Mrs. Gilang Baskara

Mrs. Gilang Baskara
Ch.27


__ADS_3

Di meja makan.


Pagi itu semua orang telah berkumpul di meja untuk mengisi perut mereka di pagi hari dengan makanan-makanan sehat.


***


Sedari tadi Marsya tidak berani menatap pada suaminya itu, ia masih merasa malu dengan kejadian pagi tadi meskipun sebenarnya Gilang lah yang harus malu jika saat itu ia bangun lebih cepat dari Marsya.


Marsya terus menunduk.


Karena kelakuan Marsya yang agak berbeda hari ini membuat Gilang dari tadi terus menatap pada wanita itu.


Ada apa dengannya, kenapa dari tadi dia terus saja menunduk seperti tidak ingin melihatku. Batinnya.


Marsya yang dari tadi merasa Gilang terus memperhatikannya merasa semakin gugup, jantungnya berdetak lebih cepat dari biasanya.


Kenapa dia terus menatapku seperti itu, aku kan tambah malu jadinya. Batin Marsya berteriak.


Tanpa mereka sadari, Lily yang berada di depan mereka sejak tadi terus memperhatikan tingkah dan gerak-gerik mereka.


Dasar pasangan muda. Ucap Lily dalam hati sambil menggelengkan kepalanya.


“Ada apa mah?” Tanya Kevin Baskara yang tadi sempat melirik pada istrinya.


Karena pertanyaan Kevin tadi membuat Marsya, Gilang serta Lily Baskara langsung serempak mengalihkan pandangan mereka pada Kevin.


“Kenapa kalian semua melihatku dengan tatapan seperti itu?” Tanya Kevin bingung sekaligus merasa ngeri.


“Sudah, lanjutkan sarapan kalian.” Timpal Kevin Baskara lagi.

__ADS_1


Situasi kembali hening, semua fokus pada makanan masing-masing.


***


Di ruang tengah kediaman Baskara, Perancis.


Setelah sarapan tadi, semua orang langsung menuju ruang tengah untuk duduk bersama sambil membicarakan hal-hal yang ingin di bicarakan.


“Kalian tidak ingin pergi jalan-jalan?” Tanya Lily Baskara pada Gilang dan Marsya.


“Mau kemana juga sih mah?” Jawab Gilang dengan nada malasnya.


“Ya pergilah, kemana kek ajak Marsya refreshing. Itu baik loh Gilang untuk kesehatan kandungan istrimu.” Balas Lily tidak mau kalah.


“Bagaimana kalau kamu ajak saja Marsya dinner berdua malam ini?” Usul Kevin Baskara memberi ide.


“Ide yang bagus, mama setuju.” Jawab Lily merasa senang dengan ide cemerlang suaminya.


“Kalau Marsya sih ikut keputusan dari mas Gilangnya saja mah?” Jawab Marsya canggung.


“Bagaimana Gilang?” Tanya Lily lagi pada anaknya itu.


“Ya sudah terserah.” Balas Gilang pasrah.


”Kenapa kamu seperti orang yang tidak bersemangat mengajak istrimu makan malam berdua?” Kali ini Kevin yang bertanya karena melihat raut wajah Gilang yang malas-malasan.


“Kamu tidak senang?” Tanya Kevin lagi.


“Bukan begitu pah.” Jawab Gilang cepat.

__ADS_1


“Lalu?”


“Lalu apa? Gilang kan tidak mengatakan tidak mau pah.”


“Sudah sudah. Kalian ini apa-apaan sih.” Ujar Lily yang jengkel dengan perdebatan anak dan ayah itu, hanya karena masalah sepele.


“Sya mending kamu ikut mama, kita kebelakang lihat tanaman-tanaman mama.” Kata Lily lagi mengajak menantunya yang sedari tadi hanya diam.


“Daripada kita di sini mendengar ocehan tidak jelas para lelaki.” Sindir Lily Baskara.


Marsya dan Lily pun beranjak dari tempat mereka duduk, berjalan berdampingan menuju taman belakang.


Gilang dan Kevin hanya diam saja sambil memperhatikan dua wanita itu berjalan menuju arah belakang hingga tak terlihat lagi bayangan mereka.


“Papa sih.” Gerutu Gilang menyalahkan Kevin atas omelan mamanya tadi.


“Kenapa papa? Ya kamulah.” Balas kevin tidak mau kalah.


“Ah, lebih baik Gilang naik ke kamar.” Kata Gilang pergi meninggalkan Kevin sendiri di ruangan itu.


"Dasar bocah nakal." Teriak Kevin Baskara yang masih bisa di dengar oleh Gilang.


"Dasar Orangtua." Balas Gilang sebelum akhirnya berlari menaiki tangga, menghindari lemparan bantal sofa yang siap di terbangkan oleh Kevin Baskara.


"Dasar anak-anak jaman sekarang." Gumam Kevin sambil mengeleng-gelengkan kepalanya.


❤️


Oke karna author udah up lagi😅Boleh dong minta vote kakak-kakak semua🙏

__ADS_1


Semoga suka🤗


__ADS_2