Mrs. Gilang Baskara

Mrs. Gilang Baskara
Ch.40


__ADS_3

Banyak perubahan yang Gilang tunjukkan lewat sikap dan perhatiannya pada Marsya selama beberapa bulan ini mereka bersama.


***


Sabtu pagi, kediaman Gilang Baskara.


Gilang terbangun saat merasakan sengatan sinar matahari yang masuk dari jendela yang sudah terbuka dengan tirai yang di ikat rapi.


Dengan mata yang masih terpejam, tangannya ia gunakan untuk meraba-raba sisi tempat tidur di sebelahnya. Mencari sosok wanita yang akhir-akhir ini membuatnya merasakan perubahan dalam hidupnya.


Nihil.


Tidak ada tanda-tanda istrinya di sisi sebelah.


“Eugghhh…” Gumam Gilang sambil duduk bersandar di tempat tidur, merenggangkan otot-otot tangannya yang tegang sambil mengumpulkan seluruh kesadarannya.


“Jam berapa ini? Kenapa Marsya sudah tidak ada di kamar.” Tanya Gilang masih dengan mata yang sayu, baru bangun.


Gilang melirik jam yang ada di dinding.


“Hmm pantas saja, pasti dia sudah kelaparan sekarang.” Kata Gilang setelah tadi melihat waktu sudah menunjukkan pukul 09:13.


Dia tahu Marsya sekarang pasti sudah berada di bawah mencari sesuatu untuk mengisi perutnya.


Gilang akhirnya memutuskan turun dari ranjang menuju kamar mandi untuk membersihkan dirinya sebelum turun menyusul istrinya di bawah.


***


Di bawah.


Marsya sudah selesai dengan sarapannya.


Sekarang ia sedang duduk di halaman belakang memperhatikan tanaman-tanaman hijau, tempat favoritenya akhir-akhir ini.


Hanya duduk, tanpa membuat sesuatu pada tanaman-tanaman itu.


Marsya tidak berani menyentuh barang-barang itu sekarang, karena suaminya yang ada di mansion sekarang pasti tidak akan mengijinkan.


“Bikin apa yah, bosan kalau begini terus.” Gerutu Marsya.


“Apa aku ajak bibi saja ya buat temani jalan-jalan ke mall misalnya.” Pikirnya.


Mumpung suaminya itu belum bangun, Marsya pergi ke tempat bibi untuk menyampaikan rencananya sekalian menyuruh bibi untuk bersiap-siap.


Sesampainya di kamar bi Suci.


Tok...tok…tok.


“Bi, ini Marsya.” Kata Marsya sambil tangannya tetap mengetuk pintu.


“Iya non.” Sahut bibi dari dalam, diiringi pintu yang di buka dari dalam.

__ADS_1


Marsya langsung masuk ke dalam.


“Ada apa non?” Bi Suci heran melihat tingkah Marsya.


“Bi, temani Marsya ya jalan-jalan. Marsya bosan di rumah.” Ucap Marsya dengan wajah memelas.


“Lalu bagaimana dengan Tuan Gilang?”


“Nanti Marsya minta ijin bi.” Jawab Marsya.


“Bibi sih terserah non, yang penting di izinkan sama Tuan.”


“Kalau begitu bibi siap-siap, Marsya ke atas dulu mau ganti baju juga.”


***


Sesampainya di kamar.


“Di mana mas Gilang?” Tanya Marsya saat tidak melihat keberadaan suaminya di tempat tidur.


Dari arah kamar mandi terdengar bunyi gemercik air di dalam, Marsya langsung tahu suaminya pasti sedang mandi sekarang.


Dengan cepat Marsya menuju walk in closet untuk mengganti pakaiannya, sebelum suaminya itu keluar.


Marsya berencana akan pergi terlebih dahulu, nanti saat sampai di tujuan barulah ia akan mengirim pesan pada suaminya.


Marsya takut Gilang tidak akan mengizinkan nya untuk pergi, itu sebabnya ia memilih pergi terlebih dahulu nanti baru meminta izin jika sudah sampai di tujuan.


Sudah siap, Marsya pun memutuskan untuk keluar dari tempat itu.


Saat akan meraih peganggan pintu kamar, bertepatan Gilang keluar dari kamar mandi.


“Mau kemana?” Tanya Gilang saat melihat penampilan Marsya yang sudah rapi dengan tas yang menggantung di tangannya.


