
Gilang sudah siap dengan pakaian lengkapnya untuk ke kantor, hanya tinggal dasi yang belum terpasang karna laki-laki itu menunggu istrinya untuk memasangnya.
Tadi sehabis permainan panas itu, Gilang langsung menghabiskan sarapannya lalu pergi bersiap di kamar. Sedangkan Marsya sudah lebih dulu naik karna Ken yang menangis.
Marsya keluar dari kamar mandi dengan baby Ken yang dibungkus handuk.
“Sudah mau pergi mas?” Tanya Marsya sambil meletakkan Ken diatas tempat tidur.
“Ya. Sayang tolong pasangkan dasiku.” Pinta Gilang sambil beranjak menghampiri Marsya di samping tempat tidur.
Marsya lalu berdiri menghadap ke arah suaminya sambil mulai memasangkan dasi.
“Selesai.” Ucap Marsya.
Cup.
Satu kecupan mendarat diatas kepala wanita itu.
“Terima kasih.” Ujar Gilang dengan senyum menawannya.
“Buatkan bekal makan siang untukku ya, aku ingin makan masakan istriku sebentar. Aku akan menyuruh Doni datang untuk mengambilnya disini.” Tambah Gilang lagi mengutarakan keinginannya.
“Baik mas.” Sahut Marsya.
Marsya kembali fokus pada Ken, memakaikan baju serta wewangian untuk bayi.
Sementara Gilang masih berdiri melihat interaksi istri dan anaknya, Gilang merasa itu pemandangan paling indah.
“Selesai, ayo kita antar papa ke depan.” Marsya mengoceh seolah-olah Ken mengerti apa yang ia katakan.
Gilang lalu merangkul mereka turun ke bawah.
Gilang sungguh sangat bahagia bisa memiliki keluarga kecil yang sangat ia sayangi. Seandainya dulu ia benar-benar melepaskan mereka dari hidupnya mungkin ia tidak akan bisa sebahagia sekarang.
“Hati-hati dijalan mas, semangat bekerjanya.” Ucap Marsya.
“Iya sayang.” Sahut Gilang. Laki-laki itu mengecup pipi buah hatinya lalu beralih pada istrinya.
Marsya juga tidak lupa mencium tangan suaminya.
“Aku berangkat.” Seru Gilang sambil berjalan menuju mobilnya yang sudah dipanaskan tadi.
“Dadah papa.” Ucap Marsya sambil menirukan suara anak-anak lalu menggoyang-goyangkan tangan baby Ken.
Mobil perlahan keluar dari halaman rumah mereka, setelah mobil tidak terlihat lagi dari pandangannya barulah Marsya kembali masuk ke dalam.
Wanita itu meletakan Ken di dalam box yang bisa bergoyang otomatis, menyalakan televisi lalu menikmati waktu istirahatnya sebentar sebelum kembali ke dapur untuk menyiapkan makan siang suaminya.
***
Perusahaan Baskara Group.
“Selamat pagi Tuan.” Sapa Doni saat Gilang berjalan masuk ke ruangannya.
“Hmmm.” Balas Gilang.
Doni ikut masuk dengan berkas dan tab ditangannya.
Setelah Gilang duduk di kursinya barulah Doni mulai menjelaskan.
“Tuan, ada proyek baru. Perusahaan X ingin bekerja sama dengan kita, anda bisa melihat dulu berkas permohonan kerja sama mereka.” Info Doni.
“Letakkan disana, aku akan membacanya.” Balas Gilang.
Doni meletakkan berkas diatas meja Gilang “Kalau begitu saya permisi Tuan.” Pamit Doni ingin kembali ke tempatnya.
__ADS_1
“Nanti siang kamu pergilah ke rumah dan ambil makan siang ku. Tadi aku sudah menyuruh istriku untuk menyiapkannya.” Titah Gilang pada sekertarisnya itu.
“Baik Tuan.” Sahut Doni sambil menundukan kepalanya lalu berbalik keluar dari ruangan itu.
Gilang mulai fokus pada pekerjaannya, sesekali ia akan membalikkan kertas lalu membacanya dengan teliti.
