
Setelah beberapa minggu kemudian, pagi ini Renata merasa mabuk terparah, sepanjang perjalanan masa kehamilannya, apapun Renata muntahin, Adi dan orangtuanya bingung, karena lemas, Renata pun di bawa Adi, setelah beberapa pujukan serta rayuan, agar ke rumah sakit.
Adi mengusap minyak kayu putih ke area leher , memberi Renata menghirup aroma minyak kayu putih.Renata bergelut manja dalam pelukan Adi .
" Kamu kenapa yaaang, mas cemas ," ujar Adi mencium puncak kepala Renata.
" Ada salah makan apa ya mi, makanya Tata sampai gini banget".
" Bukan salah makan deh nak, Mami rasa , Renata memang lagi mual aja, twins jadi rewel, mudah - mudahan baikan, dokter Melbourne udah kamu kasi tahu kan Di?".
" Udah mi, Adi tadi udah hubungi dokter Melbourne."
" Apa masih mual yaaang?".
Renata mengangguk.
" Gak usah tahan, ko gak apa- apa yaaang".
" Tata ada bawa plastik ko".
" Apa mau cuti aja yaaang?".
" Gak ah ko, udah mau jalan 7 bulan juga internsip nya."
" Tata hanya mau nunda ambil specialis aja, 1 tahunan, kalau kuat, Tata tetap lanjut".
__ADS_1
" Ya yaang, apapun keputusan Tata, koko akan dukung, " ujar Adi membelai wajah Renata.
Adi tisak membiarkan Renata berjalan, dengan sigap, Adi menggendong Renata.
" Ko, Tata jalan aja, kalau gak naik kursi roda aja deh. nanti minta ke perawat aja, " ujar Renata.
" Buat gendong istri dan 2 baby twin, koko sanggup sayang, stttt, "ujar Adi tersenyum.
Renata melingkarkan tangannya ke leher sang suami. Adi melangkah dengan gagah, menuju praktek dokter Melbourne.
Perawat, dokter melihat adegan romantis, Renata memasukkan wajahnya ke dalam jas kerja Adi.
" Ko, semua pada mandangin kita dehhh, lihat ko, malu ko".
" Jangan malu yaaang, mas malahan harusnya dapat award , suami siaga, suami sayang isteri, harusnya gitu kan yaaaaang".
" Haduhhhhh, sialu banget nihhhh, pagi - pagi di tayangin dramkor dan dramcin di rumah sakit, bisa galau deh Di, emak - emaknya se RT, "ujar dokter Melbourne bergurau.
" Tapi beneran deh Di, pria peduli masa kehamilan isterinya mah minim, banyakan pengusaha, isterinya cek, eh sendirian datangnya, kaalu hak sama pelayannya, apa bapak anaknya pelayan, bingung kan Di, " ujar dokter Melbourne.
" Lain lagi, isteri melahirkan, eh suaminya ,di luar kota, kasihan kan, isteri bertarung nyawa anatara hidup dan mati, sendirian, yang ada mama mertua, yah kalau suka sama menantu, kadang seorang diri, kadang ada mama kandung atau saudara aja.Rasanya 9 bulan hamil, muntah, mual, pening , mood up and down, gak adil ya, " ujar dokter Melbourne.
" Ingat kamu, keingat suami saya. Hamil gedek, saya harus lakukan oelrasi malam ,ada pasien mendesak, dia gak marahin saya, gak ngomel, tahu pasien saya banyak masalah, yang hipertensi, yang diabetes, dia antarin saya, gak ngomel, beliin makanan, pakaikan saya baju ganti, plus sweater, rasanya suami sebaik itu, kayaknya saingan deh sama kamu Di, padahal kakunya disitu, jarang baur dan tersenyum,cool dan terlihat cuek, yah cuek , sama wanita yang mendekat. "
"Walau dia hanya punya toko pengrajin perhiasan , kami beda latar belakang, namun orang agak tahu, sayanitu gak pandai masak, suami yang masakin, antarin anak sekolah, kadang kami sama ,bukan menganggap saya tinggi dan dia rendah ,gak. Dia sebenarnya punya saham, gedek, namun yah gitu, dia gak mau ruwet di posisi jabatan di kantor orangtuanya, beda usia kami 10 tahun, tapi awet, saya menikah lepas SMA, semua teman saya pada bilang, sayang saya pintar ,sebatas tamatan SMA, kamu liat kan Ta, saya dokter spesialis kandungan, berkat suami saya Ta, dia dan mertua saya the best".
__ADS_1
" Sini Ta, masalahnya apa nihhh, apa lagi banyak pikiran? pikirkan antara cuti dan lanjutkan?".
Renata mengangguk.
" Itulah pemicu kamu mual, muntah, stres.Jangan banyak pikiran, di jalani aja. Saya dulu lebih parah, udah pergi nonton berdua, kamu kan suka nonton, makan es cream, udah pergi aja berdua, kalau mual yah muntahkan, intinya enjoy, jangan banyak pikiran, anak kasihan ,gak dapat makan apa - apa."
Dokter Melbourne memeriksa kandungan Renata, melakukan USG, kemudian menyuntik 2 kali cairan pada Renata.
" Udah ijin aja 2 harian, siap itu masuk lagi, toh kalau gak kuat, banyak yang gantiin, tenang aja.Saya dulu gitu, hamil sampai anak ke 3," ujar dokter Melbourne tertawa.
" Kamu bayangin 3x hamil, macem macem, semua dokter sama, mereka respek banget kalau teman sejawat sedang mengandung, semua ringan tangan membantu, yakinlah Ta," ujar dokter Melbourne.
"Nanti hak mual lagi, yakinlah, mau jalan , yah jalan, jangan di bawa suntuk, iya kan bu, "ujar Melbourne memandang mami Adi.
" Benar nak, mami ada buat kalian, sehat - sehat ya, mami khawatir."
" Iya mi, " Renata mengangguk.
🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃
Jangan Lupa
Like
Vote
__ADS_1
Koment