Mrs. Gilang Baskara

Mrs. Gilang Baskara
Ch.46


__ADS_3

Waktu menunjukkan pukul 04:30 pagi.


Bunyi dering ponsel membangunkan Gilang dari tidur lelapnya.


Tidak ingin membangunkan wanita yang sedang lelap dalam pelukannya, Gilang pun meraih benda kotak tipis itu.


“Hmm.” Sapa Gilang pada si penelpon.


“Maaf Tuan, saya menganggu waktu istirahat anda.”


“Hmm, katakan.” Jawab Gilang malas.


“Saya hanya ingin mengingatkan Tuan bahwa kita akan berangkat satu jam lagi. Karena takut Anda ketiduran, jadi saya menelfon.” Jelas Doni. Ya, si penelpon tadi adalah Doni sekertaris kepercayaan Gilang.


“Hmm.” Balas Gilang, langsung mematikan sambungan telepon sepihak.


Sementara di tempatnya, Doni sedang menggerutu kesal dengan perbuatan Gilang tadi.


Untung boss. Sabar Doni, kau harus sabar menghadapi Tuan mu yang kadang suka menjengkelkan itu. Kata Doni dalam hati.


***


Masih pagi buta dan Gilang sudah harus mandi, bersiap untuk pergi bersama Doni meninjau masalah proyek di salah satu kota.


Perlahan Gilang melepaskan rangkulan tangannya pada Marsya agar wanita itu tidak terbangun karena pergerakannya.


Dengan langkah gontai dan mata sayu Gilang pun menuju kamar mandi untuk membersihkan diri.


Seusai mandi dan memakai pakaian kerjanya yang telah ia bawa dari kamar atas, Gilang pun hendak berjalan keluar dari kamar.


Tapi sedetik kemudian langkahnya terhenti, ia berbalik berjalan menghampiri wanita yang masih nyaman dengan mimpinya.


Sejenak Gilang memperhatikan Marsya, lalu mengecup kening wanita itu.


***


Marsya baru saja terbangun dari tidur lelapnya. Saat ia melihat kesamping, ternyata suaminya itu sudah tidak ada.


Mungkin sudah ke kantor. Pikirnya.


Ia pun beranjak dari tempat tidur, menuju kamar mandi untuk membersihkan diri dan bersiap ke bawah untuk mengisi perutnya yang lapar.


Sesudah sarapan, Marsya menuju ruang tengah untuk menonton Tv.


Karena usia kandungan Marsya yang sudah menginjak bulan ke 8 membuatnya mulai cepat sekali capek, hingga malas untuk melakukan aktivitas.


Tidak lama kemudian, datang Bi Suci sambil membawa segelas susu di tangannya.


“Ini Non, susu hamilnya.” Ucap Bi Suci sambil menyodorkan segelas susu itu pada Marsya.


“Terima kasih ya Bi.”


“Sama-sama Non.”


“Bi, temani Marsya disini ya. Malas kalau nonton sendiri.” Pinta Marsya.

__ADS_1


Bi Suci pun menuruti permintaan Marsya, duduk di samping wanita itu sambil menonton bersama.


“Bi, Marsya mau tanya deh.” Kata Marsya di sela-sela waktu nonton mereka.


“Iya, mau tanya apa Non?” Sahut bibi.


“Emm itu, waktu bibi melahirkan rasanya bagaimana? Sakit sekali, sakit, atau bahkan bibi merasa biasa saja?” Cecar Marsya.


“Sakit itu pasti Non, tapi kalau sudah lihat wajah anak kita ya Non. Yakin deh, rasa sakitnya akan langsung hilang dan berganti menjadi rasa bahagia.”


“Tapi, Marsya masih takut Bi. Apalagi kalau Marsya lihat video-video orang yang melahirkan rasanya Marsya seperti tidak ingin hamil.”


“Husstt, tidak boleh berkata seperti itu. Tidak baik Non, lebih baik Non berdoa pada Tuhan agar di beri kelancaran nantinya.”


“Amin.” Sahut Marsya cepat, mengaminkan doa Bibi untuknya,


“Oh iya Non, kalau bisa Bibi kasih saran. Lebih baik Non pindah ke kamar bawah, kan kasihan kalau harus bolak-balik ke atas dalam keadaan seperti ini.” Usul Bi Suci.


“Iya Bi, nanti akan Marsya bicarakan sama mas Gilang.” Jawab Marsya.


Suasana kembali hening, masing-masing kembali fokus dengan televisi yang menyiarkan tentang berita harian selebritis tanah air.


