My Aunty Is My Mom

My Aunty Is My Mom
Dia


__ADS_3

Hari ini, usiaku genap 28 tahun, aku tidak memberitahukan pada siapapun, bahwa aku ulang tahun .


Renata seperti biasa, meminum susu buatan Adi, dan hanya membawa kotak bekal satapannya, terkadang roti, sandwich atau nasi goreng, hanya itu yang Renata sukai .


" Mat pagi honey...., " ujar Adi.


" Mat pagi ko...".


Kandungan Renata sudah menginjak usia 7 bulan , dan minggu depan ,program intensip Renata berakhir.


Renata sangat senang, sebelum kelahiran anaknya, Internsip nya sudah kelar, Adi dan kedua orangtua Adi sangat baik dan mendukung Tata.


Tata sangat bahagia.


Tubuh Tata tidak mengalami kenaikan signifikan, cenderung tergolong kurus , tetapi perut Renata ,sangat keliatan lebih besar dari perut wanita hamil pada umumnya, apalagi Renata berpinggang kecil dan perutnya sangat menonjol .


" Satu minggu lagi, akhirnyaaaaa.....," ujar dokter Melbourne."


" Hmmm, awalnya takut gak menyelesaikan intensif nya mbak, namun semua selesai berkat suami dan keluarga, " ujar Renata.


" Jadi hunting pakaian baby Ta?".


" Tuhhh, udah di jemput, " ujar Renata merengut.


" Tenang Ta, suami mbak, tuhhhh, biarkan mereka ngopi, kita berbelanja".


" Ko Adi pasti gak mau mbak, takut aku kedorong orang".


" Iya juga sih, kadang banyak orang ceroboh, gimana baiknya deh Ta."


" Ko, mau nemani liat - liat pakaian baby?".


Adi mengangguk.

__ADS_1


" Tapi koko ikut ya yaaaang. jagain kalian."


Renata mengangguk.


Adi dan Andre suami Melbourne di depan, dan Renata duduk di belakang denga. Melbourne.


" Ta..., lihat nihhh, bayimu gerak," ujar Melbourne.


" Ya mbak,mereka aktif banget, apalagi kalau udah jam makan, tendangan mereka buat Tata meringis," ujar Renata.


Ketika Renata dan Melbourne memilih aneka pakaian, Adi juga memilih beberapa sepatu lucu .


" Ta, mas ke toilet dulu ya, " ujar Adi.


Renata mengangguk .


" Mbak, titip Renata ya, " ujar Adi.


Beberapa saat pandangan Renata melihat sesosok wanita yang berbicara dengan Adi.


Pandangan Melbourne juga melihat kejadian itu.


Renata berdiri, mencari jalan berputar, hingga berada di belakang posisi Adi dan wanita itu.


Melbourne menggenggam tangan Renata.


Sebelum pergi, Melbourne sudah mengatakan pada suaminya, jangan katakan apapun pada Adi. Andre pun mengangguk.


" Kenapa sih jatuh cinta di larang?kan itu hal natural, bisa terjadi kapan saja, terus kalau udah terlanjur gimana? " ujar wanita itu.


" Memang jatu cinta adalah hal yang tidak mudah di prediksi, tapi bukan berarti kamu gak punya kendali,karena pada dasarnya cinta itu selalu di barengi oleh logika,bisa bikin siapapun bahagia, tetapi bukan merayu suami orang, menghalal kan segala cara, gak etis dan gak bemoral. Aku tidak tertarik sedikitpun sama kamu, dan kamu harus tahu, isteriku wanita terbaik yang Tuhan berikan padaku, aku hanya kasihan, pada isteriku, mendekat sedikit ,maka kamu akan lihat, tidak ada tersisa belas kasihan karena aku mengenal orangtuamu, " ujar Adi dengan tegas.


Renata mundur beberapa langkah, terkejut dengan kata - kata Adi.

__ADS_1


" Buat keluargaku, apapun aku perjuangkan, dan jangan gila kamu, semua penjebakan kamu, tidak pernah berhasil, dan sudah bersifat kriminal, " ujar Adi.


" Cinta dengan logika, bisa membuat siapapun bahagia, " ujar Adi.


" Sebagian besar pria ,tahu timing dan cara yang tepat,untuk melakukan hal yang membuat mu terkesan, sayangnya kamu gak bisa serta merta menilai seseorang dengan hanya melihatnya dari luar.Kamu tidak mengenali siapa aku, asal kamu tahu, banyakan pria seperti jbarat menyukai sepatu baru, tetapi sepatu baru. belum tentu membuat kita nyaman, sama seperti mengenal seseorang.Mungkin kamu menganggap saya orang yang tepat ketika pertama kali bertemu, dan saya bukan ekspektasimu, " ujar Adi .


" Perasaanmu terlalu mendominasi, dan kamu terjerat cinta buta. Selain perasan dan hati, mencintai seseorang perlu nalar,perlu bersikap kritis pada perasaan cinta yang kamu rasakan," ujar Adi.


"Jika kamu menggunakan logika, maka kamu melihat realistas yang ada.Kamu akan melihat, mana yang berupa kenyataan, keyakinan ,atau fantasi semata," ujar Adi meninggalkan wanita itu .


Renata terdiam dan Melbourne menyanggah tubuh Renata.


" Kamu pucat banget Ta".


" Kenapa Ta?


" Dia berarti mencoba menggoda suamiku mbak, bukan kali ini aja, "ujar Renata memeluk Melbourne.


" Jangan di pikirkan, kamunya sehat dong Ta".


Renata mengangguk.


Renata kembali ke cafe dan resto, Renata meneguk air minumnya, tidak mengacuhkan handphone nya berbunyi. Andre bengong melihat wajah Renata agak pucat .


🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰


Jangan Lupa


Like


Vote


Koment

__ADS_1


__ADS_2