Mrs. Gilang Baskara

Mrs. Gilang Baskara
Ch.25


__ADS_3

Marsya terbangun dari tidur siang nya saat waktu sudah menunjukkan pukul lima sore.


“Jam berapa ini?” Ujar Marsya sambil melirik pada jam yang menempel pada dinding kamar.


“Astaga, kenapa aku bisa tidur selama ini. Apa kata mama jika melihatku bangun di jam seperti ini.”


Mungkin karena terlalu lelah membuat Marsya tidur dengan lelapnya, hingga tidak merasakan apapun di sekitarnya.


Buru-buru Marsya bangkit dari tempat nyaman itu menuju kamar mandi untuk membersihkan diri sebelum turun ke bawah untuk menampakkan wajah nya.


***


Sementara di bawah.


Terlihat Gilang dan papa Kevin Baskara yang sedang duduk di halaman depan rumah, mereka bercerita tentang banyak hal mengenai perusahaan.


Tak jarang Gilang mendapatkan banyak sekali wejangan dan nasihat mengenai cara bagaimana menyelesaikan suatu permasalahan dalam perusahaan.


Sedang asik-asiknya bercerita, mama Lily datang bersama maid di sampingnya yang membawa tiga gelas cangkir minuman hangat dan beberapa cemilan di piring.


“Papa, Gilang. Ini di minum dulu teh nya, baru lanjut ceritanya.” Jelas mama Lily Baskara.


“Oh iya Gilang, Marsya nya dimana?” Tanya mama Lily lagi.


“Marsya masih tidur mah, Gilang tidak mungkin membangunkan Marsya dalam keadaan lelap seperti itu.” Jawab Gilang.


“Lagian, biarkan saja dia tidur. Mungkin saja dia capek tadi saat berjalan melihat-lihat keindahan Menara Eiffel.” Balas Gilang lagi menjelaskan.


“Mama kan hanya bertanya. Lalu kenapa tadi kamu tinggalkan Marsya di mobil sendirian?” Cecar Lily Baskara.


“Gilang tadi lelah menyetir mah, jadinya Gilang pergi duluan untuk istirahat di atas.” Kilah Gilang dengan gugupnya.


“Awas saja kamu kalau berani menyakiti menantu dan cucu mama yang ada di perutnya.” Ancam Lily pada anak semata wayang nya itu.


Gilang yang di ancam seperti itu pun langsung menelan ludahnya dengan susah payah, tidak lagi berani membalas ucapan mama nya.


Kevin yang melihat perdebatan antara anak dan ibu itu hanya diam, tidak ingin ikut dalam perdebatan mereka.


***

__ADS_1


Sementara Marsya yang telah selesai dengan ritual mandinya pun, keluar dari dalam kamar mandi menuju lemari untuk mengambil dress santai khusus ibu hamil yang telah ia beli waktu di mall dengan kartu kredit yang di berikan Gilang.


Marsya lalu menuju meja rias untuk menyisir rambut panjang nya, setelahnya ia menggunakan bedak tipis di wajahnya.


Di rasa penampilannya sudah cukup Marsya pun beranjak dari tempatnya menuju pintu kamar untuk turun ke bawah.


Bertepatan saat dirinya akan membuka pintu, saat itu pun pintu sudah di buka dari luar yang memperlihatkan Gilang di depannya.


Rupanya Gilang juga akan masuk ke dalam, Gilang berencana untuk membersihkan diri sebelum waktu makan malam tiba.


Marsya yang berpapasan dengan Gilang pun langsung menunduk, tidak ingin menatap mata suaminya.


Sejenak mereka terdiam di tempat hingga Gilang yang berbicara terlebih dahulu.


“Siapkan pakaian yang akan aku gunakan sebentar, aku akan mandi.” Kata Gilang sambil berlalu menuju kamar mandi, meninggalkan Marsya yang masih terbengong dengan perintah Gilang tadi.