***
Kembali pada Marsya.
Wanita itu kembali berkutat di dapur demi menyiapkan makan siang yang lezat untuk suaminya, Marsya juga berencana akan ikut kesana memberi kejutan pada suaminya lewat kedatangannya.
Ini akan menjadi kali pertama lagi bagi Marsya mengunjungi perusahaan suaminya setelah yang terakhir saat ia mendengar sepotong pembicaraan suaminya dengan mantannya yang membuat rumah tangga mereka hampir hancur.
Marsya berharap rumah tangganya akan selalu bahagia dan terhindar dari masalah-masalah yang dapat mengoncangkan rumah tangganya, sudah cukup kekacauan kemarin yang disebabkan oleh kesalahpahaman.
Baby Ken sedang tidur setelah tadi disusui oleh Marsya hingga kenyang, dengan begitu wanita itu bisa bergerak dengan bebas menyelesaikan pekerjaannya.
Marsya cepat-cepat menyelesaikan masakannya, ia ingin segera mandi sebelum Doni datang mengambil bekal makan siang suaminya.
Hingga beberapa menit berlalu barulah Marsya selesai.
Setelah menata makanan itu di dalam kotak makan, wanita itupun beranjak naik ke kamar mereka untuk membersihkan dirinya yang sudah penuh dengan bau bawang dan lainnya.
Pukul sebelas lewat beberapa menit, Doni sampai di kediaman Tuannya.
Marsya sudah menunggu di bawah dengan Ken di gendongannya.
“Selamat siang Nyonya. Saya datang untuk mengambil pesananan Tuan Gilang.” Ucap Doni sopan.
“Oh iya. Makanannya ada di meja tolong dibawa sekalian dengan tas itu, semua perlengkapan baby Ken ada di dalam. Kami akan ikut kesana.” Balas Marsya.
“Baik Nyonya.” Sahut Doni.
Doni pun mengambil tas berisis makanan juga tas satunya yang berisi perlengkapan baby Ken. Mereka lalu berjalan menuju mobil.
“Siap Nyonya.” Sahut Mang Ujang cepat.
Doni pun menjalankan mobil pergi meninggalkan rumah itu.
***
Beberapa menit berlalu mereka akhirnya sampai di perusahaan Baskara Group.
Doni cepat-cepat turun untuk membukakan pintu Nyonyanya “Silahkan Nyonya.” Ujar Doni.
“Terima kasih Doni.” Jawab Marsya sambil turun dengan baby Ken digendongannya.
Mereka pun masuk ke dalam. Semua mata memandang mereka, lebih tepatnya memandang Marsya dengan baby Ken.
Samar-samar Marsya bisa mendengar bisikan karyawan suaminya yang memujinya bahkan ada juga yang mengatakan penasaran ingin melihat wajah tuan muda mereka.
Marsya hanya tersenyum pada mereka yang menyapanya. Sejujurnya ia pun masih gugup jika diperhatikan oleh banyak orang seperti itu.
Doni menuntun mereka masuk ke lift khusus presdir.
Ting.
Pintu lift terbuka.
“Doni kau masuklah lebih dulu. Biar makanannya aku yang bawa. Jika Gilang bertanya bilang saja aku lupa memasaknya.” Ujar Marsya, ia sengaja ingin melihat reaksi suaminya dengan kedatangannya.
Doni menurut, laki-laki itu masuk lebih dulu. Tapi sebelum masuk ia menaruh tas milik baby Ken diatas mejanya, takutnya Tuannya itu akan curiga.
Tok…Tok…Tok.
__ADS_1
“Masuk.” Sahut Gilang dari dalam.
Doni pun masuk kedalam dengan tangan kosong. Gilang mengerutkan dahinya melihat Doni masuk tanpa membawa apa-apa.
“Dimana makan siang ku?” Tanya Gilang dengan raut bingungnya.
“Maaf Tuan, Nyonya sepertinya lupa memasaknya jadi Nyonya menyuruh anda untuk makan saja diluar.” Ucap Doni sebisa mungkin menormalkan raut wajahnya agar Gilang tidak curiga padanya.
