
Renata sampai lupa, bahwa hari ini ukang tahunnya, Renata kembali bekerja di rumah sakit, dengan penetapan shif pagi sampai sore pukul 4.
Pagi itu, ketika Renata terbangun, Renata di kejutkan dengan buket bunga yang besar , bunga mawar putih kesukaan Renata.
Dan ciuman dari Adi, juga Claudia . Claudia menggendong Arfan, sedangkan Adi menggendong Anaya.
" Happy b.day mami...., "ujar mereka serentak.
Kedua twins sangat lucu dan menggemaskan.
Adi memeluk Renata dengan erat, tersenyum saat Renata menarik dasi nya.
Anaya melihat Renata ,langsung mewek , Rensta memandang Adi.
" Mencari candunya yaaang, "ujar Renata.
" Hmmmm , dia mengamb jatah papi," ujar Adi tersenyum.
" Puasa nya sudah berakhir kan yaang,".
" Baiknya kita pasang KB yaaang, " ujar Adi.
" Koko takut, kamu sangat kesulitan melahirkan yaang". Renata mengangguk.
" Melahirkan rasanya sakit banget ko, beneran ko".
" Melihat kamu dan twins sehat, koko sangat bahagia".
" Ko, liat Claudia , dia sangat sayang dan bahagia punya dedek, " ujar Renata.
" Benar yaaaang, Claudia akan menjadi Cici yang baik,".
Renata sangat bahagia, ketika selesai memberi Anaya ASI , mereka turun ke bawah, dan mami Adi memeluk Renata. Memberi semamngkuk misoa buat Renata.
" Tradisi kita nak. mami masakin misoa, biar kamu srhat selalu. panjang umur, " ujar sang mami.
" Makasih mi, " ujar Renata.
Renata memeluk mami nya.
Air mata maminya mengalir , seperti biasanya.
" Mami doain kamu bahagia, Adi menyayangi kamu, suamimu setia pada kamu dan anak -anak, hidup selalu rukun sama mertua nak".
" Makasih mi, " ujar Rewata.
" Dalam rumah tangga ,gak ada menang atau kalah yaaang, dalam rumah tangga , selalu ada pasang surut, selalu ingat komitmen, selalu saling percaya, sesibuk apapun perhatikan anak dan suami".
__ADS_1
Renata mengangguk.
Renata menyendok nasi Adi, Adi sangat suka makan nasi goreng, makanan favorit nya.
Renata melihat mbok Siti dan kedua pelayan. yang mengasuh kedua anak mereka.
" Titip twins ya mi".
" Ya nak, beres ," ujar sang mami.
" Arfan , kemarin nyemprot papi, " ujar sang mami tertawa.
" Pempersnya penuh Ta, kemudian papi mau tukar, eh....dia pipis lagi, " ujar sang papi tertawa.
" Tapi Arfan itu duplikat ko Adi, jarang senyum, bekarisma, mirip koko".
" Ya Ta, tetapi soal tatapan matanya, sama seperti kamu, kelihatan cerdik, berpikir dan jeli".
Renata tersenyum .
Sebelum pergi, Renata menciumi kedua bayinya, di ikuti Adi.
" Jangan banyak mikir yaaang, koko selalu pulang makan siang, liatin anak- anak".
" Makasih ko...".
" Ngapain makasih sayaang, kalian tanggung jawab koko".
Pagi itu, Renata mendapat surat penugasan, akan mengikuti Seminar di Medan.
Renata tidak bisa mengilak, karena rumah sakit mengutus nya dengan beberapa dokter senior.
Renata kepikiran Anaya, dia paling cerewet.
Ketika jam makan siang, Renata bersama dokter Melbourne dan Dokter Riris menuju kantin.Renata sangat di puja banyak mata, body Renata sangat cepat mengalami kurus, berperut rata, Renata sesibuk apapun , selalu olah raga ,bareng sang suami.Terkadang berenang, terkadang gym di ruah bersama.
Ketika jam makan siang, Renata menelepon sang suami.
Renata melalukan Video call.
πHallo ...
π Hallo sayaaaaang....hallo mami...., Adi membuat kedua tangan anaknya ke arah Renata.
π Udah mik susu kedua twins mas ?
π Sudah sayaaang.
π Mas, Renata mendapat tugas, seminar di medan, besok sore berangkat, besoknya Tata balik lagi.
__ADS_1
π Mau mas temani yaaang?
π Anak - anak mas, belum bisa di bawa terbang.
π Ya yaaaaang.
π Maaf ya mas...., Tata punya tugas.
π Mas akan jaga twins, mas janji, jangan banyak mikir, sediain aja ASI yang banyak miz soalnya Anaya rewel mi.
πYa mas....
Renata kembali menyiapkan laporannya pada atasan, dan mempersiapkan bahan seminar.
Sore itu, Renata di kejutkan kehadiran kedua twins, Adi menunggu Renata dengan kedua twins dan Claudia.
Renata tersenyum , ketika melihat sang suami sudah sangat rapi .
Sesampai di rumah, Renata terkejut melihat beberapa temannya.
Teman Adi pun datang ,Anton, Bram ,Louis, Alberth beserta isteri mereka.
Sedangkan teman Renata datang, Anita, Dian, Teguh , Raka berkumpul, mereka mendapat undangan dari Adi.
Hati Renata sangat bahagia. Raka masih menatap Renata, sosok Renata tidak pernah lepas dari pandangannya. Raka memang sangat dalam mencintai Ranta, namun Raka tahu, posisinya dimana .
" Masih belum bisa move on bro?", ujar Teguh.
" Dari SMA, hanya dia wanita yang membuat jantungku berdebar Guh".
" Melihat Tata bahagia, kita bahagia bro, " ujar Teguh.
" Pasti."
" Lihatlah pesta ini , suaminya siapkan, liat aja video Tata di status nya, sang suami bergadang jagain baby nya", ujar Teguh.
" Benar, Adi benar - benar menyayangi Renata,semoga keluarga mereka selalu bahagia, di lindungi Tuhan dan langgeng selalu, " ujar Teguh.
Raka mengangguk ,kembali memandang Renata.
ππππππππππ
Jangan lupa
Like
Vote
Makasihhhhhh
__ADS_1
singgah juga ke novel saya, cinta sang Jenderal.