Mrs. Gilang Baskara

Mrs. Gilang Baskara
Extra Part-1


__ADS_3

Tiga bulan kemudian.


Malam hari di mansion milik Gilang.


Marsya baru saja menidurkan baby Ken di box bayinya, setelah memastikan Ken tidur dengan nyenyak barulah Marsya beranjak dari sana.


Marsya menatap Gilang yang sedang asik memainkan ponselnya sambil rebahan di atas tempat tidur, wanita itu berjalan menyusul suaminya di atas tempat tidur.


Melihat itu, Gilang langsung menyimpan kembali ponselnya di atas nakas sambil menyuruh Marsya mendekat padanya


“Kemarilah.” Pintah Gilang.


Marsya menurut, wanita itu perlahan bergeser mendekat pada suaminya yang langsung disambut dengan pelukan oleh Gilang.


Seperti biasa sebelum tidur pasangan suami istri itu akan melakukan pillow talk, mengobrol banyak hal tentang keseharian mereka atau bercerita apapun.


“Ken sudah tidur?” Tanya Gilang sambil tangannya memainkan rambut istrinya yang tergerai.


Marsya merespon dengan menganggukan kepalanya.


“Apa kau tidak lelah?” Tanya Gilang lagi.


“Lelah?” Beo Marsya.


“Iya maksudku apa kau tidak lelah mengurusnya seharian, aku bahkan jarang melihatmu beristirahat saat menjaganya. Bagaimana kalau kita menyewa baby sitter?” Ujar Gilang sambil melirik istrinya yang sedang bersandar dalam pelukannya.

__ADS_1


“Tidak, aku tidak mau melibatkan baby sitter.” Tolak Marsya cepat, tangannya yang tadi bermain di atas dada bidang milik suaminya kini terhenti.


“Kenapa? Aku hanya khawatir kau lupa dengan kesehatanmu hingga kecapean dan jatuh sakit.” Gilang mengutarakan pikirannya.


Beberapa kali Gilang melihat istrinya kewalahan mengurus baby Ken. Pernah Gilang mendapati Marsya yang tengah ingin tidur siang sejenak saat baby Ken sedang tidur, mata istrinya baru terpejam beberapa menit dan baby Ken sudah berteriak menangis hingga Marsya terkaget dan bangun lalu meraih Ken dalam gendongannya, menimang-nimang anak itu hingga tangisannya reda.


Saat makan pun Marsya akan membawa Ken dalam gendongannya. Tidak ada yang bisa membantunya karna Bi Suci yang saat itu sedang pulang ke kampung halamannya.


“Mas, aku ingin menikmati peran ku sebagai istri yang baik untukmu juga ibu yang baik untuk Ken. Sungguh aku menikmati ini meskipun kadang memang melelahkan tapi aku bahagia.” Marsya memberi penjelasan agar suaminya mengerti.


Marsya sungguh menikmati perannya menjadi seorang ibu yang mengurus dua bayi, satu adalah bayi sungguhan sementara satunya lagi adalah bayi besar yang sekarang mulai menampakkan sifat aslinya yang sedikit manja dan rapuh bila berhadapan dengannya.


Gilang pernah ingin membantunya tapi Marsya menolak karna wanita itu tahu suaminya juga pasti lelah pulang bekerja mengurus perusahaan, belum lagi kalau ada masalah yang harus menguras pikiran suaminya.


“Tapi kalau sudah tidak sanggup, bilang ya.” Ujar Gilang lembut, penuh perhatian.


Ini cukup membuat tubuhnya rileks setelah seharian penuh mengurus bayi kecilnya itu.


Gilang memeluk erat istrinya dengan sayang. Laki-laki itu baru merasakan indahnya pernikahan sekarang, jika mengingat-ingat kejadian di awal pernikahan mereka Gilang sungguh mengutuk dirinya sendiri karna sudah memperlakukan istrinya dengan kasar bahkan kata-katanya begitu pedas dan pasti sangat menyakitkan.


Satu moment yang paling laki-laki itu sesali, ketika dulu di awal pernikahan Marsya sempat membuatkannya sarapan dan dengan kasarnya Gilang justru membuang makanan yang sudah capek-capek istrinya masak. Gilang tidak menghargai usaha Marsya saat itu yang rela bangun pagi hanya untuk membuatkannya sarapan.


Bodoh kau Gilang. Maki Gilang pada dirinya sendiri.


“Aku cinta kamu banyak, banyak, banyak.” Ucap Gilang sambil mencium gemas istrinya.

__ADS_1


Marsya terkekeh, wanita itu geli melihat tingkah suaminya. Apalagi mendengar Gilang berbicara seperti tadi.


“Kesambet apa mas?” Tanya Marsya disela-sela tawanya.


“Kesambet cinta kamu.” Timpal Gilang.


Yang tadinya mencium justru sekarang laki-laki itu sudah berpindah di atas tubuh istrinya, laki-laki itu menggelitik pinggang istrinya hingga Marsya tertawa terpingkal-pingkal.


“Hahaha, mas sudah. Nanti baby Ken bangun.” Mohon wanita itu tidak kuat dengan gelitikkan Gilang padanya.


Gilang langsung mencium Marsya, membungkam bibir istrinya yang masih terus tertawa, bisa-bisa Ken bangun dan mengamuk karna mereka berdua menganggu tidur boss kecil itu.


Kegiatan selanjutnya hanya mereka berdua yang tahu, bersembunyi di balik selimut tebal yang tadi ditarik Gilang untuk menutupi mereka berdua.


Meskipun box bayi itu cukup untuk membatasi mata Ken di sekitar tapi tetap saja pasangan suami istri merasa aneh jika tidak menutup tubuh mereka saat ada orang lain selain mereka berdua. Gilang juga tidak mau mengotori mata anaknya meskipun ia tahu Ken tidak akan bisa melihat apa yang ia dan Marsya lakukan.


Bayi kecil itu juga tidak akan mengerti apa yang mereka lakukan sebenarnya.


Malam itu Gilang dan Marsya menikmati kegiatan mereka yang penuh dengan keringat.


Mumpung si penganggu kecil itu sedang terlelap dan tidak rewel malam itu, pikir Gilang.


❤️


Yang kangen mereka mana suaranya🙋

__ADS_1


Jangan lupa vote yang banyak, komen yang banyak dan like yang banyak untuk keluarga kecil ini ya🙏


__ADS_2