My Aunty Is My Mom

My Aunty Is My Mom
Bu Alagan


__ADS_3

Seperti pagi biasanya , Renata sudah bangun pukul 5 pagi, menyapu , mengepel rumah, dan menyiapkan sarapan dan menu makan siang .


Renata bergegas mandi ,berpakaian dan memeriksa buku sekolah nya .



Renata menuruni tangga , duduk di emja makan ,kemudian sarapan secepat mungkin, dan pamit , walaupun gak pernah di acuhkan , Renata sudah terbiasa.


Renata memasuki mobil, dimana mang Ujang membawa Renata ke sekolah.


" Pak, nanti pulang sekolah ,gak usah di jemput, Renata ada kegiatan sekolah," ujar Renata.


" Iya non, mang juga udah di suruh ,bawa tuan ke pabrik, karena supir tuan yang satu lagi , bawain nyonya ke pertemuan dengan keluarga nya ."


Renata hanya menatap jalanan dengan sedih, seperti biasa, Renata gak harus berharap pada siapapun .


Sebuah telepon pun masuk, Renata menatap layar handphone nya.


πŸ“ž Hallo....


πŸ“ž Hallo dek, apa kabar?


πŸ“ž Baik ko


πŸ“ž Apa uang jajannya cukup.Ini koko transfer lagi ya dek.


πŸ“žGak usah koz nanti ketahuan papi, koko kena masalah.


πŸ“ž Ini koko banyak dapat bonus, pegang lah, koko dapat bonus 200 jutaan, koko simpan tiap bulan, kamu simpan aja ya dek .


πŸ“ž Gak usah ko..


πŸ“žSuatu waktu kamu pasti perlu, jangan pernah gunakan buat apapun, ergunakan buat kamu sekolah nanti, apapun kesulitan. jangan pernah serahkan uang tabunganmu. Koko akan memberikan keuntungan koko di beberapa bisnis kecil - kecilan bareng teman. Doain aja koko sukses,yahhhh.


πŸ“ž Amin.


πŸ“ž Koko sangat merasa bersalah sama kamu dek, sejak kecil kamu sangat banyak kesulitan, kesedihan, hanya kamu seorang anak perempuan.


Kamu gak salah, hanya takdir sangat menyakitkan.


πŸ“žSudah nasib ko.


πŸ“žKoko masih ada dek, jadi tenang aja, koko akan selalu ada buat kamu .


πŸ“žJangan gitu, Renata sudah biasa sendiri .


πŸ“žIngat yah dek, koko selalu menyayangimu, kamu adik koko yang pintar, cantik, dan baik hati .


πŸ“ž Gombal banget ko, apa gak takut aku anak haram, anak selingkuhan nya papi, atau anak pungut ?


πŸ“ž Wajahmu mirip papi, sedang wajah mas mirip mami .

__ADS_1


πŸ“ž Ku sekolah dulu ya ko, sudah di gerbang nihhhh


πŸ“žBye dekkkk


πŸ“žBye.....


Renata keluar dari pintu mobil, bergegas berlari kecil memasuki sekolahnya .


" Ta...., " ujar sebuah suara .


" Daniel !!!!, tumben gak telat ".


" Maklum lagi semangat banget Ta, mau valentine kan ".


" Ciyeee, udah ada incaran nih bos?".


" Tetanggaku idolaku Ta, gak perlu nyari kesana kemari, ada di samping aja ."


" Mulai deh. Dan...., kamu tuh sahabat ku, temanku ,gak lebih, move on dong, sejak SMP an ngejar gak lelah ? banyak cewek yang ngejar kamu lohhhh" .


" Aku gak mau sama yang lain, maunya sama kamu Ta, kamu udah meng gembok hati aku ."


" Yang benar aja, masih pagi udah kesambet, Dan..., kamu move on, okay ".


" Gimana mau move on, kamu nya aja belum pernah pacaran, gak ada cowok. yah pengejaran ku gak akan berhenti ".


" Kalau aku punya cowok gimana ? tanya Renata menaikkan alisnya ".


