My Aunty Is My Mom

My Aunty Is My Mom
Penantian 2


__ADS_3

" Kamu wanita kuat Ta, kamu sudah sangat berjuang".


" Kadang aku lelah mi, aku duduk di gereja, nangis sejadi jadinya, koko yang aku sayangi meninggal, dia gak jauh dengan nasib aku, meninggal dalam kesedihan, anaknya masih kecil".


" Untuk mengurus Claudia saja, aku butuh tenaga extra mi, butuh kesabaran extra.Makanya Tata salut lihat setiap ibu yang penuh kesabaran mendidik, membimbing anaknya ya g berkebutuhan khusus."


" Sangat extra merawatnya. "


" Tetapi ,Tata sangat bersyukur, Claudia autis yang jenis kecerdasan nya lebih, dia baru bisa mandiri, dj usia 5tahun, dan terus mulai tertib, dan baik."


" Mengantarnya ke sekolah, berlari ke kampus, untung mbok Siti ada bantuin urus mami, beresin rumah".


" Sudah semester berapa kuliahnya Ta?" tanya mami Adi.


" Sudah selesai wisuda mi, sudah S1 dan baru penempatan koas."


" Selmat ya nak".


" Makasih mi...pi..".


" Kamu pintar Ta, beasiswa , cepat selesai S1."


" Mami....Clau mau puyang, " ujar Claudia.


" Makan disini dulu Ta".


" Lain waktu ya mi, Claudia kadang gak betah ,jalan kemana mana".


" Dia Tata ajari piano, biola, nyanyi".


" Kamu sangat dewasa Ta, dewasa dari umur kamu".


" Semua karena keadaan mi".


" Kamu harus balikan sama koko kamu, tuh ,dia galau, gak bisa lihar kamu, hatinya dia close buat siapapun."


Renata hanya menjnduk.


" Jangan minder Ta, mami merestui kalain".


" Papi juga merestui ".


" Sudah 3 tahun mi, kami banyak beda , pastinya. Bahkan sedikit kaku".

__ADS_1


" Gak kaku, Adi langsung menyahut".


Renata bengong, sedangkan papi dan mami Adi tertawa .


" Koko gak akan mundur, gak akan ada bedanya, bedanya hanya 3 tahun, kami melewatinya, dan merindu," ujar Adi.


Papi dan Mami Adi kembali tertawa.


" Koko norak banget sihh, " ujar Renata.


" Mi, pi, Tata pamit yah, " ujar Renata dengan wajah merona memerah.


Di sepanjang jalan, Renata hanya diam, Renata memandang Claudia di kursi belakang, karena dia gak mau di kursi depan.


" Minta nomor handphone kamu Ta".


Renata hanya diam. Adi mengambil handphone Renata dan men save nomor Adi, Adi juga melakukan hal sebaliknya.


" Jangan menghindar, kita gak akan pernah bisa saling melupakan, benar kan Ta?".


Renata mengangguk.


" Kita jujur Ta, kamu masih mencintai koko kan?".


Adi memeluk Renata dengan erat.


" Kita kembali, kamu adalah pacar koko, kita akan bersama lagi ".


Renata hanya diam saat Adi mengelus rambutnya.


Adi menelepon asistennya, ketika di rumah maminya . Mengirimkan nama apartemen Renata , dan dengan laporan Wisnu , sang asisten , membuat Renata bahagia.


Adi menggendong Claudia, meeka memasuki lift dan ketika pintu lift terbuka, terlihat Raka disana sudah menunggu Renata.


" Mas Raka kenapa gak masuk?" , tanya Renata.


" Nungguin kamu Ta".


Renata menunduk dan menekan bel apartemennya.


" Sini, biar saya gendong, " ujar Raka.


" Gak apa - apa , biar saya aja," ujar Adi .

__ADS_1


Tatapan Adi dan Raka saling beradu .


" Koko pamit ya Ta, istirahatlah, " ujar Adi mengelus rambut Renata dengan perlahan, Renata dan Adi saling bertatapan.


Sepeninggal Adi, Raka memandang Renata yang baru selesai mandi.


" Kamu dan Adi ketemu di mana Ta?".


" Pesawat, sewaktu mau ke Jakarta. Awalnya Tata gak tau, sampai ke esokan harinya ketemu lagi ."


" Kamu masih mencintainya Ta?".


" Ya....,"ujar Renata .


" Kamu kenapa gak pernah mencoba menerima mas Ta?".


" Renata sudah mencobanya mas, maaf , Renata gak bisa."


" Kamu belum bisa melupakannya, mas akan menunggumu Ta".


" Kangan pernah menunggu ku mas, sudah sejak dulu Tata katakan, Taat hanya anggap mas teman, saudara, maaf gak bisa lebih."


" Ta...., please...Raka memeluk Renata , namun Renata menolak dekapan Raka."


" Aku gak bisa mas, maaf. Aku tidak mau termakan budi, namun mas selalu datang, dan sekuat apapun Tata tolak, mas gak peduli. Tata sudah lelah mencoba, bayangannya, senyuman nya, semua tidak pernah ada yang menggantikan ".


" Mas bahkan mengorbankan perasaan Anita, dia mencintai mas".


" Tapi mas tidak Ta".


Renata hanya mengusap air mata nya di pipi.


" Maaf , aku sudah melukai mas, aku sudah bilang mas, aku hanya memikirkan dia."


🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰


Jangan Lupa


Like


Vote


Koment

__ADS_1


__ADS_2