Mrs. Gilang Baskara

Mrs. Gilang Baskara
Ch.21


__ADS_3

Di dalam mansion ruang keluarga.


Tampak Kevin dan Lily Baskara sedang duduk menunggu anak dan menantu mereka.


Tadi saat di hubungi mereka mengatakan sudah di jalan menuju mansion.


“Mah lebih baik kamu duduk dengan tenang dan menunggu mereka di sini.” Kata Kevin Baskara yang pusing melihat istrinya yang dari tadi mondar mandir tidak jelas dan menanyakan dimana posisi anak-anak mereka.


“Mama kan sudah tidak sabar ingin melihat mereka, makanya mama begini.” Jawab Lily Baskara sambil mengerucutkan bibirnya.


“Tapi papa yang pusing lihat mama dari tadi mondar mandir tidak jelas seperti cacing kepanasan.” Balas Kevin Baskara.


Saat kedua pasangan paruh bayu itu sedang sibuk berdebat, tiba-tiba mendengar suara orang yang mereka kenali membuat mereka pun terdiam sambil bersamaan menoleh pada asal suara itu.


“Gilang.” Teriak Lily histeris saking senangnya.


Tapi menyadari sesuatu dirinya tiba-tiba diam sambil mengerutkan dahinya.


“Wait .. wait, Gilang dimana Marsya?” Tanya


Lily yang tidak menemukan keberadaan Marsya di samping Gilang.


Flashback On.


“Aku akan berjalan duluan di depan.” Kata Gilang pada Marsya “Setelah nya kau akan menyusul di belakang ku. Aku ingin melihat reaksi mama jika melihat mu dengan perut yang sedikit buncit itu.” Jelas Gilang lagi.


Mendengar penjelasan Gilang membuat Marsya sadar bahwa mereka belum mengabari kabar kehamilan Marsya pada pasangan paruh baya itu.


Astaga, perutku sudah seperti ini dan kami lupa memberi tahu kabar penting itu pada mereka. Batin Marsya.


“Iya tuan saya mengerti.” Jawab Marsya sambil menganggukan kepala.


“Satu lagi, saat di depan mereka panggil aku dengan sebutan yang sedikit mesra agar mereka tidak curiga nantinya.” Kata Gilang lagi memperingati.

__ADS_1


Setelah menyusun rencana mereka, bukan mereka sih tapi rencana Gilang hahaha.


Gilang lalu berjalan terlebih dahulu masuk kedalam.


Tapi saat masuk malah yang ia dapati kedua orangtua nya itu sedang sibuk berdebat.


Gilang pun dengan sengaja mengeluarkan suara batuk yang cukup keras agar perhatian kedua orangtuanya teralih padanya.


Flashback Off


“Gilang, kamu dengar mama tidak sih?” Tanya Lily yang kesal tidak mendapatkan respon atas pertanyaan nya tadi.


“E..Eh itu mah Marsya masih di belakang.” Jawab Gilang “Marsya.” Panggil Gilang.


Marsya berjalan masuk sambil menunduk kan kepalanya.


“Marsya.” Teriak Lily sambil berjalan cepat memeluk menantunya itu.


Lily merasa aneh saat memeluk menantunya, seperti ada gundukan keras di bagian perut menantunya. *Author ngakak*


“Perut mu.” Tunjuk Lily sambil matanya terpaku pada perut Marsya.


Marsya hanya tersenyum sebagai balasan atas pertanyaan itu.


Perbincangan kedua wanita itu membuat Kevin tertarik untuk melihat apa yang di maksud istrinya.


Kevin beranjak dari sofa tempatnya duduk dan berjalan menghampiri mereka.


Sedang Gilang mengulum senyum melihat reaksi wanita yang telah melahirkannya ke dunia ini.


Lily yang mengerti maksud dari senyum menantunya itu, langsung berteriak histeris membuat gendang telinga orang yang ada disana merasa terganggu.


“Papa kita akan punya cucu pah.” Teriak Lily Baskara heboh.

__ADS_1


“Wah bagus itu, berarti kami tidak perlu capek-capek untuk mengurus rencana honeymoon kalian untuk menghasilkan cucu, ternyata Tuhan mendengar doa kami lebih cepat.” Kata Kevin sambil tersenyum bahagia.


“Mama sangat senang. Ya tuhan sebentar lagi mama akan di panggil oma oleh nya.”


“Mah kami capek ingin istirahat, nanti saja kita lanjutkan pembahasan ini.” Kata Gilang menghentikan tingkah mama nya yang terlalu kesenangan.


“Betul mah, mereka pasti capek. Apa kamu tidak lihat wajah lelah Marsya itu.” Kata tuan Kevin.


“Ah iya, kalian istirahatlah. Terutama kamu Marsya kamu harus istirahat yang banyak agar kandungan kamu baik-baik dan kuat di dalam.” Kata Lily dengan lembut.


“Kami pamit ke kamar mah, pah.” Kata Gilang


“Ayo Sya.” Kata Gilang lagi sambil mencengkram tangan Marsya menariknya menuju kamar.


Dalam Kamar.


“Tuan, saya akan tidur dimana?” Tanya Marsya ragu.


“Tidur di kamar inilah, kamu mau mama curiga kalau kamu tidur di kamar lain.” Jawab Gilang sambil melepas mantel yang ia gunakan.


Marsya menghela napas mendengar jawaban Gilang, ia takut jika tidur seranjang dengan Gilang pria itu akan memarahinya.


Karena Marsya ingat Gilang pernah mengatakan jijik padanya.


Marsya masih sibuk dengan pikirannya, sedang Gilang berlalu menuju kamar mandi untuk membersihkan diri sebelum menyentuh kasur empuk untuk beristirahat.


❤️


Maaf ya readers karena hari ini author up-nya dikit dulu. Doain author yang sebentar akan ujian, biar di beri kelancaran🙏Amin.


Supaya author bisa lanjut nulis episode-episodenya lagi yang banyak (Mudah-mudahan🙏🤗


So, enjoy ya guys❤️

__ADS_1


__ADS_2