My Aunty Is My Mom

My Aunty Is My Mom
Perubahan


__ADS_3

Sepulang sekolah, Adi mendatangi Renata di kelasnya .


" Ke rumah ?".


" Tadi pagi udah masak ko, bebas tugas, mami gak makan rumah, ngumpul sama temannya ."


" Kita ke mall yukkk, mami ngajak bentar".


" Yukkkk, " ujar Renata semangat .


" Tapi temanin bentar ke rumah sakit yah, ambil surat ."


Adi mengangguk .


Dina, Raka ,Teguh, Anita menunggui Renata di depan kelas.


" Sudah siap mental Ta ?".


" Sudahlah ..., mau gimana lagi , hidup karena kenyataan ,bukan bermimpi, " ujar Renata.


" Kalian sempit deh di mobil Raka, sebagian di mobil saya aja mau ?" tanya Adi .


" Beneran nih ketua ? mimpi apa ketua bisa ngomong ke kita - kita, " ujar Dina.


Semua tertawa .


Dina dan Teguh ikutan di mobil Adi .


" Kalian pacaran yahhhh? selidik Renata menatap Dina ".


" Stttt, gak deh, hanya dekat aja, " ujar Dina.


" TTM ? alias teman pasti mesra ? Renata kembali menoleh ke belakang ."


" Stttt, udah jangan seperti penyidik deh Ta, dilarang pacaran loh di sekolah."


Renata tertawa terkikik.

__ADS_1


" Gak kepikiran lagi Ta ?".


" Apapun hasilnya akan sama aja, hanya pengen tahu aja , "ujar Renata .


Mereka memasuki sebuah rumah sakit , Renata memberi kan surat pengambilan hasil DNA kepada petugas bagian Admin .


Semua memandang Renata dengan tegang, penasaran dan gundah gulana.


" Ku gak berani buka," ujar Renata .


" Gimana sih, tadi katanya berani . Cepetan, kita nih jantungan, kalau gak anak keluarga Sanjaya, kamu tuh tetap teman kami Ta, " ujar Teguh.


Renata pun perlahan membuka amplop, memandang wajah Adi .Adi menepuk pundak Renata memberi support.


Tangan Renata bergetar, dia membuka lembaran hasil nya. Hasilnya Mami dan papi Renata , adalah orangtua biologis Renata . Renata menunduk , air matanya mengalir deras. Teman - temannya membaca hasil test tersebut ."


" Yang benar aja, papi dan mami kamu buat kamu seperti ini Ta, gak adil banget ."


" Gak apa - apa, yang penting aku cukup tahu aja Din, " ujar Renata memeluk Dina.


Adi terenyuh mendengar kata - kata Renata .


" Kamu dendam Ta? tanya Teguh".


Mereka duduk dekat taman rumah sakit .


" Dendam gak sihhh, tetapi sakit banget, jika itu dilakukan orangtua kita sendiri, kamu tahu kan ,jika di posisi aku, aku pernah putus asa juga, aku pernah menangis dalam deras nya hujan, buat apa aku terlahir ke dunia, jika hanya untuk di benci , di anak tirikan , sakit banget . Hatiku gak bisa pulih, hancur banget , sedari kecil tidak pernah di anggap ada, aku banyakan mbok Siti yang urus dari bayi, mungkin dia melebihi ibuku sendiri, " ujar Renata menahan tangis sesegukan.


" Kadang aku melihat kalian di sayang papi dan mami kalian, aku kadang iri, aku gak akan pernah merasakan itu semua, aku berharap, selesai SMA , aku bisa pergi selamanya dari Semarang pergi menuju Jakarta, atau ke lain daerah, aku ingin melangkah sendiri , ujar Renata .


Anita memeluk Renata , ikut mengalir air mata Anita , Anita gak kebayang , berada di posisi renata.


" Sudah, matamu udah bengkak banget, besok valentine ,gak kece badai lagi dehhh," ujar Raka.


" Beneran lohhh Ta, nih cara jitu ngapus mata panda dan bengkak pada mata , " tededenggggg,Anita mengeluarkan kompresan mata .


Renata jadinya tertawa .

__ADS_1


Adi sedikit lega, melihat tawa menghiasi wajah Renata, walau sorot mata Renata sendu penuh kekecewaan dan kesedihan .


" Balik yuuuk, " ujar Renata .


,


" Iyah nih bimbel ku jam 2, " ujar Raka.


" Aku juga, " ujar Dina dan Teguh.


" Aku naik taxi online aja deh, dekat aja, mau nemui papi, minta uang saku, kalau di rumah banyak pemotongan , dari mami ," ujar Anita .


Mereka pun berpisah .


Adi menggenggam tangan Renata , sambil mengajak Renata menuju mobil .


Entah dorongan dari mana , Adi memeluk Renata, mengusap kepala Renata.


" Jangan pernah sedih ya Ta, ada aku. aku akan menjaga kamu, aku akan menyayangimu, tidak akan berubah ".


Renata kembali menangis ,meluapkan rasa sedih yang ditahannya sejak tadi .


Ketika sudah seledai menangis, Renata berujar:


" Baju koko basah dengan air mata," ujar Renata .


" Yakin , hanya kena air mata , bukan air selokan? ledek Adi."


" Ihhhh...., jadi malu deh..., " ujar Renata menghapus hidungnya dengan tisu.


" Udah lega ?".


Renata mengangguk .


🎈🎈🎈🎈🎈🎈🎈🎈🎈🎈🎈


Like yang banyak dunnkkkkk

__ADS_1


Vote


Koment juga


__ADS_2