Mrs. Gilang Baskara

Mrs. Gilang Baskara
Ch.41


__ADS_3

Dalam mobil.


“Kita mau kemana?” Tanya Gilang pada wanita yang ada di sebelahnya.


“Bagaimana kalau ke pantai Tuan?” Tanya balik Marsya.


“Kalau begitu ayo ke pantai.” Seru Gilang sambil menjalankan mobil ke luar dari mansion.


Sepanjang jalan Marsya sangat bersemangat melihat hiruk pikuk keadaan luar.


Akhirnya bisa jalan-jalan. Batin Marsya bersemangat.


“Kenapa kamu memilih ke pantai?” Tanya Gilang membuka percakapan.


“Tidak tahu, tiba-tiba hanya ingin ke sana saja.” Jawab Marsya asal.


Wanita ini, ah sudahlah. Batin Gilang gemas melihat tingkah Marsya.


***


45 menit berlalu, akhirnya Marsya dan Gilang sampai di tempat tujuan.


Saking senangnya, Marsya turun saat mesin mobil baru saja di matikan tanpa menunggu aba-aba dari Gilang.


Karena ini adalah hari libur, makanya pengunjung yang datang juga sangat banyak.


Suasana ramai seperti ini yang Marsya inginkan di banding tinggal di mansion yang sangat sepi tanpa melakukan apa-apa.


“Ayo Tuan.” Ajak Marsya, saat melihat Gilang yang baru saja turun dari mobil.


“Sebentar.” Jawab Gilang sambil menggelengkan kepalanya melihat Marsya yang tidak sabaran.


Pasangan suami-istri itu pun berjalan masuk, bergabung dengan keramaian orang-orang disana.


“Tuan, apa boleh saya ke sana?” Tunjuk Marsya pada pinggiran pantai, yang di sana juga banyak anak-anak kecil yang sedang main.


“Ya, pergilah. Aku akan tetap di sini.” Jawab Gilang memberi izin.


Marsya pun berjalan menuju pantai, ia ingin merasakan sensasi ombak di kakinya.


Sementara Gilang memilih duduk di salah satu tempat yang di sediakan di pantai itu.


Gilang memilih memantau Marsya dari jauh, memberi ruang pada wanita itu untuk bersenang-senang sepuasnya.


***


Marsya berjalan mendekat pada pantai, membiarkan kakinya di hampiri hembusan ombak. Marsya sungguh menikmati hal menyenangkan ini.

__ADS_1


“Ah, senangnya bisa menikmati udara dengan aroma pantai seperti ini.” Kata Marsya sambil menghirup udara sebanyak-banyaknya.


Karena lelah berdiri, Marsya pun memutuskan untuk duduk sambil kaki ia selonjorkan lurus ke depan.


Marsya membiarkan pakaiannya basah terkena hempasan ombak.


Dari kejauhan tampak Gilang yang sedang fokus pada ponselnya, terlihat sangat serius.


Mungkin sedang mengurus masalah kantor. Pikir Marsya.


Marsya pun kembali sibuk memainkan pasir-pasir pantai, menikmati hempasan ombak yang datang menghantam.


“Kamu disini juga?” Tiba-tiba tanpa di duga seseorang datang duduk di sampingnya. Hal itu sontak membuat Marsya kaget.


“Sama siapa disini? Suami atau majikanmu?” Tanya seseorang tadi yang ternyata adalah Leo.


Pertanyaan Leo tadi seperti menyindir Marsya.


“L..Leo.” Ucap Marsya gugup.


Marsya merasa tidak enak sekarang karena sudah berbohong pada pria yang pernah menolongnya itu.


“Maaf.” Sambung Marsya.


“Kenapa kamu bohong waktu itu?” Tanya Leo sambil memandang lurus ke depan, menatap hamparan lautan yang luas.


“Karena ...” Marsya bingung ingin menjawab apa.


“Heh, pantas saja waktu itu ekspresinya sangat marah saat saya membahas kamu.” Lanjut Leo.


