My Aunty Is My Mom

My Aunty Is My Mom
Dinner 2


__ADS_3

Bunga itu, di terima pihak gereja dengan senang hati, buket bunga dari Raka dan Adi tidak Renata beri, dia bawa ke asramanya .


" Bram kasi apa ke kamu Ta?" tanya Adi .


" Ngasih sepatu, " ujar Renata.


" Ku mau nolak, tetapi kata pak Sinaga sudah ada aturannya , hari ini apapun di berikan kado , bunga , gak boleh di tolak, " ujar Renata.


" Tahun depan , kamu udah kelas 3 SMA Ta. bakalan lebih banyak pengagum mu , baik junior dan senior," ujar Adi.


" Koko seperti peramal, " ujar Renata tersenyum.


" Mami sudah tahunpersoalan kamu, sudah 1 mingguan mereka ngamati, bukan koko yang bilang ke mami ."


" Rasanya malu banget, koko tahu semua , gimana aku di keluargaku . "


Adi meminggirkan mobilnya .


" Kenapa gak pernah cerita ?".


" Mereka orangtuaku ko, sampai kapan orangtuaku, tetapi sangat sakit, aku gak mampu menahan sakit nya lagi . Mungkin aku menghilang dari mereka. mereka lebih nyamannya gitu.Jangankan nanya, sms dan Wa gak ko, sakit banget keluarga sendiri ko, Renata menangis terisak ."


Adi meraih badan Renata ,dan memeluknya.


" Aku salah apa , sampai segini bencinya sama aku," ujar renata dalam isak tangisnya.


" Harusnya mami bisa menghibur dan membela aku , tetapi mami gak , hanya diam."


" Sudah Ta, sudah...kamu harus kuat, tunjukkan kamu bisa berhasil dan sukses , bukan anak cowok aja yang bisa."


Renata mengangguk .


" Mami suruh bawa kamu ke rumah, mami masak buat kita makan siang, kedukaan mami masak."


" Jangan nangis".


Renata mengangguk.


Mereka pun sampai ke kediaman Adi Yoga Pranata.


Mami Adi sudah menyambut mereka , begitu mereka membuka pintu .

__ADS_1


" Dapat berapa ember mawar nya Ta ?".


" 4 ember mi, lain buket bunga, " ujar Adi .


" Banyak bangetttt," ujar Mami Adi.


" Adi juga dapat banyak mawar Tan, " ujar Renata tersenyum.


" Akibat make over Renata dehhh, " ujar mami Adi.


" Tetapi yang beri mawar, gak iklas kan mi, menilai hanya karena penampilan, kalau kamu Ta, nilai koko gimana? " tanya Adi menatap Renata.


" Ciyeeee, anak mami udah gedek, dah berani nih to the point".


Adi menggaruk rambutnya .


Renata menahan senyumbya .


" Ini hadiah dari Tante, tukar aja pakaian nya nak, panggil tante mami apa mau ? pengen banget punya anak cewek, udah cakep, pintar, baik, beneran dehhhh, pengen", ujar mami Adi .


Mami Adi membawa Renata menukar pakaiannya .


Renata turun. menggenggam beberapa mawar .


" Gak , mami juga senang, mami pengen punya anak cewek, tapi nyatanya hanya koko anak mami, program bayi tabung, inseminasi, gagal semua, " ujar Adi.


" Adopsi ?".


" Nenek dan kakek gak setuju."


" Ta, sini nak, mami foto, " ujar mami Adi .


Papi Adi tersenyum melihat sang isteri. Papi Adi ikut prihatin mendengar bagaimana Renata di perlakukan di keluarganya .


Renata berpose. Dan beberla foto di bidik sang mami.


" Adi..., sini nak, foto bareng, " ujar sang mami.


Adi pun berpose berdua dengan Renata.


Adi mengajak sang papi bergabung , dan mereka pun berfoto ber 4.

__ADS_1



" Masakan mami enak," ujar Renata tulus.


" Kamu suka makanan apa Ta? " tanya Adi.


" Nasi padang, " ujar Renata.


" Kamu sama dengan selera mami dan papi Ta".


" Beneran?" tanya Renata tersenyum.


" Beneran".


" Nasi uda sayang enak loh Ta, gimana kalau minggu , mami jemput di asrama ,kita makan disana, minggu mami bebas tugas".


" Ko Adi suka masakan apa ?".


" Gak suka pedas, suka soup, kuah - kuah gituz paling gampang urus Adi, gak ribet, jadi isterinya nanti gampang deh..., " ujar mami Adi mengedipkan matanya sama Renata.


Papi Adi , Renata dan Adi tertawa .


" Ada Tata , rumah ini rame, Adi mau ngomong, papi juga, " ujar mami Adi.


" Dulu , makanya mami pengen punya anak cewek, biar suasana happy, tetapi Tuhan baik. dia beri kita Tata, semua ada takdir, jodoh, iya kan...".


Papi dan Adi mengangguk .


Renata di sendokin beberpa menu di oirjngnya, mami Adi juga menyendokkan aneka gule buat Adi.


Mami Adi baik banget, beberapa kali Renata mengusap ujung matanya karena berkaca - kaca terharu .


" Tuhan itu baik, akhirnya Renata bisa makan , duduk di kursi, di terima orang lain."


🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁


Jangan Lupa


Like


Vote

__ADS_1


Koment


__ADS_2