
Langkah kaki Renata ,menyusurj lorong rumah sakit, smaa seperti biasa, lorong itu sunyi,Renata ingin beristirahat di ruangannya.
Sebuah cengkraman di pergelangan tangan membuatnya membeku saat menoleh,sosok dokterAlberth mengunci diri Tata dalam dekapannya.
Renata berusaha memberontak ,namun tenaga Alberth sangat besar.
" Lepaskan dok, saya sudah bersuami, punya anak, saya mohon kasihani saya".
" Yang saya tahu, saya bersedia menjadi suamimu, lebih meperlakukan mu dari apa yang kamu dapatkan Ta, ujar dokter Alberth.
" Aku tidak butuh apapun, saya tidak menduga anda bisa seperti ini".
"Lepas ," ujar Renata dengan tegas.
" Saya menginginkamu Ta, kamu sosok luar biasa, cantik, pintar ,baik, saya bersedia menerima kamu ,menerima apa adanya kamu, " ujar Alberh.
" Jangan seperti ini, masa depan anda jauh lebih baik, banyak wanyang mecintai anda, lebih cantik, mapan, dan berkelas. Saya hanya manusia biasa dok, gak memiliki apapun yang membanggakan, bahkan memiliki keluarga yang berantakan."
" Lepaskan saya dok, saya mohon, saya punya anak, jangan sampai orang salah menilai saya, menilai saya wanita hina dan menggoda anda. Hidup saya sangat rumit, " ujar Renata terisak.
Alberth melepas kan Renata.
Renata merapikan pakaiannya , kemudian menjauh dan berjalan gontai menuju ruangannya. Isak tangis Renata pecah . Renata mengetik surat pengunduran dirinya dan menandatanganinya.
Renata memasukkan ke laci ruangannya, Renata mandi dan bergegas menuju parkiran mobil, Renata melajukan mobilnya, menuju kediaman keluarganya.
Adi melihat mata Renata sedikit sembab.
Adi memang selalu menunggui Renata, Adi tadi mau menjemput Renata, namun Renata mengatakan dia akan segera pulang, telat pulang karena ada operasi bedah , pasien urgent.
Renata tidak seperti biasanya, Renata langsung bergegas menuju ke lantai atas , menekan tombol lift.
Adi menyusul nya.
Renata mencuci tangan dan mengganti pakaiannya.
Adi mendekap nya dengan erat.Tidak ada satu kata pun keluar dari mulut Renata.
" Kamu kenapa yaasng? ada masalah apa di rumah sakit?".
Renata hanya diam.
" Renata merindukan Claudia ko, " ujar Renata.
__ADS_1
Renata ingin melerai dekapan Adi, namun adi tidak membiarkannya terlerai.
" Cerita sama koko, kamu kenapa sayaaang?".
" Apa koko mempercayai Renata? apa koko tahu Renata bukan gadis penggoda?".
" Koko tahu yaaang, tahu kamu siapa".
Renata menatap Adi.
" Tata akan mengundurkan diri, dan akan menjadi pengangguran, " ujar Renata.
" Tidak masalah buat koko yaaang".
" Tetapi kenapa , alasannya apa yang membuat kamu gelisah seperti ini?".
" Dokter Alberth mendekap Tata tadi ko, Tata gak menggoda ,juga gak mendekatinya."
" Brengsek dokter itu, dari awal sudah keliatan ," ujar Adi mengepalkan tangannya.
" Koko akan menemui dan membuat perhitungan dengannya".
" Sudahlah ko, jangan ribut dan memperpanjang masalah, Renata harap, koko gak mandang Renata wanita penggoda , gak mandang Tata hina."
" Tidak, koko tahu, siapa kamu yaaaaang".
Renata menunduk kembali terisak .
" Kamu masih belum mempercayai koko, koko sangat menyayangi mu, koko kenal kamu yaaang, kamu cantik, gak pernah norak, gak pernah bermanjanmanja dengan para dokter lainnya.Kamu menjaga diri, menomorsatukan anak- anak."
Renata hanya diam, mengambil Anaya dan membuka pakaian piyama nya, memberikan ASI pada Anaya.
Decakan mulut Anaya mengisap ASI ,membuat Renata terseyum .
" Rakusnya anak papi, lucu, menggemaskan, " Adi mengusap rambut sang puteri.
Sesudah menyapi Anaya, Renata mengambil Arfan.Renata tersenyum, Arfan sangat kalem , Arfan memandang kedua bola mata Renata.
" Yah giliran papi yang ke 3 ko, " ujar Adi .
Akhirnya Renata tertawa melihat penghiburan sang suami.
" Besok Tata akan serahkan surat pengunduran diri".
__ADS_1
" Koko akan mengantarmu yaaang".
" Koko kerja, Tata bentar aja ko".
" Gak yaang, koko akan mengantarmu".
Adi mengusap dan menciumi wajah Renata .
" Koko selalu mempercayai kamu yaaang, jangan takut, jangan ragu."
" Jika koko melihat ada yang mendekap dan memaksa Renata, dalam posisi tidak menguntungkan, apa koko mempercayai Renata?".
" Koko percaya".
" Apa selamanya koko percaya sama Tata?".
" Hmmm, pasti yaaaang, Tata juga harus mempercayai koko".
" Koko gak akan menduakan kamu, koko gak akan menjabarkan nya yaaang, Tuhan tahu, apa yang koko kerjakan, apa yang koko lakukan, dan koko menjaga kesetiaan dan kesucian ikatan pernikahan kita".
" Tata juga, maaf ko, dekapan pria selalu sangat kuat, Renata perlu latihan taekwondo lagi, ketika mau menendang, masih ada perih operssi cesar ".
" Ya yaaang, baru 2 bulan lebih".
Afnan tersenyum melihat kedua orangtuanya.
Renata dan Adi meletakkan kedua baby mereka di atas ranjang besar .Mereka melihat kelucuan kedua twins.
" Claudia sudah tidur yaaang?" tanya Adi.
" Sudah ko, tadi Tata cium dan bagusin selimutnya."
" Claudia sangat menyayangi twins, ambilkan perlengkapan adiknya, menjagai adiknya kalau oma lagi makan, membantu banget, " ujar Adi.
" Jadi cici yang baik yaaang".
Renata mengangguk.
🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰
Jangan Lupa
Like
__ADS_1
Vote
Koment