“Maafkan saya.” Hanya itu yang dapat Marsya katakan, sungguh ia merasa bersalah pada Leo.


“Tidak masalah, mungkin kamu punya alasan tertentu hingga harus menyembunyikan identitasmu.” Balas Leo.


Lama mereka terdiam dengan pikiran masing-masing.


“Jadi dengan siapa kamu kesini?” Tanya Leo lagi, memecah keheningan di antara mereka.


“Dengan suaminya.” Jawab Gilang dari arah belakang. Marsya dan Leo refleks berbalik melihat sumber suara.


Ternyata laki-laki itu mendengarkan percakapan mereka.


Marsya yang menyadari posisi duduknya berdampingan dengan Leo pun cepat-cepat berdiri, ia takut Gilang marah.


“Tuan Bramasta, begitu sangat kebetulan bisa bertemu anda lagi disini. Sepertinya anda selalu ada dimana-mana ya.” Sindir Gilang.


Leo berdiri dari tempatnya.

__ADS_1


“Haha, iya juga. Apa mungkin ini takdir ya, Tuan Gilang Bramasta.” Provokasi Leo, memancing reaksi Gilang padanya.


“Heh, takdir apa yang anda maksud?” Tanya Gilang dengan senyum mengejek di bibirnya.


Gilang berusaha menahan emosinya, ia tidak ingin terpancing dan malah ribut dengan Leo di tempat umum seperti ini.


“Tidak ada, anggap saja tadi hanya gurauan semata.” Jawab Leo.


Gilang meraih tangan Marsya, menggengam tangan wanita itu dengan erat.


“Maaf Tuan Bramasta, kami permisi.” Kata Gilang sambil berlalu dari hadapan Leo,sedangkan Marsya hanya menurut mengikuti kemana Gilang membawanya.


***


Gilang membawa Marsya ke sebuah rumah makan yang di sediakan di sekitaran pantai itu.


“Bajumu basah.” Omel Gilang saat melihat pakaian Marsya yang basah terkena hempasan ombak pantai.


“Maaf Tuan.” Balas Marsya.


“Ya sudah, makan saja dulu. Habis ini kita akan cari baju yang bisa kau gunakan, agar kau tidak masuk angin nantinya.”


Setelah mengisi perut mereka, Gilang berniat ingin pergi mencari baju yang bisa Marsya gunakan agar istrinya itu tidak kedinginan.


Tapi permintaan Marsya membuat Gilang menghentikan niatnya tadi.


“Tuan, apa boleh saya kembali ke sana?”


Tunjuk Marsya pada hamparan luasnya pantai. Marsya belum mau pulang, ia masih ingin menikmati suasana di tempat ini.


Gilang tampak berpikir sebentar, sebelum akhirnya mengiyakan permintaan Marsya.


“Ya sudah, kau boleh ke sana. Tapi tetap dalam pengawasan ku.”


Akhirnya pasangan muda itu kembali ke pinggiran pantai, tapi kali ini Gilang tidak membiarkan Marsya sendiri.


Ia tidak mau Marsya bertemu lagi dengan Leo nantinya.


Marsya sangat bersemangat, ia kembali mendudukkan diri di pasir sambil menunggu ombak datang menghantam.


Gilang yang melihat hal itu pun menjadi tertarik untuk merasakan hal yang sama. Ia pun duduk menemani Marsya, membiarkan bajunya juga basah terkena hempasan ombak yang datang.


Mereka terus bermain, menikmati suasana tanpa memikirkan waktu yang terus berputar.


❤️


Karena banyak yang salah paham dengan kalimat di part sebelumnya, jadi author hilangkan.

__ADS_1


Hanya ingin mengingatkan, di situ author bilangnya akan memasuki 1 tahun ya, berarti bisa saja masih beberapa bulan lagi.


Jangan lupa dukung novel ini lewat vote, like dan komen serta rate/bintang 5 nya ya😘🤗


__ADS_2