saja sampai di terminal.
Dengan cepat Doni menghubungi orang suruhannya untuk menanyakan posisi Marsya sekarang.
“Hallo, dimana Nyonya sekarang?” Tanya Doni.
Sementara Gilang di sebelahnya sudah gelisah seperti orang yang tidak sabar ingin ketemu langsung dengan istrinya.
“Nyonya sedang berada di toilet Tuan. Ini masih saya awasi dari jauh.” Jelas orang itu.
“Bagus. Tahan Nyonya disitu, Tuan Gilang dan saya akan kesana sekarang.” Balas Doni sambil langsung mematikan sambungan telepon itu.
“Bagaimana?” Tanya Gilang tidak sabar.
“Nyonya sekarang ada di toilet Tuan.” Jawab Doni cepat.
__ADS_1
Tanpa banyak bicara lagi Gilang langsung berlari mencari toilet tempat Marsya berada sekarang.
“Itu orang suruhan saya Tuan.” Tunjuk Doni pada laki-laki yang sedang berada agak jauh dari toilet itu.
Mereka langsung berlari menghampiri pria itu.
“Tuan.” Sapa pria itu.
“Nyonya masih di dalam Tuan.” Lanjutnya.
Tanpa mempedulikan Doni dan orang suruhannya, Gilang langsung berjalan cepat menuju toilet. Ia ingin menunggu Marsya langsung di sana.
***
“Jelaskan bagaimana kau bisa menemukan Nyonya disini?” Tanya Doni ingin tahu.
“Kerja bagus. Hubungi rekanmu untuk menghentikan pencarian Nyonya, kalian bisa istirahat sekarang. Dan untuk bayarannya, akan saya transfer setelah mengantar Tuan dan Nyonya pulang.” Balas Doni.
“Baik Tuan, kalau begitu saya permisi.”
Doni hanya mengangguk sebagai jawaban. Pria itupun langsung menghilang dari hadapan mereka.
Balik pada Gilang, dengan gelisah pria itu menunggu Marsya keluar. Perasaannya saat ini tidak menentu, rasa bahagia menyeruak dalam hatinya karena sudah menemukan wanita itu.
Tapi di sisi lain, rasanya Gilang juga ingin marah pada Marsya karena sudah meninggalkan anak mereka yang masih kecil.
Tidak berapa lama, orang yang ditunggu akhirnya keluar juga.
__ADS_1
“Mau kabur kemana lagi kamu heh!” Hardik Gilang tepat di depan Marsya.
“Ma...mas Gilang.” Gugup Marsya. Ia tidak menyangka Gilang menemukannya secepat ini.
“Ikut aku!” Perintah Gilang, pria itu langsung menarik Marsya untuk mengikutinya menuju mobil. Melihat itu Doni dengan sigap berlari untuk menyiapkan mobil.
“Lepaskan aku mas, aku tidak mau ikut denganmu!” Kali ini Marsya juga mulai terpancing emosi.
Marsya terus berontak, berusaha terlepas dari genggaman Gilang. Tapi sepertinya usahanya itu tidak berhasil, tenaganya bahkan tidak seberapa dengan tenaga lelaki itu.
“Lepaskan aku mas!” Marsya terus berteriak agar Gilang mau melepaskannya.
Pasangan suami istri itu sontak menjadi bahan tontonan orang-orang disana. Gilang seolah tidak peduli dengan tatapan orang-orang padanya, fokusnya saat ini adalah membawa Marsya pergi dari sana.
“Masuk!” Ucap Gilang pada Marsya.
“Aku tidak mau!” Marsya tidak mau kalah.
“AKU BILANG MASUK, JANGAN BIKIN AKU BERBUAT KASAR PADAMU MARSYA!” Habis sudah kesabaran Gilang melihat perlawanan Marsya.
Marsya tetap tidak mau menuruti perkataan Gilang.
Karena kesal Gilang langsung menggendong Marsya masuk ke dalam mobil.
“Jalan Doni!” Ucap Gilang.
Tanpa menunggu lagi, Doni langsung tancap gas meninggalkan terminal bus.
__ADS_1
❤️