
Aku tidak bisa menyakiti Raka, dia sangat banyak membantuku, di awal kehancuran perusahaan papi, dia yang tahu dan peduli, mencari persoalanku seperti apa, dia yang membantu mencari solusi, sangat sulit pada saat itu.
Dan walaupun sekuat apapun , Raka itu seperti lebih dewasa dari umurnya, seperti seorang kakak, sahabat, dan keluarga buat Renata, Claudia dan maminya .
Bisa di tebak, jika Raka tidak berkunjung, semua akan sibuk menanyainya .
Dan pasti menelepon nya.
Renata juga bingung, kenapa dia belum bisa menerima Raka, hatinya selalu pada Adi .
Renata melihat Raka tertidur di sofa , selalu dia lakukan jika menjaga mami dan Claudia. Karena pernah saat Renata di Jerman , mengurus restoran, Claudia demam, mbok kebingungan , sedang kan maminya gak biaa buat apa - apa , hanya Rakalah yang sigap, membawa Claudia ke dokter, dan hanya Raka yang ada disana , membantunya, tidak siapapun.
Renata tidak sampai hati menyakiti Raka.
Namun Raka tahu, kisah cintanya pada Adi seperti apa.
Renata memasak makanan kesukaan Cludia, maminya, mbok Ina dan Raka, nasi goreng jagung, plus telur mata sapi.
Ketika hatinya galau, Renata selalu pergi ke sebuah panti asuhan.
Renata mengendarai mobilnya ,menuju panti asuhan.
Raka masih tertidur pulas ,karena koas nya giliran malam .
Sama dengan Renata jadwal mereka.
Renata pergi diam - diam, hanya mbok Siti yang sudah bangun.
Pagi itu, Renata mengunjungi sebuah panti asuhan. Anak - anak sangat menakutinya, karena terakhir kali dia kesana , memberikan vaksin buat anak - anak, penyuluhan dari pemerjbtah
__ADS_1
Para anak panti memanggilnya penyihir, Renata tahu, mereka sangat takut buat di suntik, makanya sampai bilang dia penyihir.
Renata tertawa dengan perkataan para anak panti, sedangkan miss mereka melarang anak - anak berkata Renata penyihir, melainkan mengatakan Renata itu ibu peri, agar semua sehat ,jadi harus di vaksin.
Apalagi banyak virus yang berbahaya.
Pagi itu, seperti biasa , Renata memeriksa kesehatan anak panti, semua anak - anak pada ketakutan, takut di suntik .
Renata mencari seorang anak, yang kisahnya sama dengan dirinya, di buang keluarga nya, karena dia terlahir sebagai anak perempuan . Apalagi mami sang anak , seorang pembantu di rumah kediaman tuannya, isteri nyonya tersebut langsung mengurus penyerahan bayi itu ke panti asuhan, di laksanakan oleh orang suruhannya .
Sang pembantu di pulangkan ke negara nya, sedangkan anaknya di pisahkan darinya, agar tidak menuntut harta kelak.
Renata tahu kisahnya dari miss yang mengepalai panti asuhan ini . Dia berwajah blasteran, rupanya maminya berasal dari Austria, fasih berberapa bahasa, namun terikat kontrak pekerjaan dengan salah satu keluarga kaya di Singapura.
Renata mencari Diandra.
Diandra ternyata di kamarnya, mengalami demma tinggi.
" Andra .....".
Begitulah Renata memanggilnya .
Diandra menatap Renata.
" What do you feel?( Apa yang kamu rasakan sayaang)?".
" I feel my body is very hot, my throat hurts ( Aku merasa tubuhku sangat panas, tenggorokanku sakit).
Renata memeriksa Diandra. Suhunya 38.5
__ADS_1
" Have you eaten?( Apakah kamu sudah makan?)".
" Not yet..." , Diandra menjawab Renata.
Renata menyuruh salah satu anak panti, untuk membawa makanan. Renata meyuapi Diandra, memberinya minum .
Renata menukar baju Diandra, Anaknitu sudah berusia 6tahun.
" You are very beautiful, get well soon( kamu sangat cantik, cepat sembuh yah).
" Thank you doctor," ujar Diandra.
Renata meberi obat pada Diandra.
Menjelaskan pada miss nya, berapa kali pemberian obat pada Diandra.
Renata akan datang kembali di sore hari, men cek Diandra.
Semua anak panti mengerumuni Renata.
Merasa Renata keren denganstetoskop nya.
👨🔬👩🔬👨🔬👩🔬👨🔬👩🔬👨🔬👩🔬👨🔬👩🔬👨🔬👩🔬
Jangan lupa
Like
Vote
__ADS_1
Koment