Mrs. Gilang Baskara

Mrs. Gilang Baskara
Ch.71


__ADS_3

2 jam berlalu.


Gilang perlahan membuka matanya, bibirnya melengkung sempurna saat melihat Marsya yang tengah terlelap dalam pelukannya.


Perlahan lelaki itu bangkit dari tidurnya, lalu beranjak menuju kamar mandi untuk membasuh wajahnya yang masih setengah mengantuk.


Setelah selesai, ia lalu meraih intercom untuk meghubungi bagian hotel agar mengantarkan makan siang untuknya dan untuk Marsya, istrinya.


“Antarkan makan siang ke kamar untuk ku dan untuk istriku, aku tunggu!” Perintah Gilang pada manajer hotel tempatnya.


Tanpa menunggu jawaban dari seberang sana, Gilang dengan santainya memutuskan sambungan telpon itu.


Sambil menunggu, Gilang mendudukkan dirinya di sofa yang terletak di ujung kamar dekat dari jendela.


Pandangannya tidak lepas dari Marsya yang tengah terlelap dengan damainya.


Kali ini, tidak akan ku biarkan kamu kabur lagi. Tekad Gilang dalam hati.


Berapa menit berlalu.


Tok … Tok … Tok.


Gilang pun beranjak dari tempatnya duduk untuk membuka pintu.


Ceklek.


Di depan sudah ada seorang pelayan wanita dengan trolley makanan di tangannya.


“Permisi Tuan, saya yang ditugaskan untuk mengantarkan makan siang Anda.” Ucap pelayan wanita yang tak lain adalah Elea, senior Marsya saat bekerja dulu. Senior yang selama ini iri dengan apa saja yang berkaitan dengan Marsya.


“Bawa masuk. Atur di meja!” Perintah Gilang dingin.


Gilang berjalan duluan di ikuti Elea di belakangnya.


Sesampainya di sana, Elea mulai menata hidangan yang di bawahnya tadi di atas meja.


Sementara Gilang kembali duduk di sofa tempatnya tadi.


Sambil menata hidangan itu, tatapan Elea tidak lepas pada wanita yang sedang terlelap dengan enaknya di atas kasur empuk nan mahal itu.

__ADS_1


Tatapan penuh kebencian dan iri.


Seharusnya aku yang disana, bukan wanita itu. Batin Elea kesal.


Gerak-gerik Elea tidak luput dari penglihatan Gilang.


“Apa yang kau lihat!” Hardik Gilang pada Elea.


Seketika wanita itu langsung kaget, dengan cepat ia kembali fokus pada pekerjaannya.


“Selesaikan pekerjaanmu segera dan keluar dari kamar ku!” Perintah Gilang lagi.


“B..baik Tuan.” Jawab Elea gugup, lebih tepatnya takut saat melihat tatapan tajam bossnya itu.


Buru-buru Elea menyelesaikan pekerjaannya menata hidangan itu.


“Selesai Tuan, kalau begitu saya permisi.” Ujar Elea menunduk takut.


Gilang hanya mengibas-ngibaskan tangannya pertanda agar Elea segera keluar.


Setelah Elea pergi, Gilang beranjak menuju tempat tidur untuk membangunkan istrinya yang masih setia menutup mata itu.


“Sayang, bangun.” Ucap Gilang lembut sambil mengecup pipi Marsya yang mulus.


“Sayang, bangun. Kamu belum makan siang kan? Ayo cepat bangun. Setelah makan, kita akan pulang menemui bayi kecil kita di rumah.” Perkataan Gilang kali ini sukses membuat Marsya membuka matanya.


“Hoammm..”


“Ayo bangun, ini sudah leawt jam makan siang yang seharusnya.” Ucap Gilang.


“Iya mas.”


Marsya pun beranjak dari tempatnya, lalu menuju kamar mandi untuk membasuh wajahnya.


Selesai, ia pun kembali menghampiri Gilang yang sudah lebih dulu duduk menunggunya untuk makan bersama.


***


Makan siang yang tertunda pun telah selesai.

__ADS_1


Saat ini Gilang dan Marsya tengah duduk menunggu Doni untuk menjemput mereka pulang.


“Tas ku tadi dimana mas?” Tanya Marsya saat menyadari tas miliknya tidak ada di kamar itu.


“Ada di mobil.” Jawab Gilang santai.


“Oh.” Sahut Marsya.


Bunyi dering ponsel mengalihkan fokus mereka.


“Hallo.” Sapa Gilang.


“Tuan, saya sudah di bawah.” Jawab seorang pria yang tak lain adalah Doni.


“Ya sudah, kami kesana sekarang.” Balas Gilang sambil menutup panggilannya.


“Ayo turun. Doni sudah menunggu di bawah.” Ajak Gilang.


Mereka pun berjalan keluar dari kamar itu. Sepanjang jalan Gilang terus menggengam tangan Marsya erat.


Para karyawan hotel yang melihat mereka pun hanya menunduk sopan, sama halnya dengan Dina yang saat itu berada di lobby. Saat melihat Marsya dan bossnya keluar dari lift, dengan cepat ia menunduk takut, takut akan di pecat kalau saja bossnya tahu Marsya selama ini tinggal di kontrakannya.


***


Mobil memasuki pekarangan mansion.


Sedari tadi Marsya sudah gelisah, ia tidak sabar ingin cepat bertemu dengan pangeran tampannya.


Saat mobil berhenti, tanpa menunggu lagi Marsya pun turun meninggalkan Gilang dan Doni disana.


“Wanita itu sungguh keterlaluan meninggalkan suaminya disini.” Sungut Gilang.


“Sepertinya Anda dan Tuan muda kecil akan bersaing memperebutkan perhatian Nyonya kedepannya.” Tawa Doni melihat bossnya yang kesal di tinggalkan Marsya, Nyonya nya itu seolah lupa akan bossnya.


“Diam kau! Kembali sana, handle seluruh pekerjaan yang ada di perusahaan. Aku mau berkumpul dengan keluarga kecil ku dulu.” Ucap Gilang kesal sambil membanting pintu mobil dan pergi meninggalkan Doni sendirian.


“Ya, bersenang-senanglah Tuan. Semoga Anda tidak dilupakan lagi oleh Nyonya.” Ejek Doni.


Doni pun kembali melajukan mobilnya keluar dari kawasan mansion dan kembali ke perusahaan untuk mengurus pekerjaannya yang sempat tertunda karena menjemput bossnya itu.

__ADS_1


❤️


Jangan lupa vote, like dan komen sayang-sayangku❤️🤗


__ADS_2