Bukan kah dulu ia yang menyuruh ku untuk tidak menyentuh barang-barang miliknya? Lalu kenapa sekarang ia menyuruh ku menyiapkan pakaian nya.


Akhir-akhir ini memang mas Gilang tampak aneh dari biasanya. Batin Marsya berbicara.


Mau tidak mau Marsya pun menuruti perintah Gilang, ia menuju lemari pakaian mereka berdua. Mengambil kaos dan celana santai milik Gilang.


Cepat-cepat ia meletakan semua barang yang di butuhkan suaminya di atas tempat tidur dan berlalu meninggalkan kamar, sebelum nanti suaminya itu keluar.


***


Di bawah Marsya bertemu dengan mama Lily yang sedang duduk menonton berita-berita dunia.


“Sore mah.” Sapa Marsya sambil tersenyum manis.


“Sore Sya.” Balas Lily.


“Maaf mah, Marsya tidur terlalu lama.” Ujar Marsya sambil menundukkan kepalanya, malu melihat mertuanya.


“It’s okay Sya, mama mengerti kamu pasti capek kan.” Jawab Lily pengertian.


“Iya mah, Marsya juga tidak tahu. Marsya merasa akhir-akhir ini Marsya cepat sekali merasa lelah.” Balas Marsya menyuarakan keanehan yang di rasanya.


“Itu wajar sayang, karna sekarang kamu juga berjalan sambil membawa beban di perutmu.” Jawab Lily memberi pengertian.

__ADS_1


“Ya sudah, mending kamu temani mama nonton disini sambil menunggu maid menyiapkan makan malam.”


Menatu dan mertua itu pun duduk menonton bersama sambil menunggu para suami turun untuk makan malam.


***


Beberapa Jam kemudian.


Maid datang melaporkan bahwa makan malam telah siap, bertepatan dengan itu ayah dan anak secara bersamaan keluar dari kamar mereka.


“Pah, makan malamnya sudah siap.” Ucap mama Lily saat melihat suaminya muncul.


“Kalau begitu semuanya kemeja makan sekarang.” Perintah Kevin yang langsung di ikuti anggota rumah itu.


Suasana di meja makan tampak hening, hanya terdengar bunyi dentingan sendok yang saling bersahutan. Tidak ada yang berani berbicara saat sedang makan.


Acara makan pun telah selesai, keluarga itupun pergi menuju ruang keluarga sekedar berbicara tentang kehidupan.


“Hoamm. Pah, mah Gilang sepertinya sudah sangat mengantuk. Gilang pamit ke kamar.” Pamit Gilang yang memang sudah merasa matanya akan tertutup disitu.


“Ya pergilah, ini juga sudah sangat larut. Kalian berdua istirahatlah. Papa dan mama juga sama akan pergi ke kamar untuk istirahat.” Jawab Kevin Baskara.


Gilang pun bangkit dari duduknya berjalan menuju kamar mereka, di ikuti Marsya di belakangnya.


“Pah, mah. Marsya juga akan ke kamar sekarang.” Pamit Marsya. Pasangan paruh baya itu hanya mengangguk bersamaan.


Di kamar Marsya tampak ragu untuk naik ke tempat tidur, di sana Gilang sudah duluan mengambil tempat di sisi ranjang.


Meskipun mereka sudah tidur bersama saat mereka tiba, tapi rasanya Marsya masih merasa lain akan hal itu.


“Kalau mau tidur ya tidur, tidak ada yang menyuruh mu berdiri di situ seperti patung.” Ujar Gilang yang merasa jengah melihat


Marsya yang berdiri seperti orang bodoh disitu.


Dengan langkah yang sangat pelan Marsya berjalan menghampiri ranjang empuk itu, lalu berbaring miring membelakangi suaminya.


❤️


Akhirnya author bisa menulis panjang kali ini demi memuaskan para readers semua. Tetap dukung Mrs. Gilang Baskara ya dengan vote dan like serta komen kalian🙏🤗

__ADS_1


__ADS_2