Mrs. Gilang Baskara

Mrs. Gilang Baskara
Ch.68 (Flashback)


__ADS_3

Hari itu saat Gilang baru saja menyelesaikan masalah proyek bersama Doni di salah satu kota.


Waktu sudah sore, Gilang pun berencana untuk pulang ke mansion.


Tapi saat dalam perjalanan pulang, seseorang menelponnya.


Nomor baru. Batin Gilang bertanya-tanya.


Karena penasaran ia pun mengangkatnya.


“Hallo nak Gilang.” Sapa si penelpon.


Mendengar suara si penelpon dari seberang sana membuat Gilang langsung tahu siapa yang menghubunginya.


“Iya, hallo.” Balas Gilang sopan.


“Nak, ini Om. Apa kamu ada waktu?”


“Iya Om Herman. Ada apa ya?” Tanya Gilang bingung mengapa om Herman menghubunginya.


“Ini nak, kami mau mengajakmu makan malam. Apa kamu ada waktu?” Tanya balik Herman, ayah Elena.


“Ehh…” Gilang bingung ingin menjawab apa. Karena sejujurnya ia malas makan apalagi berurusan sama mereka lagi.


“Mau ya nak. Kita kan juga sudah lama tidak bertemu, kamu juga sudah jarang main ke rumah?”


Karena merasa tidak enak hati pada om Herman, Gilang pun menyetujui hal itu karena ia pikir hanya makan malam saja.


Anggap saja sebagai rasa hormatku pada orang yang lebih tua. Dan bagaimana pun beliau pernah dekat denganku saat aku masih berhubungan dengan Elena. Pikir Gilang.


“Ya sudah Om. Kira-kira dimana tempatnya, nanti Gilang menyusul.” Kata Gilang menyetujui ajakan om Herman.


“Di restaurant xxxxx.”


“Baiklah om, Gilang akan usahakan datang.”

__ADS_1


“Oke nak Gilang, sampai bertemu nanti malam.” Ujar Herman sambil mematikan sambungan teleponnya.


Gilang menghembuskan nafasnya kasar “Hufft, sebenarnya aku malas menerima ajakannya. Tapi aku juga tidak enak hati bila menolaknya.”


Doni yang sedang menyetir pun melihat dan mendengar semua obrolan bossnya itu.


“Ada apa Tuan?” Tanya Doni.


“Tidak ada. Doni, sebentar turunkan aku di restaurant xxxxx.”


“Apa Anda ingin makan malam di sana dengan Nyonya?” Tanya Doni lagi.


“Bukan, aku akan makan malam dengan orangtua Elena.”


“Kau tahu, sebenarnya aku malas menerima ajakannya, tapi aku juga tidak enak hati pada mereka.” lanjut Gilang menceritakan keluh kesahnya pada Doni.


“Hah.” Doni kaget mendengar penjelasan Gilang.


“Anda yakin Tuan? Apa orangtua nona Elena tidak tahu bahwa hubungan kalian sudah berakhir lama?” Tanya Doni bingung kenapa Tuannya mau berurusan lagi dengan keluarga Elena.


“Dia memohon padaku untuk ikut dengannya menemui orangtuanya. Dia bilang orangtuanya tidak tahu perihal pernikahan ku karena waktu itu mereka di luar negeri. Ayah Elena berobat katanya dan baru pulang ke Indonesia sekarang.”


“Jadi mereka kira kami masih berhubungan. Lalu Elena meminta ku bersikap seolah kami masih menjalin hubungan di depan orangtuanya, karena Elena bilang ia tidak mau ayahnya drop ketika mendengar bahwa kami sudah putus.”


“Dengan terpaksa aku mau membantunya dengan syarat, itu yang terakhir aku membantu Elena.” Jelas Gilang panjang lebar.


Doni masih setia mendengarkan cerita bossnya itu.


“Dan sekarang mereka mengundangku makan malam.” Sambung Gilang lagi.


Doni juga tampak menghembuskan nafasnya, mendengar cerita Gilang tadi membuat Doni pun pusing di buatnya.


“Lalu sekarang bagaimana Tuan? Apa Anda mau menemui mereka? Bagaimana kalau ada yang melihat Anda disana?” Tanya Doni bertubi-tubi.


“Justru itu, bagaimana kalau kau ikut saja denganku.” Usul Gilang.

__ADS_1


“Baiklah Tuan.” Jawab Doni.


Mobil pun berlalu, membelah jalanan.


Hingga Gilang dan Doni sampai di kota mereka, hari sudah malam.


Mereka langsung menuju restaurant yang di tentukan ayah Elena.


Sebelum masuk, Gilang sempat mengirim pesan pada istrinya bahwa ia akan pulang larut. Gilang tidak mau Marsya menunggunya karena Gilang tahu makan malam ini akan sangat lama pasti.


Saat mereka masuk, di meja itu tampak sudah ada orangtua Elena dan pastinya Elena juga. Gilang pun berjalan menghampiri mereka, tidak lupa Doni di sampingnya.


“Malam om, tante.” Sapa Gilang sopan.


“Malam nak, silahkan duduk.” Herman mempersilahkan Gilang untuk duduk.


Kebetulan meja yang mereka pesan hanya untuk 4 orang, dengan terpaksa Gilang harus duduk di samping Elena.


Sedari tadi senyum terus terbit di bibir Elena, ia senang Gilang mau datang ke acara makan mala mini. Tadinya Elena pikir Gilang akan menolak, tapi siapa sangka ternyata laki-laki itu setuju.


“Maaf, bisa tolong ambilkan satu kursi untuk sekertaris saya.” Pinta Gilang pada pelayan yang berada di sana.


Pelayan itu pun menurut, melakukan apa perintah Gilang.


Setelah kursi datang, Doni langsung menempatkan kursinya di bagian tengah antara mereka.


Saat makanan di hidangkan mereka pun makan dengan tenang, kadang ada percakapan sedikit di antara mereka.


Dari jauh ada seseorang yang sedang memotret mereka dari arah belakang Doni sehingga Doni tidak nampak di dalam.


Angle yang didapat pun sangat pas, seperti Elena dan Gilang yang sedang menikmati makan malam romantis bersama keluarga Elena.


Orang itu pun tersenyum setelah melihat hasil tangkapannya “Pekerjaanku beres.”


Orang itu pun berlalu dari restaurant itu setelah menyelesaikan pekerjaannya.

__ADS_1


❤️


__ADS_2