" Maaf Dan, kamu hanya teman buat aku."


" Trus kamu mau nerima siapa Ta ?".


Renata hanya tersenyum, pipi Renata bersemu merah .


Raka menghampiri Renata .


" Ta, kita nyanyi duet yooookkkk, " ujar Raka.


" Jangan maksa deh Ka, kamu nyanyinya hancur, jadi ledekan teman - teman dehhh".


" Main balon aja Ta, di kening ".


" Gak. bakalan kalah, karena kamu ambil kesempatan dalam kesempitan."


" Janji ,gak Deh Ta ".


" No.....".


" Taaa.... morningggg, " ujar Anita .


" Kamu pasti begadang nonton dramkor ya? liat mata padamu dan di pastikan kamu bakalan tidur di kelas".

__ADS_1


" Dan hati - hati, akan ada spidol terbang, jangan sampai pendaratan spidol mengenai kita ya Ta," ujar Raka tertawa.


" Wuihhh, si cowok cupu, liat dehhhhh ".


" Cupu gitu , kalau di permak pasti gantengnya poooolll, kalau gak , gak mungkin Renata ehem ehemmmm".


" Beneran selerahmu payah Ta, " ujar Daniel.


" Cinta itu , gak mandang fisik, cinta itu murni , " ujar Renata.


" Gak malu bawa ke kondangan Ta ?".


" Gak, malahan bangga, barang antik, " ujar Anita tertawa sambil berlari.


Renata mengejar Anita .


Mereka pun memasuki kelas.


Ketika bel berbunyi , Bu Alagan pun memasuki kelas.


" Wuihhhh ibu glowing banget pagi ini, " ujar Teguh.


" Maklum , udah mau dekat valentine, siapa tahu ketemu jodoh, ujar sang ibu dengan PD nya ."


" Bagi tempat nyalonnya buuu, " ujar Renata .


" Gak usah ke salon Ta, kamu udah cekep gini, yang gak ngasih kamu mawar, kebangetan, guru yang lajang aja banyak ngarap sama kamu, bawa ember ya Ta, pulang sekolah, di perempatan lampu merah, kita jualan mawar ," ujar bu Alagan tertawa.


" Bu, di lampu merah yang adanya orang ngamen , kita jualan mawar , bakal di kejar satpol deh bu, masuk lambe turah, lambe nyinyir, suara netizen, bakal berkepanjangan bu ceritanya, " ujar Renata ngeledekin bu Alagan.


" Iya juga yah Cloe, jualan di temapt aman aja dehhh, hehehe, " ujar bu Alagan.


" Baiklah, kita akan belajar Determinan dan Invers Matriks , konvers, Invers, dan kontraposisi, pelajaran beberapa hari lalu, ibu ulang sekilas, fokus ,biar ngerti, Anita jangan tidur, kalau tidur, kamu ibu buat memo , gak ikutan acara besok valentine di sekolah, " ujar bu Alagan.


" Ihhh, ibu curang, nanya judul dramkor aja jam 12 malam, yahhh ibuuu, nanti Anita gak bagi info loh, cowok dramcin dan dramkor yang ganteng ."


" Fokus, tidak ada tapi - tapian dehhh, cita - cita mau jadi Arsitek, tapi ngitung malas, ingat semua matematika itu, di pakai dalam segala bidang kehidupan, baik dalam dunia kedokteran, ekonomi, banyak hal."


Bu Alagan pun menjelaskan pelajaran matematika.


Bu Alagan dan pak Sinaga sering berkolaborasi di kelas IPA 1 .


πŸ‘¨β€πŸ«πŸ‘©β€πŸ«πŸ‘¨β€πŸ«πŸ‘©β€πŸ«πŸ‘¨β€πŸ«πŸ‘©β€πŸ«πŸ‘¨β€πŸ«πŸ‘©β€πŸ«πŸ‘¨β€πŸ«πŸ‘©β€πŸ«πŸ‘¨β€πŸ«πŸ‘©β€πŸ«


Jangan Lupa


Like yang banyak


Vote


Koment

__ADS_1


__ADS_2