Mrs. Gilang Baskara

Mrs. Gilang Baskara
Ch.69 (Flashback)


__ADS_3

Hari itu suasana kantor tampak sepi, semua karyawan sedang fokus dengan pekerjaan nya masing-masing.


Saat Gilang sedang fokus dengan pertanyaan nya, tiba-tiba Doni datang menghampirinya.


“Tuan, di bawah Nona Elena sedang menunggu Anda. Tadi dia berusaha masuk, tapi sudah di cegah oleh satpam atas perintah Anda waktu itu.” Ucap Doni to the point.


“Bagus.”


Memang Gilang sudah mengeluarkan ultimatum pada seluruh karyawan nya bahwa orang yang bernama Elena tidak boleh lagi masuk ke dalam kantornya.


“Aku akan turun, tetap suruh satpam itu untuk menahannya sampai aku datang.” Kata Gilang sambil berjalan keluar dari ruangannya.


Sesampainya di bawah, Gilang bisa melihat Elena yang sedang berdebat dengan satpam yang menahannya.


Karena kesal melihat wanita itu, Gilang pun berjalan menghampiri mereka.


“Untuk apa lagi kamu kesini? Bukankah sudah aku katakan untuk berhenti mengusik ku lagi.” Bentak Gilang pada Elena.


“Keluar sekarang.” Kata Gilang lagi sambil menarik Elena keluar dari kantornya.


“Gilang ada yang ingin aku katakan padamu.” Kata Elena memohon.


“Apalagi heh!” Hardik Gilang.


“Please, aku mohon. Ayo kita bicara sebentar.” Kata Elena sambil meraih tangan Gilang untuk ia peluk.


“Baiklah, ini terakhir aku memberi mu kesempatan untuk berbicara padaku. Ikut aku, kita bicara di sana.” Jawab Gilang sambil menunjuk tempat yang dekat dengan taman kantor.


Mereka pun berjalan ke sana dengan Elena yang tetap merangkul lengan Gilang.

__ADS_1


“Katakan.” Ucap Gilang saat mereka sudah sampai di tempat yang di tunjuk Gilang tadi.


“Gilang, ayahku ingin bertemu dengan mu. Beliau bertanya kenapa kamu sudah tidak pernah datang lagi ke rumah.” Kata Elena manja.


“Bukan urusan ku! Pokoknya aku tidak akan lagi terjerat dalam permainan mu Elena. Aku tahu, kau sengaja kan menggunakan orangtua mu untuk bisa menjerat ku!” Kesal Gilang.


“T..tidak.” Jawab Elena gugup.


“Heh apa kau pikir aku tidak tahu isi otak mu yang licik itu.” Kata Gilang dengan intonasi tinggi, saking geramnya dengan tingkah Elena.


Sial. Kalau sudah begini, rencana ku tidak akan mempan lagi padanya. Batin Elena.


“Tidak Gilang, tidak mungkin aku menggunakan orangtua ku untuk menjeratmu. Sungguh, ayahku sakit keras, dan aku tidak mau membuatnya tambah sakit jika mengetahui kita sudah putus sejak lama.”


“Dari awal itu adalah masalahmu karena tidak jujur pada ayahmu sendiri. Sekarang tanggung sendiri akibatnya, aku tidak mau lagi masuk dalam permainan mu.”


Karena sudah tidak tahu lagi ingin mengatakan apa, Elena pun mengeluarkan apa yang ada di pikirannya selama ini.


“Gilang jawab pertanyaan ku tadi.” Desak Elena, karena Gilang tidak menjawab pertanyaan nya.


“Ya, apa yang kau bilang tadi benar adanya” Jawab Gilang kesal.


“Hmm benar kan dugaan ku, kamu tidak sungguh-sungguh pada wanita itu. Aku pun tahu kamu pasti masih cinta padaku, hanya saja kamu menunggu waktu yang tepat untuk melepaskan wanita itu” Ujar Elena percaya diri, apalagi saat Gilang membenarkan bahwa ia hanya menginginkan anak itu saja.


Sungguh Elena merasa di atas angin sekarang, ia yakin masih ada kesempatan antara dirinya dan Gilang.


“Tapi itu dulu saat aku belum mencintainya, dan sekarang apa kau tahu seberapa besar perasaan cintaku untuknya?” Tanya Gilang dengan senyum sinis pada Elena.


Ia pun melepas paksa tangan Elena yang melingkar di lengan nya.

__ADS_1


Elena yang tadi merasa sangat senang, tiba-tiba di buat bungkam atas pernyataan Gilang.


“Cintaku padanya lebih besar dari pada saat aku bersamamu. Darinya aku belajar banyak tentang indahnya hidup.”


“Memang dulu aku hanya menginginkan anak itu, tapi sekarang aku bahkan menginginkan nya untuk menjadi ibu dari anak-anak ku kelak.”


“Aku ingin membuat banyak anak dengannya. Agar di masa tua kami nanti, kami tidak sendiri dan pastinya ada yang merawat kami.” Kata Gilang dengan senyum bahagia.


Elena yang mendengar kata-kata Gilang tadi semakin marah. Ia tidak terima Gilang lebih memilih wanita itu.


“Aku juga bisa memberi banyak anak untukmu. Dan lagi aku lebih baik darinya, wanita itu hanya wanita rendahan Gilang. SADAR.” Kata Elena sambil meninggikan intonasi suaranya.


“KAMU YANG HARUSNYA SADAR ELENA, DISINI KAMULAH YANG RENDAHAN!” Teriak Gilang kesal mendengar Elena menyebut Marsya sebagai wanita rendahan.


“Dan satu lagi, apa kamu pikir aku sudi bila kamu yang mengandung anakku. Anak ku tidak pantas lahir dari rahim wanita seperti mu.”


“Cepat pergi dari sini, sebelum kesabaran ku habis menghadapi mu.” Sambung Gilang memberi peringatan pada Elena.


Dengan perasaan kesal Elena pergi dari hadapan Gilang.


Sementara Gilang kembali ke dalam ruangannya untuk melanjutkan pekerjaannya yang tertunda akibat kedatangan Elena.


❤️


Gimana miskah?😜😂


Bye guys👋


Author kan udah crazy up.

__ADS_1


Mau istirahat dulu bentar.


__ADS_2