
Bunga itu, di terima pihak gereja dengan senang hati, buket bunga dari Raka dan Adi tidak Renata beri, dia bawa ke asramanya .
" Bram kasi apa ke kamu Ta?" tanya Adi .
" Ngasih sepatu, " ujar Renata.
" Ku mau nolak, tetapi kata pak Sinaga sudah ada aturannya , hari ini apapun di berikan kado , bunga , gak boleh di tolak, " ujar Renata.
" Tahun depan , kamu udah kelas 3 SMA Ta. bakalan lebih banyak pengagum mu , baik junior dan senior," ujar Adi.
" Koko seperti peramal, " ujar Renata tersenyum.
" Mami sudah tahunpersoalan kamu, sudah 1 mingguan mereka ngamati, bukan koko yang bilang ke mami ."
" Rasanya malu banget, koko tahu semua , gimana aku di keluargaku . "
Adi meminggirkan mobilnya .
" Kenapa gak pernah cerita ?".
" Mereka orangtuaku ko, sampai kapan orangtuaku, tetapi sangat sakit, aku gak mampu menahan sakit nya lagi . Mungkin aku menghilang dari mereka. mereka lebih nyamannya gitu.Jangankan nanya, sms dan Wa gak ko, sakit banget keluarga sendiri ko, Renata menangis terisak ."
Adi meraih badan Renata ,dan memeluknya.
" Aku salah apa , sampai segini bencinya sama aku," ujar renata dalam isak tangisnya.
" Harusnya mami bisa menghibur dan membela aku , tetapi mami gak , hanya diam."
" Sudah Ta, sudah...kamu harus kuat, tunjukkan kamu bisa berhasil dan sukses , bukan anak cowok aja yang bisa."
Renata mengangguk .
" Mami suruh bawa kamu ke rumah, mami masak buat kita makan siang, kedukaan mami masak."
" Jangan nangis".
Renata mengangguk.
Mereka pun sampai ke kediaman Adi Yoga Pranata.
Mami Adi sudah menyambut mereka , begitu mereka membuka pintu .
__ADS_1
" Dapat berapa ember mawar nya Ta ?".
" 4 ember mi, lain buket bunga, " ujar Adi .
" Banyak bangetttt," ujar Mami Adi.
" Adi juga dapat banyak mawar Tan, " ujar Renata tersenyum.
" Akibat make over Renata dehhh, " ujar mami Adi.
" Tetapi yang beri mawar, gak iklas kan mi, menilai hanya karena penampilan, kalau kamu Ta, nilai koko gimana? " tanya Adi menatap Renata.
" Ciyeeee, anak mami udah gedek, dah berani nih to the point".
Adi menggaruk rambutnya .
Renata menahan senyumbya .
" Ini hadiah dari Tante, tukar aja pakaian nya nak, panggil tante mami apa mau ? pengen banget punya anak cewek, udah cakep, pintar, baik, beneran dehhhh, pengen", ujar mami Adi .
Mami Adi membawa Renata menukar pakaiannya .
Renata turun. menggenggam beberapa mawar .
" Gak , mami juga senang, mami pengen punya anak cewek, tapi nyatanya hanya koko anak mami, program bayi tabung, inseminasi, gagal semua, " ujar Adi.
" Adopsi ?".
" Nenek dan kakek gak setuju."
" Ta, sini nak, mami foto, " ujar mami Adi .
Papi Adi tersenyum melihat sang isteri. Papi Adi ikut prihatin mendengar bagaimana Renata di perlakukan di keluarganya .
Renata berpose. Dan beberla foto di bidik sang mami.
" Adi..., sini nak, foto bareng, " ujar sang mami.
Adi pun berpose berdua dengan Renata.
Adi mengajak sang papi bergabung , dan mereka pun berfoto ber 4.
__ADS_1
" Masakan mami enak," ujar Renata tulus.
" Kamu suka makanan apa Ta? " tanya Adi.
" Nasi padang, " ujar Renata.
" Kamu sama dengan selera mami dan papi Ta".
" Beneran?" tanya Renata tersenyum.
" Beneran".
" Nasi uda sayang enak loh Ta, gimana kalau minggu , mami jemput di asrama ,kita makan disana, minggu mami bebas tugas".
" Ko Adi suka masakan apa ?".
" Gak suka pedas, suka soup, kuah - kuah gituz paling gampang urus Adi, gak ribet, jadi isterinya nanti gampang deh..., " ujar mami Adi mengedipkan matanya sama Renata.
Papi Adi , Renata dan Adi tertawa .
" Ada Tata , rumah ini rame, Adi mau ngomong, papi juga, " ujar mami Adi.
" Dulu , makanya mami pengen punya anak cewek, biar suasana happy, tetapi Tuhan baik. dia beri kita Tata, semua ada takdir, jodoh, iya kan...".
Papi dan Adi mengangguk .
Renata di sendokin beberpa menu di oirjngnya, mami Adi juga menyendokkan aneka gule buat Adi.
Mami Adi baik banget, beberapa kali Renata mengusap ujung matanya karena berkaca - kaca terharu .
" Tuhan itu baik, akhirnya Renata bisa makan , duduk di kursi, di terima orang lain."
🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁
Jangan Lupa
Like
Vote
__ADS_1
Koment