My Aunty Is My Mom

My Aunty Is My Mom
Alberth Bramantio


__ADS_3

Sosok dokter senior, dokter spesialis muda, berbakat, dan sosok itu menahan langkah Tata.


Tata berbalik.


" Maaf , kenapa anda menahan saya? "ujar Renata melepaskan paksa tangannya.


" Saya mau kenalan", boleh.


" Baiklah, nama saya Renata, " ujar Renata mengulurkan tangan dan kemudia berlalu.




Renata begitu cantik, badannya telah kembali pulih, walau bagian perutnya masih sedikit membuncit, namun berkat korset, menyembunyikan perut nya yang sedikit melar, karena hamil twins.


Decakan kagum para dokter wanita dan pria,menyambut langkah Renata, saatprofesor Bedah, menyuruhnya membawakan bahan makalah secara mendadak.


" Sebenarnya prof ngerjain saya, " ujar Renata menahan senyum.


" Sedikit menguji murid," ujar sang profesor .


" Maklum Ta, gak banyak sefasih kamu beberapa bahasa, boleh kamu bicara dalam penjelasan berbahasa inggris, bahasa Spanyol dan bahasa Jerman," ujar sang profesor di sambut tawa para dokter.


" Baik prof,permintaan prof saya penuhi ," ujar Renata.


Renata begitu fasih menggunakan 3 bahasa sekaligus, decakan kagum para dokter melihat penjelasannya sangat detail, dan Renata juga menjelaskan pertanyaan peserta.


Ketika turun dari panggung, sambutan teman nya membahana .


Renata seperti biasa, bersikap biasa saja .Karena Renata yakin, masih banyak dokter yang sangat jago, ahlih dalam bedah. Belajar bersama dan menghargai beberapa pandangan dan perdebatan.


" Gak nyangka, ini foto baby kamu Ta?" ujar dokter Sinta.


" Ya dok, twins, usia mereka mau genap 2 bulan, berat banget, disuruh ikut seminar mendadak," ujar Renata.

__ADS_1


" Pantasan, kamu sibuk setiap makan siang, permisi gitu ke kamar, kau pompa ASI ya Ta?".


" Iya dok, kalau gak di keluarin, Tata demam, memang sudah bawa kemasan dan ada freezer di hotel, " ujar Renata.


" Twins siapa yang jagain Ta?".


" Mami mertua, suami, dan beberapa pelayan , " ujar Renata.


" Sweet banget, pengertian banget, aku aja gak seberuntung kamu Ta, "ujar Tika, dokter spesialis anak.


" Ya , mai, papi, suamiku sangat mendukung aku,mereka sangat baik, mengerti tugas aku, dan selalu mensupport".


" Nyaman ya Ta, jika sejalan, "ujar Ratna seorang dokter spesialis mata.


" Nyaman banget, melangkah lebih tenang".


" Kamu mau ambil S2 dimana Ta?".


"Tujuan Rusia atau Jerman, kedua itu."


Mereka makan siang di restoran hotel, begitu banyak hidangan disana, suasana begitu ramai, karena jam makan siang.


Renata menyendok nasi, daging sate, satu mangkuk salad buah ,dan ayam goreng.


Alberth Bramantio mendekati Renata dan sengaja duduk di samping Renata.



Sosok Alberth , bisa mudah bergaul .


Renata sangat merindukan twins nya, dia akan kembali , karena sudah mengambil tiket penerbangan.


Renata melihat panggilan dari Adi.


" Ya mas, hallo".

__ADS_1


" Dengar yaaang, kedua baby kita galau, nyari maminya, " ujar Adi tersenyum


" Mas, liatin twins, doong " ujar Renata.


Adi menunjukkan ke arah sang twins.


" Apa mam nya kuat yaaang?".


" Mereka dalam perlindungan Tuhan.mau mam dan


tuan puteri kita , masih kecil mas".


Renata melihat kedua tewins berlomba membuka matanya, Renata tersenyum saat melihat keadaan sang isteri.


Akhirnya seminar sudah selesai, dan tepuk tangan membahana.


Alberth menahan langkah Renata .


Renata menoleh, kembali sosok Alberth.


" Jangan ganggu , waktu saya berharga,"ujar Renata.


Beberapa orang sibuk berkenalan dengan Renata.


Renata tersenyum melihat kedua mertuanya sangat baik, selalu mengabari anaknya melangkah jauh, dan membahagiakan isteri.


Dokter Alberth menatap tajam Renata.


🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰


Jangan lupa


like


vote

__ADS_1


koment


__ADS_2