Mrs. Gilang Baskara

Mrs. Gilang Baskara
Ch.50


__ADS_3

Menjelang malam.


Gilang baru saja pulang dari kantor, ia langsung memarkirkan sembarang mobilnya di halaman mansion.


Di dalam Gilang bertemu dengan Bibi yang sedang sibuk menata makan malam di meja.


“Bi Suci, dimana Marsya?” Tanya Gilang.


“Sepertinya Non Marsya ada di kamarnya Tuan.” Jawab Bibi.


Gilang pun langsung menuju kamar Marsya, kebetulan saat itu pintu tidak di kunci jadi Gilang bisa langsung masuk ke dalam.


Klek.


“Sya.” Panggil Gilang setelah menutup pintu kamar.


“Ada apa mas?” Tanya Marsya dari atas tempat tidur. Marsya saat itu sedang duduk berselonjor di atas tempat tidur.


Gilang berjalan menghampiri Marsya dan duduk di tepi ranjang, dekat dengan Marsya.


“Tidak, aku hanya ingin melihat keadaan mu saja.” Jawab Gilang sambil menampilkan senyum di bibirnya.


“Oh.” Balas Marsya.


Marsya pun kembali fokus pada ponselnya dan mengacuhkan Gilang.


“Kamu kenapa sih Sya, kenapa kamu seperti tidak ingin menatapku?” Tanya Gilang lagi. Tangannya ia ulurkan untuk mengengam tangan Marsya.


“Tidak kenapa-napa mas, mungkin hanya perasaan mu saja.” Jawab Marsya tenang sambil menarik pelan tangannya dari genggaman Gilang.


“Mandilah mas, kamu pasti capek habis kerja.” Kata Marsya lagi mengalihkan pembicaraan.


“Ya sudah, aku mandi dulu kalau gitu.” Sahut Gilang. Sebelum beranjak dari tempatnya, Gilang meraih kedua pipi Marsya lalu mengecup kening wanita itu.


Sontak Marsya membulatkan matanya, ia kaget dengan perbuatan Gilang tadi.


“Mas.”


“Hehe, aku ke atas ya.” Ucap Gilang sambil berlalu dari hadapan Marsya.


Selepas kepergian Gilang, Marsya hanya dapat menggeleng-gelengkan kepalanya melihat perilaku Gilang yang kadang membuat perasaan nya bimbang.


Kamu semakin buat aku bingung mas. Batin Marsya.


***


Menjelang makan malam.


Bertepatan saat Marsya akan keluar dari kamar, Gilang pun masuk dengan membawa satu koper di tangannya.


Marsya yang melihat hal itu pun mengerutkan dahinya, bingung.


“Loh, kenapa kopernya di bawah ke sini mas?” Tanya Marsya.


“Kalau kamu disini, berarti aku juga akan tidur disini. Aku tidak mau istri ku sendirian di kamar ini.” Jawab Gilang sambil mengerlingkan matanya.


“Terserah kamu deh mas.” Pasrah Marsya.


Gilang menaruh asal koper itu di lantai, lalu menarik tangan Marsya berjalan bersama menuju meja makan.

__ADS_1


Marsya hanya pasrah melihat perlakuan Gilang padanya.


Pasangan suami istri itu pun duduk bersama menikmati makan malam mereka.


***


Seusai makan malam, Marsya pun kembali ke kamar di susul oleh Gilang di belakangnya.


Karena malas bergerak, Marsya pun naik ke tempat tidur untuk sekedar berbaring miring hingga kantuk datang menyerang.


Gilang pun ikut membaringkan tubuhnya di samping Marsya, ia menggeser tubuhnya agar semakin dekat dengan Marsya untuk bisa ia peluk dari belakang.


Marsya yang di peluk dari belakang oleh Gilang hanya diam saja, malas untuk melarang karena toh Gilang juga tidak akan mendengarnya jika di suruh lepas.


Untuk beberapa saat Marsya terdiam, sementara Gilang dengan setia mengelus-elus perut buncit Marsya.


“Boleh aku bertanya sesuatu mas?” Tanya Marsya setelah beberapa menit terdiam.


“Boleh, mau tanya apa memangnya?” Balas Gilang sambil tangannya tetap mengelus-elus perut Marsya.


“Emm … itu mas, sebenarnya apa maksudnya mas Gilang bersikap baik padaku? Apa kamu sudah mulai menerima keberadaan ku?” Tanya Marsya ragu.


Mendengar pertanyaan Marsya membuat Gilang menghembuskan nafasnya pelan “Apa kamu tidak bisa merasakan perasaan ku lewat perubahan ku selama ini?”


Bukannya menjawab pertanyaan Marsya, Gilang malah balik bertanya.


“Jujur saja mas, aku pun merasakan perubahanmu akhir-akhir ini. Tapi aku juga tidak mau salah mengartikan perubahanmu itu padaku.”


“Itu sebabnya aku bertanya sekarang agar semuanya jelas. Jadi aku tidak perlu berharap lebih kedepannya.” Tegas Marsya.


Pembicaraan mereka semakin mengarah ke arah pembicaraan yang lebih serius sekarang.


Gilang yang dari tadi mengelus-elus perut Marsya sekarang malah mendekap Marsya ke dalam pelukannya.


Dari nada bicara bicara Gilang dapat di simpulkan bahwa laki-laki itu serius dengan ucapannya.


Marsya bungkam, ia bingung ingin menanggapi seperti apa pernyataan Gilang tadi.


Karena tidak mendapat respon dari Marsya membuat Gilang pun bertanya kembali “Apa kamu tidak percaya padaku?”