Pasalnya Gilang tahu istrinya itu tidak mungkin melupakan makan siangnya jika ia sudah meminta.
“Tumben. Tapi ya sudahlah, tolong pesankan makanan untukku, aku malas harus pergi keluar.” Perintah Gilang meskipun ia juga agak kecewa dengan Marsya. Padahal dari tadi ia sudah membayangkan akan memakan masakan istrinya siang itu.
Doni keluar dengan alasan ingin memesan makan siang. Sementara Gilang kembali fokus dengan berkas-berkas di mejanya.
“Tuan percaya dan menyuruh saya untuk memesankannya makanan.” Ucap Doni saat sudah diluar.
Marsya tertawa mendengar penuturan sekertaris Doni.
Dia pasti kesal sekarang. Batin Marsya.
“Apa kau ingin makan siang bersama kami? Aku masak banyak tadi.” Tawar Marsya.
Doni tentu saja tidak ingin menganggu momen Tuannya, lagipula Gilang pasti juga akan menyuruhnya keluar dari sana lewat sorot mata pria itu.
“Terima kasih untuk tawarannya Nyonya, tapi maaf saya sudah ada janji makan siang diluar.” Elak Doni menolak halus tawaran Marsya.
“Ahh baiklah, tak apa. Kau boleh pergi sekarang, aku akan masuk.” Balas Marsya.
Doni pun pamit dari sana, meninggalakn keluarga kecil itu untuk menikmati waktu mereka.
Marsya melangkahkan kakinya tepat di depan pintu, mengetoknya beberapa kali hingga Gilang mempersilahkan dirinya masuk.
Marsya membuka pintu ruangan suaminya setelah dipersilahkan masuk. Wanita itu masuk dengan baby Ken dalam gendongannya dan juga tas berisi makanan untuk suaminya.
“Selamat siang Tuan, maaf menganggu waktu anda. Saya yang ditugaskan untuk mengantar makan siang anda.” Ucap Marsya dengan suara dibuat-buat.
“Letakkan saja di meja.” Jawab Gilang tanpa mengalihkan perhatiannya dari berkas-berkas itu.
Marsya meletakkan makanan itu di meja khusus untuk tamu saat datang. Ia masih berdiri di sana menunggu Gilang berbalik padanya.
Dari ekor matanya Gilang melihat orang itu masih berdiri dan belum keluar, itu membuat kesal.
“Ada apalagi heh? Kau boleh keluar seka…” Gilang terkejut melihat istrinya berdiri dengan Ken dalam gendongannya.
“Sayang.” Panggil Gilang sambil beranjak dari tempatnya menyusul Marsya di tempatnya.
“Kamu datang? Astaga kenapa tidak beritahu? Oh, jadi kamu sengaja merencanakan ini bersama Doni. Aishh kau mulai nakal sekarang.” Kesal Gilang bercampur bahagia.
“Tadi ada yang menyuruh kami keluar, jadi kami akan keluar sekarang. Iya kan Ken?” Celetuk Marsya menggoda suaminya.
“Bukan begitu, tadi aku kira orang lain yang datang.”
“Makanya jangan terlalu fokus sampai-sampai orang masuk tidak dilihat. Ini kan sudah jam istirahat, kenapa masih bekerja sih?” Omel Marsya.
Gilang tersenyum “Cie ada yang perhatian sama suami.” Goda Gilang.
“Oh kamu mau aku perhatian ke yang lain, Leo mungkin.”
“Awas saja kalau kamu berani!” Ancam Gilang.
“Makanlah, aku sudah capek-capek menyiapkan ini semua untuk suamiku tersayang.” Marsya berusaha mengalihkan topik, takut suasana menjadi tidak enak.
Marsya menyerahkan Ken pada ayahnya, lalu wanita itu menata semua makanan diatas meja.
Siang itu Gilang makan ditemani istrinya di kantor, ini pertama kalinya bagi mereka. Dan Gilang bahagia dengan itu, meskipun sedikit kesal karna istrinya sempat mengerjainya.
__ADS_1
❤️
Jangan lupa like, vote dan komen😊