
Sudah tengah malam dan Gilang baru sampai di mansion.
Saat tiba, yang Gilang lihat hanya ada Mang Ujang yang terlihat masih berjaga di pos.
Ia pun berjalan masuk ke dalam mansion. Di sana, suasana sudah tampak sunyi.
Mereka pasti sudah tidur. Pikir Gilang karena melihat beberapa lampu yang di matikan.
Dengan langkah gontai Gilang berjalan menuju kamar mereka di atas.
Dapat di lihat dari wajahnya kalau Gilang saat itu sangat lelah sekali.
Aku ingin tidur sambil memeluk istriku sekarang. Batin Gilang.
Sesampainya di atas Gilang pun dengan cepat membuka pintu, ia berharap bisa melihat wajah tenang istrinya yang sedang tidur.
Bukannya mendapati Marsya disana justru yang Gilang lihat adalah tempat tidur kosong tak berpenghuni.
“Mungkin Marsya di kamar mandi.” Pikir Gilang.
Ia pun memutuskan untuk mengganti pakaian kerjanya dengan piyama tidur.
Ketika masuk ke ruang pakaian, Gilang di buat kaget dengan keadaan lemari Marsya yang kosong dan terbuka begitu saja.
Deg Deg Deg.
Gilang panik luar biasa, ia pun berlari keluar dari kamar sambil berteriak memanggil Bibi.
“Bi…Bibi.” Teriak Gilang saat sampai di lantai bawah.
Tidak mendapat sahutan, Gilang pun berjalan cepat menuju kamar Bi Suci.
Tok … Tok … Tok.
“Bi.. Bi Suci.” Teriak Gilang sambil tangannya menggedor-gedor pintu kamar Bi Suci.
“Bibi, buka pintunya.”
Tidak lama pintu pun terbuka menampilkan wajah Bi Suci yang masih mengantuk saat itu.
__ADS_1
“Bi, dimana Marsya? Kenapa barang-barangnya tidak ada di atas?” Tanya Gilang panik.
“Apa yang terjadi Bi?” Tanya Gilang bertubi-tubi.
Mendengar rentetan pertanyaan dari majikannya membuat Bibi bingung sekaligus pusing.
“Jawab pertanyaan saya Bi!” Hardik Gilang saat melihat Bibi yang diam saja tanpa menjawab pertanyaannya.
Ya ampun Tuan, bagaimana saya mau jawab kalau Anda saja bertanya terus-menerus. Batin Bi Suci.
“Ehh.. begini Tuan, Non Marsya saat ini sedang berada di kamar bawah.” Jelas Bi Suci dengan pandangan yang terus mengarah ke bawah, tidak berani menatap wajah sang majikan.
“Kamar bawah?” Beo Gilang bingung.
“Memang kenapa sampai Marsya pindah ke bawah?” Sambung Gilang.
“Kasihan Tuan jika dalam keadaan hamil besar seperti itu Non Marsya harus bolak-balik ke atas, jadi Bibi memberi saran untuk pindah ke bawah saja.”
“Tapi tadi Non marsya bilang Tuan sudah mengizinkan ia pindah ke bawah, makanya tadi Bibi di mintai tolong untuk mengangkat barang Non Marsya di atas.” Lanjut Bibi menjelaskan.
“Kapan saya mengizinkan hal itu, ini saja saya baru tahu dari Bibi.” Jawab Gilang kesal, karena dari penjelasan Bibi tadi dapat di simpulkan bahwa istrinya itu telah berbohong.
“Maafkan saya Tuan.” Sesal Bibi.
Kenapa Non Marsya berbohong, apa mereka sedang ada masalah. Kata Bibi bertanya-tanya dalam hati.
“Ya sudahlah Bi, tidak apa-apa. Tadi saya hanya panik saja, saya pikir istri saya kabur.”
“Lalu dimana kamar yang Marsya tempati?” Tanya Gilang lagi.
“Kamar tamu yang pertama Tuan.” Jawab Bibi sambil tangannya menunjuk kamar yang Marsya tempati sekarang.
“Oh. Ya sudah, Bibi kembalilah tidur dan maafkan saya jika sudah menganggu waktu istirahat Bibi.” Kata Gilang kemudian berlalu dari hadapan Bi Suci menuju kamar yang ditunjuk tadi.
Saat Gilang ingin membuka pintu kamar itu ternyata pintunya di kunci oleh Marsya dari dalam.
“Di kunci? Tumben Marsya mengunci pintunya.” Gumam Gilang.
“Sya … Marsya, buka pintunya ini aku.” Panggil Gilang berharap Marsya mendengarnya dari dalam.
__ADS_1
Beberapa kali memanggil dan mengetuk pintu itu tapi tidak ada sahutan dari dalam.
Gilang pun memutuskan kembali ke kamarnya yang berada di atas, ia ingat ada kunci cadangan yang ia simpan di kamar.
Dengan sedikit berlari, Gilang menuju kamar atas dan langsung membuka laci nakas tempat kunci cadangan kamar di simpan.
“Untung kunci cadangannya aku simpan.” Ucap Gilang dengan senyum sumringah di bibirnya.
Gilang pun kembali berlari turun ke bawah, lalu membuka pintu kamar tamu dengan kunci yang ia pegang sekarang.
Pintu pun terbuka.
Gilang langsung masuk ke dalam, disana terlihat Marsya yang sedang tidur dengan posisi miring membelakangi pintu sambil ditemani dengan cahaya remang lampu tidur.
“Wanita ini sungguh hampir membuatku jantungan, dan lihat sekarang dengan nyenyak nya dia tidur.” Ucap Gilang sambil menggeleng-gelengkan kepalanya gemas melihat Marsya.
Dengan perlahan Gilang naik ke tempat tidur, mengambil posisi di sebelah Marsya dan langsung membawa wanita itu ke dalam pelukannya.
Umm, tempat ternyaman beberapa bulan ini. Batin Gilang sambil memejamkan matanya.
Sebelum matanya benar-benar tertutup, Gilang masih sempat-sempatnya mengelus-elus perut Marsya.
Selamat tidur istri dan anakku. Kata Gilang dalam hati.
Mungkin karena faktor lelah Gilang pun menyusul Marsya ke alam mimpi.
❤️
Masih aman? 😂🤣
Selamat bagi yang benar menebak Marsya pindah ke kamar bawah, bukan minggat yang jauh😂
Kenapa hanya minggat ke bawah? Kenapa Marsya tidak pergi saja yang jauh? Jawabannya itu pasti akan sulit untuk Marsya, terlebih ada Mang Ujang yang selalu stand by berjaga di depan.
Kabur dari mansionnya nanti ya, setelah melahirkan😂😂 (Spoiler)
Tapi author minta, kalian jangan terlalu berekspektasi tinggi ya🙏 Takutnya yang author buat tidak sesuai dengan apa yang ada di pikiran kalian🤭
Yang penting nikmati aja alurnya, dan terus beri dukungan pada author lewat vote, beri hadiah, koin tips dan like serta komennya👍
__ADS_1
Love u and enjoy guys❤️🤗