
Adi tahu, Renata sangat dekat dengan teman - temannya . Adi juga tahu, banyak pria menyukai Renata, Raka salah satunya .Terkadang ada resah yang tidak bisa Adi ungkapkan, apalagi kebersamaan mereka , di habiskan dengan belajar dan ujian.
Adi menghampiri Renata , Renata begitu menggemaskan, jika tertawa , sangat cantik, dan Renata juga pintar di kelas, lain lagi bakat musik nya, jadi banyak junior dan sebayanya menyukai Renata .Renata juga tidak pelit ilmu, mengajar para adik kelas , jika mau belajar biola, gitar atau piano.
Renata sering insecure, jika dia melihat , temannya , sekelilingnya di sayangi kedua orang tuanya .
Renata juga tahu,
Adi cukup sering melihat Renata , pada posisi seperti itu .
" Aisssskkkk, air nya kena deh Ka, reseh banget deh, nyuci tangan ngepak - ngepak mirip bebek kecemplung di kali, ":ujar Renata .
" Haissssskkkk, iya nihhh, jorok amat sih kamu Ka," Anita menendang kaki Raka.
" Aduhhhh, mana ada cowok mau sama kamu An. semua kamu hajar, liat deh Tata, perfect, cantik...,iya...., pintar...iya, komplit....," ujar Raka.
" Tiap orang , punya kelebihan dan kekurangan, kalau Tata , takut gelap , bisa nangis kan!!!, Tata juga paling jarang senyum , pada orang yang gak dia kenal", ujar Teguh.
" Anita lebih berani, berani melawan , jika ada yang menyakitinya, gak menghindar, kalau Tata diam aja, kadang geregetan juga liatnya Tata, " ujar Raka.
" Aku, paling gak bisa melawan , jika padang orangtua, paling tidak , seburuk apapun mereka , mereka itu , orangtuaku, posisi nya sulit, diam jalan terbaik," ujar Renata.
Adi berdiri di samping Renata .
Adi mengambil tisu basah dari tas nya, membersihkan wajah Renata .
Semua bengong melihat perlakuan Adi .
" Pilang yukkkk, " Ajak Anita memecahkan kesunyian.
Semua pun mengangguk .
" Jalan yuk Ta".
" Yukkk," ujar Renata tersenyum.
__ADS_1
" Ujiannya tadi apa bisa ko?".
" Bisa," ujar Adi mengangguk.
Adi dan Renata bersisian berjalan menuju parkiran. Dengan perlahan, Adi mengemudi kan mobil nya .
" Beli baju couple yok yaaang," ujar Adi .
Mereka pun mengangguk bersama.
Adi bolak balik seperti kesulitan mau mengatakan sesuatu .
" Mau ngomong apa sih ko, mikir sambil mengkerut gitu, Renata tertawa terkiki."
" Ta... You should know how much I love you, "(Seharusnya kamu tahu betapa aku mencintaimu").
" Yes, really?".
" Yes, " ujar Adi dengan tatapan sangat dalam.
" I don' t want to live without you "( aku tak ingin menjalani hidup tanpamu).
" Keberadaan kamu , sangat penting Ta".
" Jika ada kata kata yang melukaimu, menunduklah, biarkan dia melewatimu, jangan masukkan di dalam hati, agar hatimu tidak lelah", ujar Adi .
" Dari hujan, aku belajar, berkali - kali jatuh, tetapi akutidak harus menyerah ada takdir, dan tidak mengeluh, " ujar Renata menggenggam jemari Adi.
" Senyum senyum itu ramah tanpa tawa,tidak bersuara, penuh makna, dan hanya kamu yang bisa memberikan nya padaku, sebuah senyuman yang tulus, yang tidak bisa di nilai dengan rupiah, senyum itu memotivasiku, senyuman itu begitu indah, terkulum dan terkemas, yang kau tujukan hanya buatku, senyuman itu hal biasa, tapi sangat spesial, senyuman itu seperti ibadah, setara dengan sedekah, "ujar Renata menatap Adi .
" Walau sekeras apapun aku berlari, sejauh apapun aku melangkah, sekeras apapun aku mencari jawaban, hanya ada satu nama, nama itu dari dulu terukir indah , sabarlah, walau jalan ini amat panjang".
" Missing the point, manny couples , work hard for their wedding parties, but left the headest parts unprepared, ( Banyak pasangan, kehilangan arah , bekerja keras untuk pesta pernikahan mereka, tetapi membiarkan bagian dalam pikirannya tidak siap)."
" Kita melaluinya saja, berjalan apa adanya , kamu mau kan Ta ? " ujar Adi .
__ADS_1
Renata mengangguk .
" Jika aku sekolah kedokteran , akan memakan 10 tahunan buat sampai spesialis, apakah koko mau menunggu selama itu?".
" Kita liat ke depannya, jalani aja, jangan terlalu berat memikirkan apapun , akan membuat kita sulit melangkah dan terbebani, " ujar Adi .
" Ingat ya Ta, jika koko sudah kuliah, ingat kata - kata koko, jika
kamu menangis, menangislah akrena kebahagiaan , bukan karena kesedihan".
" Ingat ya Ta, kamu akan menjadi Versi terbaik dimata seseorang, yang bisa menghargai kekurangan kamu, "ujar Adi .
" Jangan pernah menyesal mengenal seseorang, dalam hidupmu, orang baik akan memberimu kebahagiaan, orang jahat akanmemberimu pengalaman, bahkan seburuk- buruknya manusia, dapat memberimu pelajaran, " ujar Adi.
Renata mengangguk. Begitu dewasanya Adi dalam berpikir, tidak menggurui, tidak membuat suasana seperti dominan, namun lebih tepatnya , bisa saling share dan terbuka.
" Disetiap malam, Renata selalu berdoa di dalam tidur, menceritakan pada Tuhan, bagaimana Hari Renata, Tuhan selalu merindukan kita umatnya dan selalu peduli padaku, " ujar Renata.
" Pasti, setiap doa , ada jawaban, yang kita butuhkan kesabaran, "ujar Adi.
Mereka menyusuri estalase mall, mnecari baju couple buat mereka berdua.
❤❤❤❤❤❤❤❤❤
Jangan Lupa
Like
Vote
Koment
maaf lambat up, karena sibuk bawa anak latihan musik, latihan biola dan gitar , buat performa di awal bulan juli.
Salam dari Sydney dan Melbourne🥰.
__ADS_1