Mrs. Gilang Baskara

Mrs. Gilang Baskara
Ch.34


__ADS_3

Malam hari di meja makan.


Kedua pasangan muda itu saat ini tengah makan bersama.


Suasana saat itu cukup canggung bagi Marsya, sementara Gilang terlihat santai di tempatnya.


“Tolong airnya.” Perintah Gilang pada Marsya.


Dengan telaten Marsya menuangkan air ke dalam gelas milik Gilang dan memberikannya.


Jika dilihat seperti ini, mereka tampak seperti pasangan suami istri normal pada umumnya.


“Terima kasih.” Ucap Gilang.


Hah, apa aku tidak salah dengar?.


Ini adalah kali pertama Marsya mendengar kata terima kasih dari mulut suaminya yang dulu sangat pedas jika berbicara.


“I…iya sama-sama.” Jawab Marsya gugup.


***


Setelah tadi makan bersama, kali ini Gilang menyuruh Marsya untuk menemaninya nonton di ruang tengah.


Kenapa jantung ini tidak bisa di kondisikan sejak tadi. Tolonglah jantung, berdetaklah sewajarnya. Pinta Marsya dalam hati, berharap jantungnya bisa normal kembali agar Gilang tidak dapat mendengar suara detakannya.


“Duduklah di sampingku, kenapa kau berdiri di situ.” Ujar Gilang.


Dengan terpaksa Marsya berjalan menuju Gilang dan mengambil posisi duduk di sampingnya.

__ADS_1


Dalam hati dirinya terus berdoa agar Gilang tidak mendengarkan suara detak jantungnya.


Tidak lama bibi datang membawa nampan yang berisi beberapa potongan buah yang sudah di kupas dan di potong-potong.


“Loh, bibi. Marsya kan tidak minta tadi.” Ujar Marsya saat melihat bibi mengantarkan cemilan sehat itu.


“Aku yang menyuruh bibi tadi.” Potong Gilang cepat sebelum bibi menjawab.


“Makanlah, buah-buah ini bagus untuk kesehatan dan kandunganmu.” Kata Gilang lagi sambil memberikan buah yang tadi ia ambil menggunakan garpu.


Bibi yang melihat adegan itu, tampak tersenyum. Bibi ikut bahagia dengan perubahan majikannya.


Semoga ini menjadi awal yang baik untuk Marsya dan Tuan Gilang. Doa bibi dalam hati.


Tidak ingin menganggu kegiatan pasangan muda itu, bibi pun pamit undur diri kembali ke belakang.


***


“Kau mengantuk?”


“Maaf tuan, tapi sepertinya saya sudah tidak tahan ingin tidur sekarang.”


“Ya sudah, ayo tidur.” Ajak Gilang sambil mengenggam tangan Marsya sambil berjalan menuju kamar mereka.


Marsya sudah tidak peduli lagi dengan jantungnya saat Gilang mengenggam tangannya, yang ia tahu sekarang adalah sampai di kamar dan tidur.


Sesampainya di kamar, Marsya langsung menghempaskan tubuhnya pada kasur empuk dan langsung tertidur tanpa peduli dengan keadaan sekitar.


Gilang yang memperhatikan tingkah Marsya hanya dapat menggelengkan kepalanya.

__ADS_1


“Dasar.” Gumamnya.


Gilang menyusul Marsya ke tempat tidur, ia mengambil posisi di sebelah Marsya lalu membaringkan tubuhnya.


Gilang lalu mendekap Marsya dalam pelukannya, sebelum tidur ia akan mengelus-elus perut istrinya agar bisa berinteraksi dengan anaknya.


“Yang sehat ya sayang.” Kata Gilang, berharap anaknya dapat mendengar ucapannya.


***


Pagi hari.


Marsya mengedipkan matanya beberapa kali untuk megumpulkan seluruh kesadarannya.


“Jam berapa ini?” Ucap Marsya sambil melirik jam yang menempel di dinding kamar.


“Hah? Jam 9. Kenapa aku bisa bangun sesiang ini.” Kaget Marsya, ia lalu bangun dan duduk di tempat tidur sebelum pergi ke kamar mandi untuk membasuh wajahnya.


“Kau sudah bangun?” Tanya Gilang yang baru saja keluar dari ruang pakaian atau walk in closet. Marsya mengangguk sebagai jawaban.


Gilang saat ini sudah siap dengan pakaian kerja dan tas kantor di tangannya.


“Aku akan ke kantor sekarang, jangan lupa makan sarapan mu.” Kata Gilang dengan lembutnya, lalu pergi menghilang di balik pintu kamar.


“Huft, sungguh aku belum terbiasa dengan perubahannya. Itu seperti bukan tuan Gilang Baskara yang aku kenal di awal.”


“Apapun itu, semoga saja hubungan kami semakin baik kedepannya.” Harap Marsya.


Marsya lalu menuju kamar mandi untuk menggosok gigi dan memcuci wajahnya sebelum turun sarapan.

__ADS_1


❤️


Ditunggu vote, like dan komen readers semua🤗


__ADS_2