Mendengar suara bariton pria itu, refleks membuat Marsya berbalik menoleh pada asal suara.


Marsya masih diam, mencari alasan apa yang tepat agar Gilang mengizinkan ia keluar.


“Emm, mau keluar sebentar sama bibi Tuan.”


“Iya, tapi mau kemana? Dan untuk apa?” Tanya Gilang penuh selidik.


Di perhatikan seperti itu oleh Gilang membuat nyalinya ciut, Marsya tahu Gilang pasti tidak akan berhenti bertanya jika belum mendapat jawaban yang memuaskan.


“Mau jalan-jalan Tuan, saya bosan hanya di rumah tanpa melakukan apa-apa.” Jujur Marsya.


“Kenapa tidak bilang padaku?”


“Saya takut Anda tidak akan memberi izin.”


“Itu tahu.” Jawab Gilang cepat.

__ADS_1


Mendapat jawaban telak seperti itu membuat Marsya langsung bungkam, bingung ingin mengatakan apa lagi.


Melihat Marsya yang langsung diam sambil menundukkan kepalanya membuat Gilang tersenyum.


“Mending sekarang kamu bantu keringkan rambut ku yang basah ini.” Kata Gilang sambil memberikan handuk kecil di lehernya pada Marsya.


Dengan langkah gontai Marsya berjalan mengikuti langkah Gilang menuju kursi sofa yang ada di ruangan itu.


Marsya melakukan apa yang Gilang suruh.


Saat sedang fokus dengan apa yang ia lakukan, tiba-tiba Gilang mengatakan sesuatu yang membuatnya senang.


“Keringkan dengan cepat, agar aku bisa menemanimu pergi hari ini.”


“Kemana pun kau mau. Mumpung hari ini aku libur” Sambung Gilang.


“Serius Tuan?” Tanya Marsya.


“Seriuslah, kalau kau tidak mau ya sudah tidak usah.” Goda Gilang pada istrinya itu.


“Saya mau Tuan, saya mau.” Balas Marsya cepat.


“Makanya cepat keringkan rambutku.” Titah Gilang.


Marsya pun dengan semangat melakukan pekerjaannya.


Saat ini pikiran Marsya di penuhi dengan berbagai tempat hiburan yang ingin ia datangi.


Apalagi tadi saat mendengar Gilang mengatakan ‘kemana pun’ membuat pikirannya liar kemana-mana, bingung ingin memilih.


❤️❤️❤️


Hallo readers kesayangan yang masih setia membaca novel ini, author pertama-tama mau minta maaf yang sebesar-besarnya jika belum bisa memuaskan para pembaca dan bahkan membuat ceritanya tidak sesuai ekspetasi kalian🙏


Tapi di sini author mau bilang, kita mulai perlahan-lahan ya😊Panggilan 'Tuan' pasti akan berubah kok kak, tapi butuh proses ya kak.


Dan untuk readers yang bingung kenapa, ceritanya kok kayak Gilang sudah berubah bucin lalu nanti sebabnya apa hingga Marsya bisa berpikir untuk bercerai? Nah, ini bakalan ada alasannya kok, masalahnya pun nggak berat-berat amat sueer deh✌️


Dan untuk readers yang merasa ceritanya kok stuck disitu-situ aja tempatnya? Iya kak, author minta maaf ya, itu karna author bingung mau buat mereka kemana. Author masih awam soalnya tentang hal-hal kek gini🙏


Intinya stay tuned aja ya kak tungguin kelanjutannya🙏😘🤗


Semua kritik dan sarannya author baca kok, itu juga author gunakan sebagai acuan untuk memikirkan ide kedepannya, bagaimana supaya ceritanya ini bisa berjalan dengan alur yang saling berkaitan🙏


Disini author nggak marah ya kak😂Sumpah deh, justru author mau berterima kasih, ada yang mau memberi masukkannya lewat komentar🙏


Author nulis disini, biar bisa menjawab pertanyaan kalian semua sekaligus🙏


Oh iya, terakhir author mau ucapkan terima kasih untuk readers semua, yang masih stay dukung author bahkan ngasih dukungan dan semangatnya🙏Terima kasih banyak lah pokoknya🙏🙏🤗😘


Love you and enjoy guys❤️😘🤗

__ADS_1


__ADS_2