
Walaupun sudah memiliki Twins, Tata dan Adi selalu memperhatikan Claudia, Renata bahkan menyempatkan untuk mengantar Claudia ke sekolah, membuat bontot makan siang Claudia .Jika Tata beli baju buat twins, maka Claudia juga dia belikan, begitu juga dengan Adi. Adi malahan lebih memperhatikan Claudia, Adi selalu bilang, gam mudah menjadi anak yang seperti Claudia, di buang maminya sendiri, papinya ninggal, bagaimana kalau kita di posisi Claudia.
Renata sampai nangis mendengar alasan Adi, mami dan papi Adi juga sama menyayangi Claudia, pergi kemana , beli kue, pasti beliin buat Claudia, kemanapun beli baju, pasti beliin Claudia punya.
Renata sampai sering terisak melihat kebaikan mertua nya.
Dan malam ini, Renata sangat berat meninggalkan orang yang dia sayangi, Claudia, twins ,suami, mbok Tuti, maminya dan Adi .
Renata sudah tahu, kondisi mami nya sudah tidak baik lagi, Renata memeluk maminya sebelum kepergiannya tugas.
" Mami tunggu Renata kembali ya mi, besok Tata udah balik".
Maminya mengangguk, memeluk dan mengusap wajah Renata.
" Hmmm, keliatan banget mereka gusar nak, lihat twins , pada galau, " ujar mami Adi.
" Kalian dua manja sama mami, maminya lagi tugas , harus di biasain nih, ya kan papi, kalau gak, maminya gak bisa gerak kemana mana, padahal banyak pasien membutuhkan mami Tata".
" Anaya paling rewel oma, dia pasti banyak akal, lihat deh, di bawa ngantar mami, pasti minta mik cucu".
Mami dan papi pun tertawa.
" Anaya cerdik, lucu, menggemaskan, "ujar sang Papi.
Renata tersenyum.
Benar saja, ketika Arfan tidur, Anaya malah rewel, dan Renata memberikan ASI nya pada sang puteri .
Adi tertawa melihat wajah lucu baby nya.
Mami Adi memeluk Renata .
__ADS_1
" Titip twins dan koko ya mi".
" Ya nak, hati - hati ya".
Renata mengangguk.
Adi mencium dahi dan mencium sekilas bibir Renata. Renata teringat pertempuran mereka pertama kali setelah kelahiran twins, Adi begitu memendam hasratnya selama ini .
Dan mereka meraih kenikmatan yang mereka rindukan. Adi lebih berani dari biasanya, meminta lebih pada Renata.
" Setia ya ko".
Adi mengangguk.
Renata mendorong kopernya, melakukan cek in dan melambaikan tangannya pada orang yang dia sayangi .
Perjalanan beberapa jam, mengantarkan Renata ke hotel yang sudah di sediakan pihak penyelengara.
Renata tidak tampak seperti seorang wanita yang baru melahirkan, bobot tubuhnya tetap sama, malahan lebih kurus karena lelah memberi ASI dan mengurus kedua twins, lain laginkesibukan di rumah sakit .
Beberapa dokter berkenalan dan seorang di antaranya , dokter yang lebih tua beberapa tahun dari Renata ,sangat tampan dan di gilai banyak perawat dan para dokter lainnya.
Namanya Dokter Alberth Bramantio.
Penampilannya rapi dan memukau siapa sajayang melihat.
__ADS_1
" kenalkan saya dokter Alberth, spesialis bedah ,ujar nya".
" Renata, " ujar Renata sambil memasuki lift.
Renata menelepon sang suami , ketika sudah berada di dalam kamarnya. Renata tersenyum saat Claudia membantu papinya ngasuh twins.
Renata sangat terharu, melihat telatennya sang suami mengasuh kedua anak mereka.
Renata pun berbaring .
Ke esokan paginya, Renata kembali melakukan tugasnya, menghadiri rapat kordianasi .
Wajah Alberth begitu tampan, mendekati Renata.
" Pagi...kamu sangat cantik".
Renata hanya tersenyum.
Renata pun memasuki ruangan, kemudian melihat Alberth menjadi salah satu moderator.
Renata hanya diam . Menatap ke depan, mendengar dokter senior menerangkan semua sistim prosedur penanganan masyarakat.
Renata terkejut saat sebuah tangan mengurungkan langkahnya.
🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰
Jangan Lupa
Like
Vote
__ADS_1
Koment