“Entahlah mas, aku pun bingung.” Jawab Marsya.


Gilang menarik Marsya agar mau berhadapan dengannya.


“Tatap mata ku Sya.” Pinta Gilang.


Dengan ragu Marsya mengalihkan pandangannya pada Gilang, menatap mata lelaki itu membuat Marsya gugup. Jantungnya berdebar.


“Aku tanya sama kamu. Apa kamu mau memulai semuanya dari awal dengan ku?” Tanya Gilang serius.


Marsya masih bungkam.


“Sya, ayo kita mulai semuanya dari awal, kita perbaiki hubungan ini.” Ucap Gilang sambil tangannya mengenggam salah satu tangan Marsya.


“Apa perkataanmu tadi bisa di percaya?” Tanya Marsya sambil menatap mata Gilang.


“Bisa, sangat bisa di percaya karena aku serius dengan itu.” Jawab Gilang mantap.


“Aku mau mas.” Sahut Marsya. Setelah mendengar perkataan Gilang tadi membuat Marsya berusaha meyakinkan hatinya bahwa suaminya itu sudah berubah.

__ADS_1


Dan untuk masalah tentang Elena, akan Marsya tanyakan lagi nanti. Ia hanya butuh waktu yang tepat agar suaminya itu mau jujur padanya.


Aku berdoa pada Tuhan semoga apa yang kamu katakan tadi sungguhan mas. Batin Marsya.


Aku juga akan berusaha berpikir positif tentang mu atas kejadian beberapa waktu yang lalu kamu membohongi ku.


Aku berharap itu hanya salah paham saja, dan aku harap kamu punya alasan yang bisa meyakinkan ku nanti jika suatu saat aku bertanya tentang masalah itu.


***


Mendengar jawaban Marsya membuat Gilang senang bukan main, ia langsung memeluk Marsya dengan eratnya sambil beberapa kali mengecup kening dan pipi Marsya.


“Terima kasih, terima kasih karena mau memulai semuanya dari awal dengan ku.” Kata Gilang bersyukur.


“Aku juga minta maaf atas perlakuan dan kata kasar ku padamu waktu itu. Sungguh aku menyesal untuk itu.”


“Iya mas.” Balas Marsya.


Marsya pun hanya bisa tersenyum melihat Gilang, dari lubuk hatinya yang paling dalam sesungguhnya dia pun bahagia dengan ini.


Ia bahagia dengan hubungan barunya, ia bahagia karena hubungannya dengan Gilang mulai jelas arah dan tujuannya.


Marsya pun membalas pelukan Gilang, ia menenggelamkan kepalanya pada dada bidang suaminya itu.


Lama mereka berada pada posisi saling memeluk hingga Gilang pun perlahan melepas pelukannya, ia beralih menatap Marsya dengan mesranya dan tatapan itu di balas Marsya.


“Karena kita sudah sepakat untuk memulai semuanya dari awal, apa itu artinya kita bisa melakukan hubungan selayaknya pasangan suami istri? Apa aku bisa menjenguk anak ku yang berada di dalam?” Tanya Gilang mengesampingkan urat malunya.


“Menjenguk?” Tanya Marsya bingung.


“Mas, anak kita belum keluar. Bagaimana caranya kamu ingin menjenguknya sedangkan keluar pun belum.” Kata Marsya lagi dengan polosnya.


“Sayang, maksudku itu apa bisa kita melakukan hal yang sama saat di hotel waktu itu. Tapi kali ini berbeda, aku janji.” Ucap Gilang mengingatkan Marsya akan kejadian waktu itu.


Antara senang dan takut yang Marsya rasakan saat mendengar kata-kata Gilang tadi.


Marsya senang karena Gilang memanggilnya dengan sebutan ‘sayang’ tapi ia juga takut karena Marsya mulai paham apa yang Gilang maksud.


“Aku takut mas.” Kata Marsya pelan tapi masih bisa di dengar oleh Gilang.


“Kali ini beda Sya, waktu itu aku melakukannya karena di bawah pengaruh obat. Tapi saat ini aku sadar, aku janji itu tidak akan sakit. Aku juga akan melakukannya secara perlahan.” Ucap Gilang meyakinkan Marsya.


Marsya terdiam, ia sedang berpikir sekarang.


Karena melihat Marsya yang diam saja, membuat Gilang berpikir Marsya tidak ingin melakukannya. Gilang maklum akan hal itu, ia tahu Marsya pasti masih trauma dan takut jika menyangkut hal itu.


“Ya sudah. Aku tidak akan memaksa jika memang kamu belum siap untuk itu.” Kata Gilang dengan nada yang di buat selembut mungkin.


“Kalau begitu, ayo kita tidur. Aku akan memeluk mu saja malam ini.” Lanjut Gilang.


Saat Gilang ingin meraih Marsya kembali dalam pelukannya, tiba-tiba Marsya menghentikan pergerakan Gilang.


❤️


Please jangan protes, cukup di baca aja ya🙏


Ikuti alurnya, semua sudah author pikirkan kok. Tinggal di nikmati😊👍


Jangan lupa ya vote, like, dan komen😊👍😘

__ADS_1


Author udah up 2 bab ni, di tunggu votenya ya readers😘Koin tips juga boleh🤗


Oh iya, author mau ngucapin terima kasih banyak untuk kakak-kakak yang udah baik kasih koin tips buat author. Makasih kakak-kakak baik yang tidak author sebut namannya, kalian the best lah👍👍😍❤️


__ADS_2