My Aunty Is My Mom

My Aunty Is My Mom
Belajar Bersama 2


__ADS_3

Renata menyimak setiap penjelasan dari guru privat yang mengajari Adi. Berbagai soal dari matematika, Fisika, Kimia , mereka bahas, dan beragam soal harus mereka kerjakan.


Adi yang sangat pintar, dan mempunyai ilmu padi, sangat membuat Renata salut, ketika Renata sedikit bingung, maka Adi menjelaskan nya.


" Kamu pintar, " ujar sang guru Privat, miss Rosni namanya .


" Hahhh.....," ujar Renata bengong .


" Masih banyak perlu belajar miss, " ujar Renata.


" Ini soal anak kelas 3 SMU dan perguruan tinggi loh Ta, kamu bisa ngerti dan ngikuti, itu udah jago banget, apalagi kamu masih kelas 2 SMA, " ujar Adi .


" Tumben , jadi banyak ngomongnya Di," ujar miss Rosni sang guru privat tersenyum.


Adi hanya menggaruk kepalanya .


" Dalam beberapa bulan, giatlah belajar, jika nanti kamu selesai belajar bareng Adi, saya ada buka kelas les di tempat les bimbel, bergabung aja, jangan mikirn biaya , saya ke ingat sama kamu Ta, dulu , saya itu anak yatim piatu, tinggal di panti asuhan, saya mendapat beasiswa, kemudian bergabung di kelas bimbingan belajar sebuah tempat, saya bukan les , tetapi ngajarin siswa Sd dan SMA. Seorang teman baik, sama dengan Adi, ngajakin saya ikutan di kelas, dan tanpa saya tahu, dia membayar saya belajar di dalam kelas, padahal ngakunya gratis, kong kalikong sama miss yang ngajar "


" Ketika saya di terima di perguruan tinggi negeri, ternyata satu kampus dengan teman baik tersebut, ternyata dia seorang dosen, yang ikut kelas bimbingan belajar bukan karena gak mampu dalam pelajaran, dia belajar bagaimana cara mengajar yang baik, agar murid mengerti, dan dia menjadi dosen saya, dan sekarang menjadi suami saya ."


" Sweet banget, " ujar Renata.


" Adi akan mengambil jurusan Bisnis, kalau kamu mau ambil jurusan apa Ta ?".


" Jurusan kedokteran, masih ngayal juga miss, walau dapat beasiswa, sekolah kedokteran kan mahal, mana saya mampu," ujar Tata.


Adi hanya memandangi Renata, hatinya perih, tahu Renata orangtuanya berduit, tetapi nasib apa yang dia alami hanya karena terlahir perempuan.

__ADS_1


" Saya punya banyak kenalan dosen, siswa kedokteran UI, jika kamu lulus hubungi aja miss ya Ta, biasanya kan tiap lokal beda jam masuknya, kamu bisa irit dalam hal buku, bisa miss atur, biasa buku mereka juga banyak dari perpus, walau buku pribadi juga banyak beli, yah pintar- pintar catat yang penting, buat di memo, trus kamu bisa belajar, pinjam buku ketika masuk mata pelajaran, jangan pernah malu, saya dulu gitu, ke ingat kamu bakalan seperti saya Ta , " ujar miss Rosni tersenyum .


" Kamu akan di tempa keadaan Ta, kamu tahu, kenapa saya sampai bisa menikahi dosen saya , dialah yang selalu menyemangati saya, tidak menyerah, bukan balas budi atau sejenisnya. Dia menghargai saya .Bahkan kalau saya. ngajar gini, dia yang ngasuh anak kami, mertua saya baik, orang sering menyepelekan syaa karena anak yatim piatu dan tinggal di panti, kenapa bisa mau bermenatukan saya, namun keluarga suami, mamanya selalu ada dan membela saya. Bisa nangis loh Ta, di bela mertua, mertua sudah seperti mama kandung sendiri. "


Selesai belajar privat , Adi mengajak Renata ke lantai atas, dia membuka pintu kamarnya ,menarik tangan Renata masuk ke dalam kamarnya, tetapi pintu kamarnya tetap dia buka.


Renata awalnya segan memasuki kamar cowok, tetapi karena di tarik Adi tiba - tiba , Renata mau tidak mau sudah masuk ke kamar Adi .


Cat kamar Adi abu - bu terang dan sedikit gelap. Banyak buku berjejer di rak bukunya .Tata membacanya , dan sangat senang .


Adi membuka kaca matanya kamar mandi, dia mencuci wajahnya , dan mengeringkan wajahnya dengan sebuah handuk .


Renata menatap ke arah Adi, air dari rambutnya menetes di pipinya . Adi sangat berbeda, terlihat sangat memukai dengan rambut ke atas dan dengan mata yang tajam nya.



" Gak pakai kaca mata lebih bagus, " ujar Renata mendekat ke arah Adi .


" Benar ?".


Renata mengangguk .


Renata berjalan ke meja Adi, dan bengong melihat foto Renata sewaktu SD , SMP dan SMA di salam satu album .


Adi bergegas menghampiri Renata, namun dengan sigap Renata meraih album foto tersebut .


" Kamu dulu satu sekolah SD , SMP sampai SMA dengan saya Ta, sejak dulu saya memperhatikan kamu, kamu nya aja gak peka, " ujar Adi .

__ADS_1


" Kamu ingat, saat kamu terjatuh di lapangan sekolah waktu SD, saya yang memapah kamu ke UKS, dari sejak itu , saya memperhatikan kamu , sampai sekarang, "ujar Adi.


" Dulu , merasa masih kecil, masih belum layak, dan saat menjelang masa tamat sekolah, rasanya ak bisa mendam perasaan lagi Ta, pengen kamu tahu, rasa suka saya pada kamu , " ujar Adi .


" Kamu ingat waktu SMP hujan deras, kamu di halte bus, saya ajakin pulang bareng, rasanya nyaman, dan indah banget, tapi masih SMP saya hanya membatasi diri, cukup melihat kamu dari jauh, atau sekedar makan duduk dekat kantin , itu udah berarti banget. Kamu sangat ramah, tersenyum pada siapapun. Ketika banyak pria suka melirik kamu, saya harus aku, cemburuan dan perasaan itu sangat dalam dari hari ke hari ."


" Saya tahu , kamu panggil aku cupu, aku gak marah Ta, aku merasa kamu cukup kenal aku, walau dengan nama apapun ."


" Ma...maaf kak".


" Panggil ko aja , okay ".


" Hmmmm, maaf ko."


" Good...".


" No problem Ta, koko gak maksa kamu suka dengan saya, saya hanya ingin kamu tahu saja, perasaan saya . Sudah lama saya pendam, rasanya plong banget ".


Renata hanya menunduk , bingung dengan penuturan Adi .


❤🤍❤🤍❤🤍❤🤍❤🤍


Jangan lupa like yang banyak ya guys


Vote


koment

__ADS_1


Makasihhhhh🥰


__ADS_2