“Non Marsya, Bibi tinggal ke belakang ya. Ada beberapa pekerjaan yang harus bibi selesaikan.”


“Tidak apa-apa kan, Non Marsya nonton nya sendiri?” Sambung Bi Suci.


“Iya, tidak apa-apa Bi.” Balas Marsya.


Bibi pun kembali ke belakang, ia ingin menyelesaikan cuciannya yang tadi ia tinggalkan karena membuat susu untuk majikannya.


***


Hari sudah malam.


Belum ada tanda-tanda Gilang akan pulang, hal itu membuat Marsya bertanya-tanya.


Kenapa dia belum pulang juga? Apa dia masih bekerja sampai sekarang?. Batin Marsya.


Marsya saat ini tengah berada di dapur bersama bibi, ia sedang memperhatikan bibi yang sedang membereskan barang-barang bekas makan malam tadi.


Makan malam tadi Marsya hanya sendiri, tanpa kehadiran Gilang.


Karena tidak tahu apalagi yang ingin dia lakukan akhirnya Marsya memutuskan untuk kembali ke kamar sambil menunggu Gilang pulang.


“Bi, Marsya ke kamar dulu ya.” Pamit Marsya pada Bi Suci.


“Iya Non.”


Marsya pun beranjak dari dapur menuju ke kamar.


Marsya langsung menyalakan televisi yang ada di kamar itu, mengambil posisi nyaman dengan duduk bersandar pada bantal yang ia letakkan di belakang badannya.


Saat tengah fokus menonton, tiba-tiba bunyi notifikasi pesan yang masuk ke ponselnya.


Marsya lalu meraih ponsel yang ia letakkan di atas nakas sampung tempat tidur.

__ADS_1


“Aku masih ada pekerjaan.


Mungkin akan pulang larut malam.


Tidurlah duluan, jangan menungguku.


From Suami.”


Marsya membaca pesan masuk yang ternyata dari Gilang.


Setelah membaca pesan Gilang, Marsya kembali fokus menonton drama yang di siarkan salah satu stasiun televisi.


***


“Hoamm…” Marsya mulai mengantuk.


Ia pun memutuskan mematikan televisi dan berniat untuk tidur. Tapi saat akan memejamkan mata, kembali ada satu notifikasi pesan yang masuk ke ponselnya.


Marsya kaget saat melihat pesan yang di kirim dari nomor tidak di kenal. Pesan itu hanya berisi foto, tapi bisa membuat hati Marsya sakit melihatnya.


Di foto itu dapat terlihat jelas Gilang yang sedang duduk di dampingi Elena di sampingnya, dan di hadapan mereka tampak pasangan paruh baya yang Marsya lihat di mall.


Jika di lihat dari foto itu, sepertinya mereka sedang makan malam bersama.


“Kamu bohong lagi mas sama aku.” Kata Marsya dengan mata yang berkaca-kaca.


Perasaan Marsya akhir-akhir ini sangat sensitif jika mengenai suaminya.


Mungkin efek janin yang ada di kandungannya, apalagi perubahan sikap Gilang yang selalu perhatian dan baik pada Marsya membuat wanita itu mulai bergantung pada suaminya.


Dan setelah melihat foto tadi, itu sungguh membuat hati Marsya sakit.


Apalagi saat tahu ternyata Gilang bersama Elena, sementara dirinya tadi hanya sendiri di meja makan tanpa di temani Gilang seperti biasanya.


Entahlah, mungkin Marsya sudah terbiasa akhir-akhir ini makan malam selalu di temani oleh suaminya itu.


Marsya yang tadinya mengantuk dan ingin tidur akhirnya memilih berdiri dan berjalan menuju walk in closet.


Sesampainya di sana, ia pun meraih salah satu koper dan memasukkan semua pakaiannya ke dalam.


Setelah selesai memasukkan barangnya, Marsya pun turun ke bawah.


Marsya berniat untuk menemui bibi, ia ingin meminta bantuan bibi agar membawa kopernya turun dari atas.


❤️


Marsya kenapa hayo?😂


Coba deh tebak readers🤣


Oh iya readers, author mau ingatkan jangan lupa ya vote, like dan komennya. Kalau vote nya cuma sedikit mungkin author bakal istirahat sebentar dari dunia mengetik dan berimajinasi ini🙏


Butuh piknik authornya✌️🤭😂


Love u and enjoy guys❤️🤗

__ADS_1


__ADS_2