
Sementara di kamar atas.
Setelah tadi memasuki kamar miliknya, Gilang pun melepas semua pakaian nya lalu menuju kamar mandi untuk mengguyur seluruh badannya yang terasa panas.
Sesudahnya ia membuka lemari, mengambil pakaian santai miliknya untuk di pakai. Lalu menuju tempat tidur untuk membaringkan tubuhnya.
Sial sial sial. Ada apa sebenarnya dengan diriku?
Untuk apa aku kesal dan marah melihat Marsya bersama dia. Dan lagi dari mana Marsya mengenalnya?
Tapi, tadi juga Marsya seperti menghindar dari laki-laki itu, apa dia menyukai Marsya ya?
Lalu apa urusannya dengan ku jika laki-laki itu menyukai Marsya.
“Arghhh kepala ku pusing memikirkan hal ini.” Teriak Gilang sambil menguling-gulingkan badan di atas tempat tidur, layaknya anak kecil yang sedang merengek.
Gilang terus bergelut dengan batin dan pikirannya, entah mengapa saat melihat Marsya bersama pria lain dirinya merasa ingin marah tidak jelas.
“Daripada memikirkan hal tidak penting itu, lebih baik aku memantau pekerjaan yang ada di Indonesia.” Gumam Gilang sambil beranjak dari tempatnya berguling tadi menuju meja yang ada di kamar tidur itu untuk mengambil benda kotak tipis yang canggih.
Perkataan Gilang yang keluar dari mulut pedas nya itu tidak sesuai dengan apa yang ada di hatinya.
Benda kotak yang sudah berada di tangan nya ia bawa kembali ke atas tempat tidur, Gilang meraih bantal untuk menyanggah bagian belakang nya.
Mencari posisi yang membuat nya nyaman, barulah Gilang mulai fokus dengan data-data yang ada di benda kotak tipis itu.
***
__ADS_1
Kembali di ruangan bawah.
“Mah, tolong buatkan teh herbal buat papa. Dan sekalian, tolong antarkan ke kamar.” Kata Kevin Baskara menyudahi pembicaraan antara mertua dan menantu.
“Sya, papa duluan ya mau istirahat di kamar.”
Setelah mengatakan tujuan nya, Kevin beranjak dari tempat duduk.
“Iya pah. Marsya juga sepertinya akan kembali ke kamar.” Balas Marsya.
“Ya. Kamu istirahatlah di kamar Marsya. Mama ke dapur ya, mau bikin teh buat papa soalnya.” Pamit Lily Baskara.
Setelah mertuanya sudah tidak terlihat di ruangan itu, Marsya pun memutuskan naik ke atas untuk beristirahat.
Sampai di depan pintu kamar, Marsya terlebih dulu menarik napas panjang dan membuang nya agar dirinya bisa relaks.
Dengan ragu-ragu Marsya meraih ganggang pintu yang berada di depannya, lalu memutarnya secara perlahan.
Setelah pintu terbuka, dengan langkah pelan Marsya berjalan masuk ke dalam kamar sambil menundukkan kepalanya.
Bunyi decitan pintu itu membuat fokus Gilang teralih pada pintu yang terbuka, di sana ia melihat Marsya yang berjalan masuk sambil menunduk.
“Huh!” Gilang mendengus.
Gilang lalu kembali fokus pada laptop yang ada di pangkuannya, pura-pura mengabaikan Marsya.
Setelah pintu itu tertutup dengan rapat, Marsya pun berjalan menuju meja rias untuk meletakkan tas sling bag yang tadi di pakainya saat pergi.
__ADS_1
Marsya kemudian berjalan menuju lemari untuk mengambil pakaian ganti nya yang bisa membuatnya lebih nyaman.
Marsya beranjak menuju kamar mandi untuk mengganti pakaian, karena malu jika harus berganti di depan Gilang.
Sudah berganti pakaian, Marsya berjalan menuju sofa yang ada di kamar untuk membaringkan badan nya yang terasa pegal itu, padahal Marsya tidak melakukan pekerjaan yang berat.
Marsya memilih berbaring di sofa lantaran takut Gilang akan memarahinya.
“Sedang apa kau disitu?” Suara Gilang yang bertanya itu membuat Marsya kaget.
“Saya ingin beristirahat sebentar tuan.” Jawab Marsya dengan suara nya yang lembut.
“Siapa yang menyuruh mu tidur di sofa?” Kata Gilang lagi. Hal itu sontak membuat Marsya kembali duduk menegakkan badannya.
“Maafkan saya tuan, saya akan tidur di bawah saja kalau begitu.” Ujar Marsya sambil mulai berdiri perlahan untuk turun dari sofa empuk itu.
Marsya berpikir Gilang melarangnya untuk tidur di sofa mahal milik keluarganya.
“Aku tidak menyuruh mu tidur di bawah!!. Tidur lah di tempat tidur ini.” Balas Gilang dengan gaya yang sok cool.
Marsya yang mendengar penuturan suaminya itu merasa heran dengan kelakuan suaminya hari ini.
Setelah menyuruh Marsya untuk tidur di ranjang empuk itu, Gilang berdiri sambil membawa laptop di tangannya menuju balkon kamar mereka.
Ia sengaja melakukan itu agar Marsya merasa nyaman tidur di ranjang tanpa dirinya.
❤️
__ADS_1
Hai readers tersayang author, jangan lupa vote, like dan komen. Dukung terus novel Gilang dan Marsya agar author pun bisa tambah semangat menulisnya😊