Mrs. Gilang Baskara

Mrs. Gilang Baskara
Ch.36


__ADS_3

Tidak terasa sudah tiga hari semenjak Marsya dan Gilang pulang dari Perancis.


Banyak hal telah berubah.


Kalau dulu Gilang masa bodoh dengan apa yang Marsya lakukan, sekarang terbalik Gilang semakin membatasi kegiatan Marsya, terlebih jika melakukan kegiatan yang menurut Gilang berat.


Pria itu sudah membuat ultimatum agar Marsya sekarang lebih banyak beristirahat dan tidak melakukan banyak aktivitas.


Tapi bukan Marsya namanya jika hanya duduk diam, terlebih Marsya adalah anak dari keluarga yang hidup harus dengan bekerja keras, yang mana membuat Marsya sudah terbiasa melakukan banyak pekerjaan.


Jadi saat ada kesempatan, Marsya akan melakukan hal yang bisa mengusir kebosanannya.


Seperti saat ini, karena bosan tidak melakukan apa-apa Marsya memilih ke halaman belakang untuk merawat tanaman-tanaman disana. Saat itu Gilang masih berada di kantor, jadi Marsya menggunakan kesempatan itu untuk bercocok tanam.


Lama Marsya beraksi mengeluarkan kemampuannya berkebun di halaman belakang, hingga tidak menyadari kehadiran seseorang di belakangnya.


***


Mobil memasuki kawasan mansion.


Hari ini Gilang pulang lebih cepat dari biasanya, karena ia pikir Marsya akan bosan sendirian di mansion besar itu tanpa melakukan apapun, jadi Gilang berinisiatif pulang dan menemani Marsya di mansion.


Saat masuk ke dalam, suasana rumah tampak sepi. Tidak ada tanda-tanda Marsya dan bibi di sana.


Gilang memilih pergi ke dapur karena ia pikir Marsya dan bibi sedang ada disana.


Tapi saat tiba di dapur, yang Gilang lihat hanya ada bibi yang sedang menyusun beberapa barang-barang dalam kulkas.


“Bi, Marsya dimana?”


Bibi yang tadi fokus dengan pekerjaannya jadi kaget saat mendengar suara majikannya di sana.


“Tuan.” Sapa bibi sambil membungkukkan badannya.


“Terakhir saya lihat, non Marsya sedang di ruang tengah. Non Marsya tadi sedang nonton, Tuan.” Sambung bi Suci memberikan informasi yang ia tahu.


“Saya baru saja dari sana, dan saya lihat tidak ada siapa-siapa disana.”


“Mungkin saja non Marsya sudah naik ke kamar Tuan.”


Gilang hanya mengangguk, lalu berlalu dari hadapan bi Suci menuju kamar untuk mengecek keadaan istrinya itu.


Sampai di kamar, suasana tampak sunyi. Tidak ada tanda-tanda keberadaan Marsya di sana.

__ADS_1


“Dimana dia?” Gumam Gilang.


Gilang akhirnya memutuskan menganti pakaiannya dulu menjadi pakaian santai sebelum lanjut mencari istrinya itu.


Sesampainya di bawah Gilang berkeliling di sekitaran mansion, memasuki kamar tamu satu per satu berharap Marsya ada di sana tapi nihil.


Gilang ingat ada satu tempat yang belum ia datangi, jadi Gilang berinisiatif untuk mengecek di sana.


Dan ya, dugaannya benar.


Wanita yang dari tadi ia cari sedang ada di taman belakang. Sibuk dengan tanaman-tanaman, hingga wanita itu tidak sadar ada seseorang di belakangnya.


“Uhuk.”


Gilang sengaja mengeluarkan suara batuk yang cukup keras hingga Marsya yang tadi asik dengan tanaman terdiam di tempatnya.


***


Mampus, ah bodoh bodoh. Kenapa mas Gilang sudah pulang di jam segini.


Astaga, aku tertangkap basah lagi.


Begitulah ucapan Marsya dalam hati, merutuki kebodohannya tidak menyadari keberadaan sang suami di belakang.


“Hehe, Tuan. Anda sudah pulang?” Tanya Marsya basa-basi.


Melihat tingkah Marsya membuat Gilang hanya geleng-geleng kepala dibuatnya.


Wanita ini sungguh menggemaskan. Kata Gilang dalam hati.


“Kau melakukan kesalahan istriku.”


Apa aku tidak salah dengar dia memanggilku istri? .


Apa itu artinya dia sudah mengakui ku sebagai istrinya?. Batin Marsya bertanya-tanya.


“Maafkan saya Tuan. Sungguh saya tidak terbiasa jika tidak melakukan sesuatu.” Balas Marsya dengan wajah memelas, berharap Gilang kasihan padanya.


“Ini demi kebaikan kalian, untuk sementara jangan melakukan hal-hal berat dulu. Apa kau paham?”


“Tapi Tuan ..”


“Kali ini dengarkan kata-kata ku. Ini demi kebaikan kalian berdua, aku tidak mau terjadi sesuatu dengan kalian.” Sahut Gilang mencegah Marsya berbicara.

__ADS_1


“Baiklah.” Pasrah Marsya.


Marsya tahu ia tidak akan bisa membantah ucapan sang suami jika sudah begini.


“Kemarilah.” Perintah Gilang sambil mengulurkan tangannya pada Marsya.


Ragu-ragu Marsya berjalan menghampiri Gilang, mereka kemudian masuk ke dalam.


Gilang membawa Marsya ke ruang tengah, mendudukkan diri mereka di sofa empuk itu.


“Hari ini aku akan menemani kamu di sini, jadi kamu tidak akan bosan lagi.”


Biarpun anda menemani saya pun, tetap ini membosankan.


Hanya tinggal di mansion besar ini tanpa melakukan apa-apa sama saja Tuan. Gerutu Marsya dalam hati.


“Kenapa kau seperti tidak senang begitu?” Tanya Gilang saat melihat wajah murung Marsya.


“T..tidak Tuan, saya sangat senang anda mau menemani saya disini.” Jawab Marsya cepat.


“Baguslah.” Balas Gilang.


“Oh iya, kapan jadwal pemeriksaan kandungan mu?” Tanya Gilang lagi.


“Kalau menurut jadwal, besok Tuan.” Jawab Marsya.


“Aku yang akan menemanimu besok, aku juga ingin tahu perkembangan nya di dalam.”


“Sungguh?” Tanya Marsya tidak percaya.


“Ya, kenapa memangnya?”


“Tidak Tuan, saya hanya bertanya saja.”


"Mana tahu anda hanya bercanda." Gumam Marsya pelan.


Hari itu Gilang dan Marsya habiskan hanya dengan menonton Tv, menghabiskan waktu bersama di rumah besar itu.


❤️


Hari ini satu bab dulu ya, belum ada ide untuk menulis soalnya.


Oh iya, jangan lupa vote, like, komen dan rate/bintang 5 nya ya🙏

__ADS_1


Kalo banyak yang dukung, pasti semangatnya juga akan muncul untuk menghayal akan buat bagaimana bab selanjutnya😂


__ADS_2