Mrs. Gilang Baskara

Mrs. Gilang Baskara
Ch.45


__ADS_3

“Sudah selesai memilihnya.” Tanya Gilang yang sudah berdiri di samping Marsya.


“Sudah mas. Kenapa lama sekali perginya?” Tanya Marsya, berusaha menampilkan ekspresi yang biasa-biasa saja.


“Iya Sya, tadi perut ku tiba-tiba sakit jadi aku lama di toiletnya.” Jawab Gilang.


“Oh.” Balas Marsya ber oh ria menanggapi penjelasan Gilang.


Kamu bohong mas. Aku pikir kamu akan mengatakan yang sebenarnya, tapi ternyata dugaan ku salah.


“Sudah selesaikan? Ayo kita bayar, setelah itu kita pulang.” Ajak Gilang.


Saat Gilang ingin menggapai tangan Marsya untuk di genggam, Marsya langsung menarik cepat tangannya.


“Kenapa?” Tanya Gilang bingung melihat perilaku Marsya yang seperti menghindar darinya.


“Tidak ada mas, ayo.” Jawab Marsya sambil menampakkan senyum tipis di bibirnya.


Marsya pun berjalan menuju kasir, meninggalkan Gilang yang masih bengong di belakang.


Gilang pun menyuruh pelayan membawa barang-barang yang sudah Marsya pilih ke kasir untuk di hitung.


Gilang mengeluarkan kartu ATM miliknya untuk di gesek, setelah semua selesai mereka pun kembali ke mobil dan pulang ke mansion.


Sepanjang jalan Marsya hanya diam. Memilih melihat keluar jendela, memperhatikan lalu lintas kendaraan lainnya.


“Kamu tidak ingin singgah di suatu tempat?” Tanya Gilang memecah keheningan.


“Tidak mas, aku mau pulang saja. Rasanya badan ku capek semua.” Jawab Marsya, tanpa berpaling melihat suaminya itu.

__ADS_1


“Apa ada masalah? Sepertinya dari tadi aku lihat, kamu hanya diam saja bahkan seperti tidak ingin melihatku.”


“Mungkin karena aku terlalu capek mas, jadi banyak diam.” Jawab Marsya asal.


“Kalau begitu kamu tidurlah, saat sampai nanti akan ku bangunkan.” Titah Gilang.


Marsya hanya mengangguk, malas untuk menanggapi dengan jawaban.


Keadaan kembali hening, hanya terdengar deru mesin mobil yang menemani perjalanan mereka.


***


Sesampainya di mansion.


Marsya langsung turun dan masuk ke dalam tanpa menghiraukan Gilang.


Sementara Gilang berjalan menuju pos satpam untuk menyuruh Mang Ujang menganggkat barang-barang belanjaan mereka, dan membawanya masuk ke kamar tamu.


“Mang Ujang, nanti barang-barangnya di masukkan ke kamar tamu ya. Saya masuk dulu.”


“Baik Tuan.” Sahut Mang Ujang cepat.


Gilang langsung masuk ke dalam menyusul Marsya yang sudah duluan masuk.


Sesampainya di dalam, ruang tamu dan ruang tengah tampak sunyi.


“Mungkin dia di kamar.” Pikir Gilang. Ia pun beranjak menuju kamar mereka di lantai 2.


Saat Gilang masuk, ia langsung di suguhkan dengan pemandangan Marsya yang sedang tidur miring, membelakanginya.

__ADS_1


Gilang berjalan mendekat ke sisi ranjang, memperhatikan Marsya yang terlihat nyenyak dalam tidurnya.


“Kamu pasti lelah ya. Tidur yang nyenyak istriku.” Ucap Gilang sambil mengecup kening Marsya.


Gilang pun keluar dari kamar, setelah mengganti pakainnya.


Mendengar suara pintu yang di tutup dengan langkah kaki yang perlahan menghilang,


Marsya pun langsung membuka matanya.


Sebenarnya dirinya belum tidur, hanya saja saat mendengar Gilang masuk ke dalam kamar membuatnya langsung memejamkan matanya.


Untuk saat ini Marsya merasa butuh waktu buat sendiri, ia butuh menenangkan pikirannya.


Apa maksudnya semua ini mas.


Sungguh aku tidak mengerti dengan jalan pikiranmu. Renung Marsya dengan air mata yang sudah mengalir dari pelupuk matanya.


“Sepertinya aku yang terlalu bodoh sudah salah mengartikan perubahanmu akhir-akhir ini.”


Karena lelah menangis dan berpikir, Marsya pun tertidur.


Sementara di tempat lain, atau lebih tepatnya di ruang kerja Gilang.


Pria itu sedang berkutat dengan laptop yang ada di meja kerjanya.


Meskipun ini adalah hari minggu, hari yang seharusnya ia gunakan untuk beristirahat, tapi karena mendapat kabar dari Doni tentang masalah di salah satu proyek yang mengahruskannya turun tangan langsung untuk memeriksanya.


❤️

__ADS_1


Segini dulu ya, belum ada ide lagi soalnya🙏


Jangan lupa ya kak untuk vote, like, komen dan rate/bintang 5 nya🙏


__ADS_2