Mrs. Gilang Baskara

Mrs. Gilang Baskara
Ch.54


__ADS_3

Sebuah mobil terlihat berhenti di depan mansion milik Gilang. Tidak lama keluar seorang perempuan yang tak lain adalah Marsya.


Setelah tadi pergi menemui kenalan Leo yang akan membantu mengurus berkas perceraian Marsya, mereka pun akhirnya pulang. Marsya di antar Leo hingga ke depan mansion, Marsya pun juga sudah berani memberitahu di mana tempatnya tinggal pada Leo.


Sebelum Marsya keluar dari mobil “Ingat! Bersikaplah seolah-olah tidak terjadi apa-apa. Karena itu bisa memudahkan rencanamu untuk berpisah darinya.” Kata Leo memperingati Marsya.


“Ya, saya tahu.” Sahut Marsya.


“Oh iya, terima kasih Leo karena sudah mau membantu saya lagi.” Sambung Marsya.


“Tidak apa-apa.” Balas Leo sambil tersenyum.


“Saat surat itu sudah jadi, akan ku kirimkan padamu.” Lanjut Leo


“Oke. Kalau begitu saya akan keluar sekarang.” Ucap Marsya sambil membuka pintu mobil itu dan turun.


Setelah Marsya turun, Leo pun menjalankan kembali mesin mobilnya meninggalkan tempat itu.


Sepeninggalan Leo, Marsya pun berjalan masuk ke dalam mansion.


Di dalam Marsya bertemu dengan Bibi yang saat itu sedang menyiapkan makan siang.


“Eh Non Marsya udah balik? Tuan di mana?” Tanya Bibi heran melihat Marsya sendiri saat itu.


“Iya Bi. Marsya balik sendiri Bi, soalnya mas Gilang masih ada pekerjaan yang harus di urus.” Bohong Marsya.

__ADS_1


“Oh ya sudah Non, kebetulan makan siang nya juga sudah siap.” Kata Bibi lagi.


“Marsya masih kenyang Bi, tadi di kantor mas Gilang, Marsya sempat makan sedikit.” Bohong Marsya lagi. Selera makannya saat ini tidak ada.


“Bi, Marsya ke kamar ya. Marsya mau istirahat dulu.” Pamit Marsya pada Bibi.


Marsya pun beranjak ke kamar, ia butuh tidur sejenak.


***


Sementara di perusahaan.


Gilang kembali ke ruangannya dalam keadaan kesal, Doni yang melihat hal itu sudah tahu siapa penyebabnya.


“Kurang ajar sekali wanita itu. Lihat saja kalau sampai dia kembali mengusikku, aku tidak akan segan-segan menghancurkannya.” Maki Gilang.


Sedang duduk santai menetralkan emosinya, tiba-tiba Doni datang menghampirinya di ruangan.


“Tuan gawat.” Ucap Doni dengan nada panik.


Gilang yang melihat itu pun bingung.


Dengan mengerutkan dahi “Ada apa?” Tanya Gilang.


Doni pun menjelaskan masalah yang terjadi pada salah satu proyek hunian yang sedang mereka kerjakan.

__ADS_1


“Kurang ajar.” Teriak Gilang kesal.


“Cari tahu, siapa yang sengaja melakukan hal itu.” Perintah Gilang lagi pada Doni.


“Baik Tuan.” Sahut Doni cepat.


Doni pun pamit keluar dari ruangan itu, ia akan cari tahu siapa yang sedang ingin main-main dengan mereka.


Setelah Doni pergi, dengan marah Gilang melempar semua berkas yang ada di meja saking kesalnya.


“Si*lan. Kenapa hari ini seperti hari kesialan bagi ku.” Teriak Gilang kesal dalam ruangannya.


Ya, sepertinya ini merupakan hari sial bagi seorang Gilang. Mulai dari kekesalannya pada Elena tadi yang datang ke kantor, dan sekarang Doni memberitahu bahwa ada orang yang sepertinya dengan sengaja mengacaukan proyek mereka.


Itu membuat Gilang merasa ini hari yang buruk baginya.


Tapi, tanpa Gilang tahu hal buruk sesungguhnya memang sedang menimpahnya.


Karena hari ini, tanpa Gilang tahu Marsya sudah pergi mengurus sebuah surat perceraian mereka.


Hanya menunggu sampai hari itu tiba, dan Marsya akan menyerahkan surat itu.


Surat yang bisa membuat Gilang kacau nantinya.


❤️

__ADS_1


Maaf ya dikit dulu. Author lagi jenuh banget ngetik dan berpikir🙏


Jangan lupa vote, like dan komen ya👍


__ADS_2