Mrs. Gilang Baskara

Mrs. Gilang Baskara
Ch.51


__ADS_3

Saat Gilang ingin meraih Marsya kembali dalam pelukannya, tiba-tiba Marsya menghentikan pergerakan Gilang.


“Ayo kita lakukan, aku tidak mau kamu kecewa.” Sahut Marsya dengan yakin.


“Tidak! Sya dengar, aku tidak akan memaksa dan aku juga tidak ingin melakukannya dalam keadaan kamu yang terpaksa.” Tolak Gilang.


“Kamu tenang saja. Aku tidak akan kecewa karena hal ini, karena aku pun mengerti kamu pasti masih trauma akan hal itu.” Sambung Gilang lagi sambil menampilkan senyum agar Marsya tidak terbebani akan hal itu.


“Tidak mas, aku mau melakukannya. Ini murni karena keinginan ku mas, aku ingin menjadi istri yang sesungguhnya dengan cara melayani suamiku sendiri.” Yakin Marsya.


“Kamu yakin Sya?” Tanya Gilang dengan serius, semua tergantung Marsya sekarang.


“Iya, aku yakin mas.” Jawab Marsya mantap tanpa ragu.


Aku harap dengan begini, aku sudah menjadi istri mu yang sesungguhnya. Aku mau kamu melihat keseriusan ku untuk menerima kamu dan memulai semuanya bersama. Batin Marsya meyakinkan diri.


“Karena kamu yang bilang, jadi ayo kita lakukan. Aku mungkin akan membuatmu begadang malam ini.” Goda Gilang pada Marsya, tidak lupa dengan senyum manis di bibirnya.


Gilang langsung meraih kedua pipi Marsya, mencium bibir wanita itu secara perlahan.


Marsya gugup sejujurnya, tapi ia berusaha menikmati permainan Gilang.


Entah Gilang yang memulainya hingga mereka sudah polos tanpa busana sekarang.


“Apa kamu siap?” Tanya Gilang seolah meminta izin pada Marsya. Dengan mata terpejam Marsya mengangguk.


Dan malam panjang di antara mereka pun terjadi.


Malam yang berbeda dengan kali pertama mereka melakukan nya, kali ini di lakukan atas persetujuan masing-masing.

__ADS_1


***


Matahari sudah tampak menampilkan sinarnya, pertanda awal baru rumah tangga di mulai.


Di kamar bawah, sepasang suami istri yang semalam baru saja melewati malam panjang itu masih nyaman dengan selimut tebal yang menutupi tubuh polos mereka.


“Umm.” Gumam Marsya masih dengan mata terpejam.


Wanita itu mulai bergerak membebaskan diri dari pelukan Gilang. Perlahan Marsya membuka matanya, mengerjapkan mata sesekali agar dapat melihat dengan jelas.


Ingatannya kembali pada kejadian tadi malam, jika di ingat-ingat rasanya Marsya malu sekali di tambah melihat tubuhnya yang masih polos pagi ini.


Perlahan Marsya bangkit dari posisi tidurnya, lalu meraih kaos yang ada di tempat tidur dan memakainya dengan cepat. Ia sudah tidak peduli baju siapa yang dia pakai, asal bisa menutupi tubuhnya akan ia gunakan.


Marsya berjalan menuju kamar mandi untuk membersihkan dirinya, setelah itu ia berencana untuk membangunkan Gilang.


Selesai dengan ritual mandinya, Marsya beranjak menuju lemari pakaian lalu mengambil pakaian santai untuk di gunakan.


“Emm, sebentar sayang. Aku masih ingin tidur sejenak.” Jawab Gilang tanpa membuka mata, hanya posisi tidur yang ia rubah.


Astaga, aku masih belum terbiasa mendengarnya memanggil ku ‘sayang’.


“Masssss, bangun.” Kata Marsya agak sedikit mengeraskan suaranya.


“Lima menit lagi.” Balas Gilang dengan nada malas, sungguh ia masih sangat mengantuk.


Sungguh aneh, Marsya yang di buat capek tapi malah lelaki itu yang bermalas-malasan untuk bangun.


“Terserah mas saja.” Ucap Marsya menyerah untuk membuat lelaki itu bangun.

__ADS_1


Saat Marsya akan beranjak dari sebelah Gilang, tangan lelaki itu dengan cepat menahan Marsya pada posisinya.


“Mau kemana?” Tanya Gilang dengan mata yang sudah terbuka.


“Mau ke dapur, aku mau bikin susu.” Jawab Marsya.


“Tunggu sebentar lagi, temani aku disini.” Kata Gilang manja.


“Apasih mas.” Balas Marsya masih malu-malu, apalagi saat ini Gilang masih polos tanpa busana.


“Mandilah mas, habis itu sarapan lalu ke kantor.” Lanjut Marsya berusaha lepas dari cekalan Gilang.


“Baiklah. Tunggu aku di meja makan, aku akan menyusul.” Ucap Gilang sambil bangun dari tempat tidur.


Dengan santainya Gilang berjalan menuju kamar mandi tanpa malu Marsya melihatnya polos seperti itu.


“Massss …” Teriak Marsya dengan refleks menutup mata dengan tangannya.


“Hahahaha.” Tawa Gilang yang memenuhi isi kamar itu.


Setelah Gilang masuk ke dalam kamar mandi, Marsya pun berjalan keluar dari kamar.


❤️


Jangan protes, jangan protes🤭🤣🤣


Di baca dan ikuti alurnya😊


Part selanjutnya, kita akan memasuki detik-detik Marsya berpikir untuk menyiapkan surat cerai.

__ADS_1


Jadi stay tune, oke👍


Nah ini udah up dua bab, masa yang vote dikit doang sih🤭Mana nih dukungannya biar author semangat😘🤗


__ADS_2